Indonesia Apresiasi Kesuksesan Presidensi G20 India 2023

Kompas.com - 08/11/2023, 18:22 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi atas kesuksesan India selaku Presidensi Group of Twenty (G20) bidang ketenagakerjaan telah berhasil menyelenggarakan serangkaian pertemuan tingkat pejabat senior hingga tingkat Menteri Tenaga Kerja dan Perburuhan (Menaker) G20 sepanjang 2023.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berharap hasil dari berbagai pertemuan G20 Employment Working Group (EWG) atau Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20 yang telah terlaksana dapat mendorong kebangkitan dunia ketenagakerjaan secara bersama-sama.

Kepala Biro (Kabiro) Kerja Sama Kemenaker Arif Hidayat mengatakan, pihaknya mewakili pemerintah Indonesia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan telah menyukseskan Presidensi G20 India bidang ketenagakerjaan.

“Mulai dari negara anggota G20, negara pengamat tetap, negara undangan, organisasi-organisasi internasional, mitra sosial dan perwakilan lembaga atas dukungan dan kontribusi yang luar biasa sepanjang perjalanan ini,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (8/11/2023).

Baca juga: Sejarah dan Tujuan Terbentuknya G20, Berawal dari Kegagalan G7

Arif berharap seluruh negara anggota G20 berkomitmen melanjutkan pencapaian Presidensi India selama G20 2023.

Ia juga mengimbau semua negara anggota G20 untuk teguh dedikasi terhadap pencapaian Presidensi G20 sebelumnya.

Arif menegaskan kesinambungan tujuan sangat penting untuk mencapai kemajuan yang berarti.

"Kami siap dan bersedia berkolaborasi dengan seluruh anggota G20, negara pengamat tetap, negara undangan, organisasi internasional, serta mitra sosial untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja kita dan mendorong pembangunan berkelanjutan," ucapnya dalam pertemuan informal Handover Kelompok Kerja Ketenagakerjaan G20 di Jenewa, Swiss.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Negara G20 Terapkan Standar Ganda pada Palestina

Tak lupa, Arif menyampaikan kepada negara Brasil yang menjadi Presiden G20 2024. Ia meyakini Brasil akan memimpin dengan tingkat keunggulan dan dedikasi serupa yang ditunjukkan India selama masa jabatan mereka.

"Kami sangat menantikan kolaborasi erat dengan Brasil dan mendukung sepenuh hati kedatangan mereka,” kata Arif.

Kemenaker juga memberikan ucapan selamat kepada Afrika Selatan sebagai wakil ketua yang baru diangkat dan anggota Troika untuk 2024.

Troika adalah bentuk kepemimpinan suatu organisasi atau sidang yang dijabat tiga pihak dengan peran sama.

Baca juga: 4 Fungsi Manajemen dalam Organisasi

Ucapan tersebut juga ditujukan atas terpilihnya Indonesia menjadi anggota Troika dan Co-Ketua Kelompok Kerja Ketenagakerjaan G20 pada 2023.

"Kami tetap komitmen tujuan G20 untuk mengatasi tantangan rumit di bidang ketenagakerjaan dan tenaga kerja,” imbuh Arif.

Terkini Lainnya
Menaker Sebut Sertifikasi Kompetensi Jadi Bekal Penting Lulusan Magang

Menaker Sebut Sertifikasi Kompetensi Jadi Bekal Penting Lulusan Magang

Kemenaker
Ahli Waris Korban KA Bekasi Terima Santunan Rp 435 Juta, Menaker Tekankan Jaminan Sosial

Ahli Waris Korban KA Bekasi Terima Santunan Rp 435 Juta, Menaker Tekankan Jaminan Sosial

Kemenaker
Kado May Day 2026, Menaker Pastikan Pekerja di Kapal Dapat Hak Standar Internasional

Kado May Day 2026, Menaker Pastikan Pekerja di Kapal Dapat Hak Standar Internasional

Kemenaker
Kemnaker–Transjakarta Buka Peluang Kerja di Transportasi, Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Kemnaker–Transjakarta Buka Peluang Kerja di Transportasi, Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Kemenaker
Magang Nasional Batch I Tuntas, Kemnaker Siapkan Sertifikasi Gratis dan

Magang Nasional Batch I Tuntas, Kemnaker Siapkan Sertifikasi Gratis dan "Jalur Cepat" Kerja via KarirHub

Kemenaker
Kemnaker Salurkan Rp 32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Kemnaker Salurkan Rp 32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Kemenaker
Menaker: RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Menaker: RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Kemenaker
Genjot Serapan Tenaga Kerja, Menaker Targetkan 70.000 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Genjot Serapan Tenaga Kerja, Menaker Targetkan 70.000 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Kemenaker
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tetapi Penjaga Hak Pekerja

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tetapi Penjaga Hak Pekerja

Kemenaker
Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Kemenaker
Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

Kemenaker
Kemnaker Perkuat Integrasi MagangHub dengan Sertifikasi Kompetensi

Kemnaker Perkuat Integrasi MagangHub dengan Sertifikasi Kompetensi

Kemenaker
Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Kemenaker
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI

Kemenaker
1.500 Peserta Lolos Program Pemagangan Nasional Batch I Gelombang 2

1.500 Peserta Lolos Program Pemagangan Nasional Batch I Gelombang 2

Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com