Duduk Bersama Forkopimda se-Sumatera Utara, Mendagri: Percepatan Pemulihan Pascabencana Prioritas Utama

Kompas.com - 12/01/2026, 21:21 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera menjadi prioritas utama pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), para kepala daerah se-Provinsi Sumut, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (12/1/2026).

Tito menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Satgas ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga guna memastikan proses pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Tito menambahkan, Presiden Prabowo mempercayakan dirinya sebagai Ketua Satgas. Sejak itu, ia segera melakukan langkah-langkah konsolidasi, termasuk pemetaan tingkat kenormalan wilayah terdampak bencana.

Selain itu, Tito menghimpun berbagai persoalan di lapangan, termasuk aspirasi para kepala daerah terkait percepatan penanganan pascabencana.

Sebelum menggelar pertemuan dengan forkopimda di Sumut, ia juga telah mengadakan forum serupa bersama Forkopimda Provinsi Aceh.

Lebih lanjut, Tito mengungkapkan sejumlah indikator pulihnya suatu daerah pascabencana. Indikator tersebut meliputi berfungsinya pemerintahan, pulihnya layanan publik, tersedianya akses pendukung, hingga kembali bergeraknya roda perekonomian.

Baca juga: Konflik AS dan Venezuela Kian Panas, Akankah Berdampak pada Perekonomian RI?

“(Salah satu indikator penting itu) kabupaten dan kota, pemerintahannya berjalan lancar. Paling tidak tingkat kabupaten dulu berjalan lancar, setelah itu kecamatan dan desa,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Berdasarkan pengecekan di sejumlah titik serta laporan para kepala daerah se-Sumut, Tito menyebutkan bahwa kondisi wilayah terdampak bencana cukup beragam.

Namun, secara umum daerah-daerah tersebut menunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Hal ini terlihat dari mulai normalnya penyelenggaraan pemerintahan di sejumlah wilayah.

Meski demikian, di tingkat desa masih terdapat beberapa daerah yang terdampak sehingga membutuhkan penanganan lebih maksimal.

Di sisi lain, kerusakan akses dan ruas jalan di sejumlah daerah juga menjadi perhatian pemerintah.

Oleh karena itu, Tito menegaskan bahwa pemerintah bersama pihak terkait akan terus bekerja sama untuk memulihkan kondisi tersebut.

Baca juga: Diabetes Merugikan Ekonomi Global Hingga Triliunan Dolar

Ekonomi daerah mulai pulih pascabencana

Dalam forum tersebut, Tito juga menyampaikan bahwa secara umum kondisi perekonomian masyarakat telah berangsur pulih.

“Dari sisi ekonomi, kabar baiknya, hampir semua pasar, restoran, dan warung sudah kembali beroperasi,” ucap Tito.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kerja keras pemerintah pusat dan daerah, serta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dinilai berhasil mendorong percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera.

Apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan pemerintah kabupaten/kota yang dinilai responsif dalam penanganan bencana.

Bahkan, menurut Tito, Sumut termasuk salah satu daerah yang cepat mengeksekusi langkah-langkah penanganan, termasuk penyaluran bantuan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sejumlah persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah, seperti sedimentasi di beberapa sungai yang akan diusulkan untuk dinormalisasi. Selain itu, perbaikan akses jalan juga akan terus dilakukan bersama pihak terkait.

“Perbaikan akses jalan darat sudah kita sampaikan. Data detailnya, rekan-rekan bupati dan wali kota diharapkan dapat merekap. Jika memiliki data detail mengenai ruas jalan yang rusak—baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota—dapat dilaporkan kepada pemerintah pusat,” tegas Tito.

Baca juga: Awal Januari 2026, BNPB Catat Banjir Landa 8 Provinsi

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumut Surya, jajaran forkopimda se-Sumut, serta para kepala daerah se-Sumut.

Terkini Lainnya
Mendagri Dorong Kolaborasi Demi Kejar Target Pemulihan Pascabencana Sumatera

Mendagri Dorong Kolaborasi Demi Kejar Target Pemulihan Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Dilantik Jadi Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Perempuan dan Keluarga

Dilantik Jadi Ketua Perwosi, Tri Tito Karnavian Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Perempuan dan Keluarga

Kemendagri
Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri Ajak Satgas Jaga Kekompakan

Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri Ajak Satgas Jaga Kekompakan

Kemendagri
Sering Bertugas di Luar Kemendagri, Tito Minta 3 Pejabat Tinggi Madya Baru Cakap dan Cepat

Sering Bertugas di Luar Kemendagri, Tito Minta 3 Pejabat Tinggi Madya Baru Cakap dan Cepat

Kemendagri
Mendagri: Kreativitas Kepala Daerah Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Mendagri: Kreativitas Kepala Daerah Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Kemendagri
Mendagri Apresiasi Kementerian KP Turunkan Taruna untuk Bantu Daerah Terdampak Bencana

Mendagri Apresiasi Kementerian KP Turunkan Taruna untuk Bantu Daerah Terdampak Bencana

Kemendagri
Kerja Maraton Mendagri Tito Karnavian Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kerja Maraton Mendagri Tito Karnavian Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Mendagri Kumpulkan Kepala Daerah se-Sumbar, Himpun Masukan Percepatan Penanganan Pascabencana

Mendagri Kumpulkan Kepala Daerah se-Sumbar, Himpun Masukan Percepatan Penanganan Pascabencana

Kemendagri
Duduk Bersama Forkopimda se-Sumatera Utara, Mendagri: Percepatan Pemulihan Pascabencana Prioritas Utama

Duduk Bersama Forkopimda se-Sumatera Utara, Mendagri: Percepatan Pemulihan Pascabencana Prioritas Utama

Kemendagri
Pastikan Kondisi Daerah Terdampak Bencana Aceh, Mendagri Cek Infrastruktur di Bener Meriah

Pastikan Kondisi Daerah Terdampak Bencana Aceh, Mendagri Cek Infrastruktur di Bener Meriah

Kemendagri
Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Tinjau Persawahan Aih Badak di Gayo Lues, Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak

Kemendagri
Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Mendagri Serahkan Bantuan Gerobak Dorong dan Bahan Makanan untuk Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Kemendagri
Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Percepat Penanganan Bencana, Mendagri Serap Aspirasi Kepala Daerah Se-Aceh

Kemendagri
Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Kemendagri
Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com