Gantikan Temindung, Bandara APT Pranoto Samarinda Resmi Beroperasi

Kompas.com - 24/05/2018, 21:32 WIB
Auzi Amazia Domasti,
Kurniasih Budi

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, mulai beroperasi pada Kamis (24/5/18). 

Kini, masyarakat sekitar Samarinda memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara dengan konektivitas yang lebih terkangkau, tak harus ke Bandara Sepinggan di Balikpapan.

Bandara APT Pranoto ini merupakan bandara pengganti atau relokasi dari Bandara Temindung.

Alasannya karena bandara tersebut sudah tak bisa dikembangkan lagi dengan panjang landasan yang berukuran 1.040 x 23 meter dan hanya bisa melayani pesawat sekelas ATR 42 dengan restriksi khusus.

(Baca: Bandara APT Pranoto Siap Gantikan Bandara Temindung Samarinda)

Selain itu, kompleks bandara berada di lokasi padat penduduk dan rentan banjir. Karena rawan bahaya keamanan dan keselatan penerbangan, bandara pun di relokasi.

Dengan pembangunan Bandara APT Pranoto, perkembangan dan pemerataan ekonomi di wilayah Kalimantan Timur diharapkan semakin meningkat.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Farouk, mengatakan bandara ini sangat diperlukan untuk kesinambungan perekonomian di Kalimantan Timur.

Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, resmi beroperasi Kamis (24/5/2018).Dok. Humas Ditjen Hubud Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, resmi beroperasi Kamis (24/5/2018).

Selain dari sektor pertambangan migas, kehutanan dan perkebunan, sektor pariwisata juga dapat dikembangkan.

"Rencana induk pariwisata sudah kita buat. Namun rencana itu butuh pembangunan infrastruktur dengan demikian pariwisata bisa menyumbang penghasilan asli daerah (PAD) bagi Kalimantan Timur," ujarnya.

Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/5/2018)KOMPAS.com/ AUZI AMAZIA DOMASTY Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/5/2018)

Ia berharap bandara ini berfungsi dengan baik dan tidak memiliki permasalahan di kemudian hari. Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) juga diizinkan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Infrastruktur bandaranya sudah bagus, saya harapkan layanannya kepada penumpang nanti juga bagus," katanya

Rute penerbangan

Menurut Kepala Unit Pelaksana Badan Udara (UPBU) Temindung yang kemudian beralih menjadi UPBU APT Pranoto, Wahyu Siswoyo, rute internasional dan domestik berpotensi untuk dilayani.

Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur resmi beroperasi Kamis (24/5/2018)KOMPAS.com/ AUZI AMAZIA DOMASTY Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur resmi beroperasi Kamis (24/5/2018)

Ada pun rute domestik yang dilayani di antaranya Samarinda-Jakarta, Samarinda-Surabaya, Samarinda-Palangkaraya, Samarinda-Banjarmasin, Samarinda-Makassar, dan Samarinda-Mamuju. 

Sementara itu, rute internasional yang dilayani yakni Samarinda-Kuala Lumpur, Samarinda-Kuching, Samarinda-Kinibalu, Samarinda-Brunei Darussalam, dan Samarinda-Singapura.

Pada tahap awal setelah peresmian, penggunaan Bandara APT Paranoto akan melayani rute penerbangan yang telah ada di Bandar Udara Temindung. 

"Setelah itu, akan kita kembangkan lebih lanjut. Saat ini, sudah ada permintaan dari maskapai Garuda, Lion grup, dan Sriwijaya grup untuk membuka penerbangan ke Jakarta, Surabaya, dan Makassar," ujarnya.

Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur resmi beroperasi Kamis (24/5/2018)KOMPAS.com/ AUZI AMAZIA DOMASTY Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur resmi beroperasi Kamis (24/5/2018)

Letak Bandara APT Pranoto berada di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Jaraknya 18,41 kilometer dari pusat kota.

Landas pacu bandara baru itu berukuran 2.250 x 45 meter yang dapat melayani pesawat sekelas Boeing B737 NG atau Airbus A320.

Dengan begitu, bandara ini bisa melayani penerbangan jarak dekat mau pun jauh untuk membangun konektivitas penerbangan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com