Ditjen Perhubungan Udara Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim

Kompas.com - 09/06/2018, 20:36 WIB
Kurniasih Budi

Penulis

KOMPAS.com - Pada hari ke-23 bulan suci Ramadhan ini, jajaran Ditjen Perhubungan Udara bersama stakeholder penerbangan nasional baik BUMN maupun swasta mengadakan santunan anak yatim.

Acara yang diadakan pada Jumat (8/6/2018) di kompleks gedung Kementerian Perhubungan itu dibuka oleh Dirjen Perhubungan Udara Menteri Perhubungan Agus Santoso.

"Di tengah kepadatan  melaksanakan program kegiatan sehari-hari, Saudara sekalian juga mendapat tugas untuk menyelesaikan program pemerintah yaitu menyelenggarakan angkutan Lebaran yang berlangsung sekitar 18 hari, mulai 7 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018," kata Agus dalam siaran tertulis, Sabtu (9/6/2018).

Untuk itu, pemerintah dan seluruh stakeholder penerbangan harus bekerja kerja.

(Baca: Stakeholder Penerbangan Wajib Lakukan Ini Selama Libur Lebaran 2018)

"Dalam kesempatan ini, marilah kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memohon bantuan dan petunjuk-Nya agar langkah-langkah dan upaya yang kita kerjakan mendapat ridho-Nya," katanya.

Agus berharap dengan pertolongan Allah SWT, tugas-tugas Ditjen Perhubungan Udara dan stakeholder penerbangan dapat terlaksana dengan baik dan dapat memberikan hasil yang maksimal serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

"Saya harap ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk selalu memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan pengabdian serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno mengatakan, kegiatan buka puasa bersama anak yatim merupakan penyelenggaraan kedua.

(Baca: Zakat yang Tepat untuk Anak Yatim)

Pada kegiatan pertama yang diselenggarakan pada 2017 lalu, telah diundang 1.000 anak yatim. Sedangkan, tahun ini anak yatim yang diundang meningkat menjadi 1.500 anak.

Ditjen Perhubungan Udara dan stakeholder penerbangan memberi santunan sejumlah Rp 1,32 miliar untuk 1.500 anak.

"Untuk buka puasa bersama tahun ini, Alhamdulillah kita dapat mengundang 1500 anak-anak yang soleh dan soleha ini untuk mendapatkan santunan langsung yang disampaikan oleh Bapak/Ibu dari stakeholder di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," ujar Pramintohadi.

Sajadah, Al-Quran dan barang lain yang diamankan sebelum insiden kebakaran tenda warga penolak pabrik semen Rembang, Sabtu (11/2/2017). Foto dok. Warga RembangKontributor Semarang, Nazar Nurdin Sajadah, Al-Quran dan barang lain yang diamankan sebelum insiden kebakaran tenda warga penolak pabrik semen Rembang, Sabtu (11/2/2017). Foto dok. Warga Rembang

Selain mendapatkan santunan berupa uang, anak yatim juga mendapat bingkisan berupa sajadah.
 
"Atas besarnya dana santunan tersebut, izinkanlah saya memberikan ucapan terimakasih yang tidak terhingga pada pimpinan Ditjen Perhubungan Udara, seluruh mitra kerja Perhubungan Udara dan berbagai pihak yang telah berpartisipasi secara bersama-sama ikut menyukseskan kegiatan pada hari ini," katanya.

Pihak BUMN dan swasta yang membantu acara ini di antaranya Perum LPPNPI/ Airnav Indonesia, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia, PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Lion Mentari Airlines, PT Sriwijaya Air, PT Citilink Indonesia, PT Indonesia Airasia, PT GMF Aeroasia, PT Gapura Angkasa, PT Jasa Angkasa Semesta, PT Asi Pujiastuti Aviation, PT Marta Buana Abadi (Dimonim), PT Whitesky Aviation, PT Cardig Air, PT Trigana Air, PT Airfast Indonesia, PT My Indo Airlines, PT Asialink Cargo, PT Tri MG Airlines, dan PT Aerofood ACS.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com