Kurir Keluhkan Sistem E-Commerce, Kemenaker Akan Tinjau Pola Kemitraan

Kompas.com - 13/08/2021, 08:33 WIB
A P Sari

Penulis

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah driver dan kurir e-commerce secara virtual, Kamis (12/8/2021).DOK. Humas Kemenaker Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah driver dan kurir e-commerce secara virtual, Kamis (12/8/2021).

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau dan mengevaluasi pola kemitraan sejumlah e-commerce yang ada di Indonesia.

“Ini agar posisi tawar driver ( kurir) terhadap aplikator maupun perusahaan jasa pengantar barang bisa lebih setara. Hubungan kemitraan jangan sampai membatasi hak dan keselamatan para driver,” ujar Ida melalui keterangan pers resmi, dikutip Kompas.com, Jumat (12/8/2021).

Hal tersebut dilakukan Ida sebagai bentuk tindak lanjut Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemenaker) dalam merespons keluhan para kurir e-commerce.

Tak hanya mendengarkan keluhan mereka, Kemenaker bahkan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membicarakan tentang tarif angkutan barang.

Baca juga: Penuhi Hak Pekerja Penyandang Disabilitas, Kemenaker Gelar Unit Layanan Disabilitas

Menurut dia, jam kerja yang panjang menjadi penyebab utama para kurir mengalami kecelakaan di jalan raya.

“Tarif antar yang minim membuat mereka sering bekerja di luar kapasitas normal sebagai manusia. Perlindungan mereka sama pentingnya dengan perlindungan para konsumen e-commerce,” tutur Ida.

Sebelumnya, Kemenaker menggelar pertemuan dengan sejumlah kurir e-commerce secara virtual, Kamis.

Pertemuan itu diadakan menyusul adanya petisi online di change.org yang berjudul “Menaker Ida, Tolong Lindungi Kurir E-Commerce, Mereka Belum Aman dan Sejahtera”. Hingga saat ini petisi ini telah ditandatangani 6.563 orang.

Baca juga: Kunjungi BBPLK Semarang, Sekjen Kemenaker Sampaikan 2 Pesan Ini

Dalam dialog yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut, para kurir didampingi sejumlah organisasi dan akademisi. Mereka, di antaranya Emancipate.id, Asosiasi Driver Online, Trade Union Rights Centre (TURC), Lalamok, Serikat Pekerja 4.0, serta beberapa akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain Menaker Ida, Kemenaker turut diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenaker Anwar Sanusi, Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Indah Putri Anggoro, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan Yuli Adiratna, serta Staf Khusus Menaker Dita Indah Sari.

Pada pertemuan itu, para kurir mengeluhkan masalah-masalah dengan e-commerce yang sedang dihadapi. Semua keluhan mereka mengalir dengan lancar dan ditanggapi oleh Kemenaker.

Baca juga: Kemenaker Upayakan Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta Cair Pekan Ini

Beberapa permasalahan yang dibahas, antara lain tarif per kilometer (km) yang minim, jam kerja panjang (10-12 jam), perlakuan tidak bersahabat dari konsumen, pola kemitraan yang tidak sehat, ketiadaan regulasi perlindungan, hingga perjanjian kerja yang hanya berbentuk lisan.

Terkini Lainnya
Soal Komitmen Presiden Prabowo Hapus
Soal Komitmen Presiden Prabowo Hapus "Outsourcing", Menaker: Jadi Landasan Permenaker
Kemenaker
Peringati May Day 2025, Menaker Dorong Kolaborasi untuk Jawab Tantangan Ketenagakerjaan
Peringati May Day 2025, Menaker Dorong Kolaborasi untuk Jawab Tantangan Ketenagakerjaan
Kemenaker
Menaker Jajaki Kerja Sama Penyiapan Tenaga Kerja dengan UEA dan China di Forum LEMM BRICS
Menaker Jajaki Kerja Sama Penyiapan Tenaga Kerja dengan UEA dan China di Forum LEMM BRICS
Kemenaker
Di Forum BRICS, Menaker RI Dorong Tata Kelola AI yang Adil dan Kolaboratif
Di Forum BRICS, Menaker RI Dorong Tata Kelola AI yang Adil dan Kolaboratif
Kemenaker
Staf Khusus Menaker RI dan Bupati Pringsewu Resmi Buka Sosialisasi Magang ke Luar Negeri
Staf Khusus Menaker RI dan Bupati Pringsewu Resmi Buka Sosialisasi Magang ke Luar Negeri
Kemenaker
Bambang Irawan: Mari Tingkatan Kompetensi SDM melalui Program Magang ke Luar Negeri
Bambang Irawan: Mari Tingkatan Kompetensi SDM melalui Program Magang ke Luar Negeri
Kemenaker
Kemenaker dan Kementerian PPPA Perkuat Sinergi Ketenagakerjaan lewat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kemenaker dan Kementerian PPPA Perkuat Sinergi Ketenagakerjaan lewat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kemenaker
Lepas 1.500 Peserta Magang ke Luar Negeri, Menaker: Manfaatkan untuk Pengembangan Diri
Lepas 1.500 Peserta Magang ke Luar Negeri, Menaker: Manfaatkan untuk Pengembangan Diri
Kemenaker
Menaker: Program MBG Serap Tenaga Kerja Cukup Besar
Menaker: Program MBG Serap Tenaga Kerja Cukup Besar
Kemenaker
Menaker: SDM Unggul Jadi Kunci Masa Depan Industri Indonesia
Menaker: SDM Unggul Jadi Kunci Masa Depan Industri Indonesia
Kemenaker
Wamenaker: Industri Tekstil Harus Bangkit, Saatnya Aksi Nyata
Wamenaker: Industri Tekstil Harus Bangkit, Saatnya Aksi Nyata
Kemenaker
Gagal SNBP? Polteknaker Tawarkan Beasiswa Penuh untuk Lulusan SMA/SMK
Gagal SNBP? Polteknaker Tawarkan Beasiswa Penuh untuk Lulusan SMA/SMK
Kemenaker
Kemnaker dan Kemenhut Berkolaborasi Perluas Kesempatan Kerja melalui Agroforestri
Kemnaker dan Kemenhut Berkolaborasi Perluas Kesempatan Kerja melalui Agroforestri
Kemenaker
Enam Bulan Masa Transisi, Menaker Ajak Jajarannya Tingkatkan Prestasi
Enam Bulan Masa Transisi, Menaker Ajak Jajarannya Tingkatkan Prestasi
Kemenaker
Peluang Kerja di Dalam dan Luar Negeri Terbuka Lebar, Menaker: Manfaatkan!
Peluang Kerja di Dalam dan Luar Negeri Terbuka Lebar, Menaker: Manfaatkan!
Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke