Pembangunan Huntap Disambut Antusias dan Harapan oleh Penyintas Bencana di Bireuen

Kompas.com - 20/03/2026, 09:09 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus membangun hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang terbawa arus banjir.

Satgas PRR dalam siaran persnya, Jumat (19/3/2026), menyatakan bahwa sebanyak 36.669 unit huntap diproyeksikan dibangun di tiga provinsi terdampak. Saat ini, sekitar  110 huntap telah rampung dibangun dan 1.359 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.  

Pembangunan huntap dilakukan lintas Kementerian/Lembaga, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Polri, Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Danantara, dan Pemerintah Daerah. Sejumlah pihak swasta dan perorangan juga ikut terlibat dalam pembangunan huntap.

Salah satu wilayah pembangunan huntap adalah di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Huntap di sini dibangun oleh BNPB dan diproyeksikan menjadi hunian dengan spesifikasi aman gempa. 

Baca juga: Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap

Hunian tipe 36 itu dibangun dengan pondasi batu kali, dinding bata ringan (hebel), menggunakan baja ringan untuk pondasi atap yang dikombinasikan dengan material spandek untuk atap, dan plafon pvc.

Suryani, salah satu penyintas bencana di Desa Balee Panah, menyambut baik pembangunan huntap tersebut. Ia mengungkapkan, rumahnya tenggelam dan roboh saat bencana hidrometeorologi menerjang kampung halamannya medio akhir tahun lalu.

Ia berharap huntap bisa segera dibangun agar segera ditempatinya untuk kembali menata kehidupan setelah diterjang bencana hidrometeorologi. 

Saat ini, di Desa Balee Panah telah terbangun unit percontohan dari huntap yang pembangunannya direncanakan segera dikebut setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.

Huntap percontohan di Desa Balee Panah bercat putih. Di dalamnya terdapat ruang utama dan dua kamar tidur dengan satu kamar mandi. Penerangan di dalam rumah pun telah menggunakan lampu LED.

“Katanya habis Lebaran mulai dibangun. Kami berharap bisa cepat, supaya bisa langsung ditempati,” kata Suryani saat ditemui pada Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Satgas PRR Aceh Salurkan Bantuan Presiden untuk Banjir Bireuen, Huntap Dibangun Setelah Lebaran

Suryani juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberinya bantuan selama periode pascabencana, terutama bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan sebagainya yang ikut menunjang kesehariannya setelah terdampak bencana.

Berdasarkan data BNPB, pembangunan huntap di Kecamatan Juli menggunakan skema in situ atau dibangun di sekitar area awal terdampak bencana. 

Selain di Kecamatan Juli, ada dua kecamatan lain di Bireuen yang akan dibangun huntap dengan skema in situ, yaitu Kecamatan Jangka, dan Kecamatan Peudada.

“Kami (memang) ingin langsung huntap supaya tidak perlu pindah-pindah lagi,” ujar Suryani.

Huntap menjadi kelanjutan dari pembangunan hunian sementara (huntara) dan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang disiapkan oleh Satgas PRR untuk memindahkan pengungsi yang sebelumnya berada di tenda darurat ke hunian yang lebih layak.

Terkini Lainnya
Pembangunan Huntap Disambut Antusias dan Harapan oleh Penyintas Bencana di Bireuen

Pembangunan Huntap Disambut Antusias dan Harapan oleh Penyintas Bencana di Bireuen

Kemendagri
Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Kemendagri
Penuhi Permintaan Warga Aceh, Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Daging Meugang Rp 72,72 Miliar 

Penuhi Permintaan Warga Aceh, Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Daging Meugang Rp 72,72 Miliar 

Kemendagri
Kasatgas Tito Kawal Pemulihan Lahan Pertanian hingga Tambak yang Terendam Lumpur Akibat Bencana

Kasatgas Tito Kawal Pemulihan Lahan Pertanian hingga Tambak yang Terendam Lumpur Akibat Bencana

Kemendagri
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap

Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap

Kemendagri
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp 136 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp 136 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Kemendagri
Kasatgas Tito: Penyaluran Bansos di Wilayah Pascabencana Akan Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Kasatgas Tito: Penyaluran Bansos di Wilayah Pascabencana Akan Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Kemendagri
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda sebelum Lebaran 2026

Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda sebelum Lebaran 2026

Kemendagri
Gotong Royong Wujudkan Hunian Layak untuk Penyintas Bencana Sumatera

Gotong Royong Wujudkan Hunian Layak untuk Penyintas Bencana Sumatera

Kemendagri
Tri Tito Karnavian: Penguatan Keluarga Kunci Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak

Tri Tito Karnavian: Penguatan Keluarga Kunci Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak

Kemendagri
Ini Cara Satgas PRR Bikin Faskes di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih dengan Cepat

Ini Cara Satgas PRR Bikin Faskes di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih dengan Cepat

Kemendagri
Bersama Para Menteri, Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak

Bersama Para Menteri, Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak

Kemendagri
Satgas PRR Rampungkan 15.346 Unit Huntara, Progres Capai 81 Persen

Satgas PRR Rampungkan 15.346 Unit Huntara, Progres Capai 81 Persen

Kemendagri
Mendagri Tandatangani SKB 7 Menteri Terkait Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI

Mendagri Tandatangani SKB 7 Menteri Terkait Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI

Kemendagri
Pihak Swasta Beri Bantuan Ambulans, Kasatgas Tito: Bukti Ketahanan Nasional dan Kepedulian Sosial

Pihak Swasta Beri Bantuan Ambulans, Kasatgas Tito: Bukti Ketahanan Nasional dan Kepedulian Sosial

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com