Kasatgas Tito Karnavian Salurkan Bantuan Terpadu untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Kompas.com - 23/01/2026, 17:35 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.comMenteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyalurkan bantuan terpadu dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya terintegrasi pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan fungsi pemerintahan, layanan publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Adapun bantuan dari Presiden Prabowo berupa sembilan unit skid steer loader untuk mempercepat pembersihan lumpur di kawasan permukiman. Alat berat berukuran mini ini dirancang agar dapat menjangkau gang-gang sempit tanpa merusak bangunan warga.

Sementara itu, Kemendagri menyalurkan dukungan tambahan berupa 5.000 pasang sepatu bot, 3.000 unit gerobak dorong (lori), 1.000 sekop, dan 1.000 cangkul untuk menunjang kerja di lapangan.

“Sebanyak sembilan unit skid loader ini bukan kelas besar, tetapi kelas mini agar bisa masuk ke gang-gang. Kalau yang besar justru berisiko merobohkan rumah,” ujar Tito di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (23/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Ia menegaskan, Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah dengan dampak bencana yang cukup berat karena banjir dan lumpur melanda pusat pemerintahan serta berbagai fasilitas publik.

“Aceh Tamiang adalah salah satu daerah yang terdampak cukup berat karena ibu kotanya terkena banjir dan lumpur masih banyak. Ada kantor pemerintahan, fasilitas publik, rumah sakit, pendidikan, pasar, termasuk rumah penduduk,” jelas Tito.

Baca juga: Badan Geologi Jelaskan Gempa 4,8 M di Sukabumi yang Rusak Sejumlah Rumah Penduduk

Dia menyampaikan, sejak hari pertama pascabencana, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dengan dukungan berbagai kementerian dan lembaga, terus bekerja secara gotong royong.

Hasilnya, kondisi Aceh Tamiang kini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan masa awal bencana.

“Listrik (sudah) lancar, internet juga sudah lancar, bahan bakar minyak (BBM) tersedia, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) ada tiga, kalau tidak salah di kota ini juga buka. Persoalan air minum masih menjadi problem. Namun, ekonomi yang sebelumnya hampir lumpuh kini mulai bergerak. Toko-toko dan warung sudah (kembali) buka,” ungkap Tito.

Untuk mempercepat pemulihan, ia menekankan perlunya penambahan alat berat serta penguatan personel di lapangan.

Dukungan personel dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah ditingkatkan. Selain itu, taruna dari berbagai sekolah kedinasan turut dikerahkan membantu proses pemulihan di Aceh Tamiang.

“Saya sudah memberikan arahan kepada taruna yang sedang melaksanakan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda), baik dari TNI—Akademi Militer (Akmil), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU)—maupun Akademi Kepolisian (Akpol), Kadet Universitas Pertahanan, serta Politeknik Siber dan Sandi Negara. Totalnya 1.788 personel. Ini bagian dari upaya kami memulihkan Aceh Tamiang,” ucap Tito.

Dari sisi anggaran, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan berbagai dukungan keuangan, antara lain bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa biaya hidup harian Rp 15.000, bantuan perabotan Rp 3 juta, serta stimulan ekonomi sebesar Rp 5 juta.

Baca juga: Mahasiswa Unmul Keluhkan Status Bantuan UKT Gratispol, Pemprov Kaltim Sebut Salah Paham

Selain itu, anggaran Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dikembalikan seperti 2025 dengan total lebih dari Rp 10 triliun untuk tiga provinsi terdampak, termasuk Aceh.

“Sekali lagi, semoga bantuan dari Bapak Presiden ini kiranya bisa meringankan dan mempercepat pemulihan di Aceh Tamiang. Saat ini, (Aceh Tamiang) menjadi satu-satunya (daerah yang fungsi) pemerintahannya belum berjalan normal sepenuhnya. Kalau selain itu sudah normal,” pungkas Tito.

Terkini Lainnya
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang

Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang

Kemendagri
Pembangunan Huntap Disambut Antusias dan Harapan oleh Penyintas Bencana di Bireuen

Pembangunan Huntap Disambut Antusias dan Harapan oleh Penyintas Bencana di Bireuen

Kemendagri
Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Kemendagri
Penuhi Permintaan Warga Aceh, Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Daging Meugang Rp 72,72 Miliar 

Penuhi Permintaan Warga Aceh, Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Daging Meugang Rp 72,72 Miliar 

Kemendagri
Kasatgas Tito Kawal Pemulihan Lahan Pertanian hingga Tambak yang Terendam Lumpur Akibat Bencana

Kasatgas Tito Kawal Pemulihan Lahan Pertanian hingga Tambak yang Terendam Lumpur Akibat Bencana

Kemendagri
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap

Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap

Kemendagri
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp 136 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp 136 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Kemendagri
Kasatgas Tito: Penyaluran Bansos di Wilayah Pascabencana Akan Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Kasatgas Tito: Penyaluran Bansos di Wilayah Pascabencana Akan Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Kemendagri
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda sebelum Lebaran 2026

Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda sebelum Lebaran 2026

Kemendagri
Gotong Royong Wujudkan Hunian Layak untuk Penyintas Bencana Sumatera

Gotong Royong Wujudkan Hunian Layak untuk Penyintas Bencana Sumatera

Kemendagri
Tri Tito Karnavian: Penguatan Keluarga Kunci Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak

Tri Tito Karnavian: Penguatan Keluarga Kunci Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak

Kemendagri
Ini Cara Satgas PRR Bikin Faskes di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih dengan Cepat

Ini Cara Satgas PRR Bikin Faskes di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih dengan Cepat

Kemendagri
Bersama Para Menteri, Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak

Bersama Para Menteri, Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak

Kemendagri
Satgas PRR Rampungkan 15.346 Unit Huntara, Progres Capai 81 Persen

Satgas PRR Rampungkan 15.346 Unit Huntara, Progres Capai 81 Persen

Kemendagri
Mendagri Tandatangani SKB 7 Menteri Terkait Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI

Mendagri Tandatangani SKB 7 Menteri Terkait Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com