Kunjungi PLBN Motaain, Ketua Umum TP PKK Dorong UMKM Tenun Ikat Perbatasan Naik Kelas

Kompas.com - 16/04/2026, 15:46 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pos Lintas Batas Negara ( PLBN) Motaain yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP) RI menerima kunjungan Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( TP PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian, di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/4/2026). 

Kunjungan itu menjadi bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal di kawasan perbatasan, khususnya sektor kain tenun ikat khas Belu.

Agenda itu bertepatan dengan pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pelaku usaha mikro tenun ikat yang difasilitasi Asisten Deputi (Asdep) Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) BNPP RI.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan melalui peningkatan kualitas produksi, keterampilan, dan daya saing usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal.

Dalam rangkaian kegiatan di PLBN Motaain, Tri bersama jajarannya meninjau proses produksi kain tenun ikat, mulai dari pewarnaan benang, pembuatan pola, proses penenunan, hingga penjahitan produk. 

Baca juga: BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

Kegiatan itu memberikan gambaran menyeluruh mengenai rantai nilai usaha tenun yang dijalankan masyarakat perbatasan.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Tri menyerahkan bantuan modal usaha UMKM berupa tujuh unit mesin jahit serta 50 paket sembako kepada masyarakat sekitar PLBN Motaain. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha para pengrajin.

Rombongan juga meninjau area fasilitas pelayanan di PLBN Motaain guna melihat langsung peran PLBN tidak hanya sebagai gerbang negara, tetapi juga sebagai simpul aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat perbatasan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI Edfrie R Maith menyampaikan, penguatan UMKM berbasis kearifan lokal merupakan strategi penting dalam membangun kemandirian ekonomi kawasan perbatasan. 

Baca juga: Pulihkan Mobilitas, BNPP Bersama Masyarakat Buka Kembali Akses Jalan Pascabanjir di Aceh

Menurutnya, sinergi antara TP PKK, pemerintah daerah (pemda), dan pengelola PLBN akan mempercepat peningkatan kualitas SDM serta memperluas akses pasar produk lokal.

“PLBN menjadi etalase potensi unggulan perbatasan. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM tenun ikat memiliki peluang besar untuk naik kelas dan bersaing,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (16/4/2026).

Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan Ketua Umum TP PKK Pusat kepada masyarakat perbatasan.

“Kehadiran dan dukungan ini menjadi motivasi besar bagi para pelaku UMKM, khususnya pengrajin tenun ikat, untuk terus meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya,” ucapnya.

Maria menilai, pelatihan dan bantuan yang diberikan sejalan dengan upaya PLBN Motaain dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia berharap, sinergi lintas sektor tersebut dapat berkelanjutan agar masyarakat perbatasan semakin mandiri dan berdaya saing.

Baca juga: PLBN Motaain Gelar Operasi Pasar Murah, Warga Perbatasan Terbantu Akses Bahan Pokok Terjangkau

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum TP PKK Pusat didampingi Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Edfrie R Maith, Asisten Deputi PKPD BNPP RI Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Kepala PLBN Motaain, serta unsur Forkopimda setempat.

Kunjungan itu menegaskan peran PLBN Motaain sebagai pusat penggerak pembangunan kawasan perbatasan, sekaligus etalase potensi lokal yang siap dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Belu dan sekitarnya.

Terkini Lainnya
Pemulihan Sawah Pascabencana Dipercepat, Lebih dari 2.000 Hektar Pulih dalam Dua Pekan

Pemulihan Sawah Pascabencana Dipercepat, Lebih dari 2.000 Hektar Pulih dalam Dua Pekan

Kemendagri
Mendagri bersama Menteri PKP Luncurkan Program Bedah Rumah BSPS di Wilayah Bali-Nusra dan Maluku

Mendagri bersama Menteri PKP Luncurkan Program Bedah Rumah BSPS di Wilayah Bali-Nusra dan Maluku

Kemendagri
Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan Daerah, Mendagri Minta Pemda Perkuat Forkopimda hingga Tim TPKS

Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan Daerah, Mendagri Minta Pemda Perkuat Forkopimda hingga Tim TPKS

Kemendagri
Kolaborasi Pendanaan Lintas Instansi Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Kolaborasi Pendanaan Lintas Instansi Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Kemendagri
Mendagri Dorong Penguatan

Mendagri Dorong Penguatan "Soft Approach" untuk Cegah Ekstremisme dan Terorisme

Kemendagri
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Kemendagri
99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Sudah Bersih dari Lumpur

99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Sudah Bersih dari Lumpur

Kemendagri
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Penyintas dan Mitigasi Bencana Susulan

Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Penyintas dan Mitigasi Bencana Susulan

Kemendagri
Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah, Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah, Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Kemendagri
Rencana Induk Pascabencana Sumatera Disiapkan hingga 2028, Infrastruktur Jadi Prioritas

Rencana Induk Pascabencana Sumatera Disiapkan hingga 2028, Infrastruktur Jadi Prioritas

Kemendagri
Tinjau Rumah Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran

Tinjau Rumah Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran

Kemendagri
BNPP RI Tinjau Kesiapan Operasional Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain

BNPP RI Tinjau Kesiapan Operasional Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain

Kemendagri
Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Kemendagri
Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Kemendagri
13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com