Mudik Lebaran 2018, Seluruh Pesawat Lulus "Ramp Check"

Kompas.com - 12/06/2018, 04:05 WIB
Kurniasih Budi

Penulis


KOMPAS.com - Seluruh pesawat maskapai nasional (beregistrasi PK) dinilai layak terbang selama musim mudik Lebaran tahun ini.

Menjelang libur Lebaran, Ditjen Perhubungan Udara melakukan ramp check sebanyak 1.026 pemeriksaan terhadap pesawat maskapai nasional (beregistrasi PK).

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan, pemeriksaan dilakukan sejak 1 Mei 2018 hingga 9 Juni 2018.

Berdasarkan hasil rampcheck, ia melanjutkan, tidak banyak didapat temuan yang berarti dan bisa mengganggu keselamatan operasional penerbangan.

(Baca: Stakeholder Penerbangan Wajib Lakukan Ini Selama Libur Lebaran 2018)

"Dari hasil rampcheck, semua pesawat layak terbang. Temuan-temuannya sangat kecil dan sebagian besar sudah langsung diperbaiki dan disampaikan surat pemberitahuan kepada operator terkait," ujarnya dalam siaran tertulis, Senin (11/6/2018).

Sejumlah temuan yang langsung langsung diperbaiki di antaranya adalah nose wheel spot dan deep cut, placard hilang atau tidak terbaca, lampu kargo tidak menyala, lampu cabin tidak menyala, lanyard pada cargo rusak, cat radome terkelupas, serta arm rest rusak.

Berdasarkan hasil ramp check tersebut, 490 pesawat yang akan dipakai maskapai penerbangan nasional untuk melayani angkutan mudik dan balik selama Lebaran 2018 layak terbang (serviceable).

Pesawat yang laik terbang pada masing-masing operator yakni:

1. Garuda Indonesia 142 pesawat

2. Citilink Indonesia 52 pesawat

3. Sriwijaya Air 36 pesawat

Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (21/5/2018)KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Senin (21/5/2018)
4. NAM Air 15 pesawat

5. Lion Air 100 pesawat

6. Batik Air 48 pesawat

Pesawat Batik Air tergelincir di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Jumat (6/11/2015).TRIBUN JOGJA/BRAMASTO ADHY Pesawat Batik Air tergelincir di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Jumat (6/11/2015).
7. Wings Air 52 pesawat

8. Indonesia Air Asia 15 pesawat

9. Indonesia Air Asia Extra 9 pesawat

10. Trigana Air 11 pesawat

Pesawat penumpang Trigana Air tiba di Bandara Jayapura, 17 Agustus 2015, membawa tim dari BASARNAS untuk proses evakuasi Trigana Air PK-YRN jenis ATR 42 yang jatuh. Sebanyak 5 awak dan 49 penumpang pesawat dilaporkan tewas.AFP PHOTO / BIMA SAKTI Pesawat penumpang Trigana Air tiba di Bandara Jayapura, 17 Agustus 2015, membawa tim dari BASARNAS untuk proses evakuasi Trigana Air PK-YRN jenis ATR 42 yang jatuh. Sebanyak 5 awak dan 49 penumpang pesawat dilaporkan tewas.

11. Travel Express Aviation 4 pesawat

12. Transnusa Aviation Mandiri 6 pesawat

Kondisi kru maskapai

Pramugari maskapai Citilink Indonesia berseragam hijab menyapa dalam penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya, Senin (14/5/2018). Citilink Indonesia memperkenalkan seragam baru awak kabin salah satunya seragam pramugari berhijab guna menyabut bulan Ramadan dan seragam baru tersebut resmi dikenakan mulai Senin (14/5/2018) pada seluruh penerbangan Citilink.  ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR Pramugari maskapai Citilink Indonesia berseragam hijab menyapa dalam penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya, Senin (14/5/2018). Citilink Indonesia memperkenalkan seragam baru awak kabin salah satunya seragam pramugari berhijab guna menyabut bulan Ramadan dan seragam baru tersebut resmi dikenakan mulai Senin (14/5/2018) pada seluruh penerbangan Citilink.

Selain memeriksa pesawat, Ditjen Perhubungan Udara juga melakukan ramp check pada kru yang bertugas yakni pilot, perencana penerbangan (FOO), dan awak kabin.

Adapun maskapai yang diperiksa adalah Garuda, Lion, Batik, Wings, Sriwijaya, NAM, Indonesia AirAsia Xtra, Indonesia AirAsia, Citilink, Ekspress dan TransNusa.

"Dari total 3.844 pilot, 1.068 FOO, dan 8.769 awak kabin, semuanya laik terbang," ujar Agus.

Pemeriksaan langsung dilakukan terhadap lisensi kru. Sedangkan, pemeriksaan surveillance dilakukan terkait flight duty time, rest period, recurrent, dan mandatory training.

(Baca: Pilot dan Karyawan Garuda Tak Mogok Saat Libur Lebaran 2018)

Agus menjelaskan, pemeriksaan tersebut terbagi atas ramp check persiapan Lebaran (1 Mei 2018 hingga 6 Juni 2018) dan selama Lebaran (7 hingga 24 Juni 2018).

Ramp check dilaksanakan oleh gabungan Inspektur Kelaikudaraan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU) yang ada pada Direktorat KPPU dan Kantor Otoritas Bandar Udara seluruh Indonesia.

Inspektur tersebut terdiri dari Inspektur Operasi Pesawat Udara 88 orang, Inspektur Perawatan Pesawat Udara 54 orang, Cabin Safety Inspector 12 orang, dan FOO Inspector 4 orang.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.KOMPAS.com/Hendra Cipto Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Adapun ramp check persiapan angkutan Lebaran dilaksanakan di 17 bandar udara yaitu Soekarno Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu Medan, Makasar, Denpasar, Lombok, Manado, Ende, Gorontalo, Gunung Sitoli, Kupang, Labuan Bajo, Manokwari, Nabire, Riau, Sentani, dan Ternate.

Sedangkan pelaksanaan ramp check Lebaran dilakukan pada maskapai penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal di 36 bandara, di antaranya Soekarno Hatta, Halim Perdanakusuma, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Banda Aceh, Lampung, Pontianak, Jayapura, Biak, Gorontalo, Sorong, Ternate, dan Kendari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke