Bandara APT Pranoto Siap Gantikan Bandara Temindung Samarinda

Kurniasih Budi
Kompas.com - Selasa, 10 April 2018
Bandara Temindung, Samarinda, Kalimantan Timur.Wikipedia Bandara Temindung, Samarinda, Kalimantan Timur.


KOMPAS.com - Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto yang berada di Sungai Siring Samarinda siap menggantikan operasional Bandara Temindung di Kalimantan Timur. Finalisasi verifikasi untuk mendapatkan sertifikat bandara udara akan diselesaikan sebelum bandara beroperasi.

Hal itu terkait Aeronautical Information Regulation And Control (AIRAC) Aeronautical Informations Publication (AIP) Supplement no 11/ 18 tertanggal 29 Maret 2018 tentang pengoperasian Bandara APT Pranoto yang akan dimulai pukul 00.00 UTC atau pukul 08.00 WITA tanggal 24 Mei 2018.

Bandara APT Pranoto mulai dibangun pada 2011 dan selesai terminal pada 2013 oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Selesai dibangun, bandara ini belum memiliki taxiway, appron (pelataran pesawat), runway, peralatan pemadam kebakaran, dan listrik.

Pada awal 2015, bandara ini dibangun kembali dengan merampungkan bangunan sisi udara secara bertahap. Selanjutnya, pada 2016 diikuti dengan penyerahan bandara dari Gubernur Kalimantan Timur kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk dikembangkan dan dioperasionalkan.

(Baca: 7 Bandara Baru Terbangun di Era Jokowi)

“Hal ini sesuai pesan dari Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang mandeg demi kepentingan masyarakat sekitar. Kami melakukan langkah-langkah finalisasi dan percepatan  pengoperasian bandara ini," ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso di Samarinda, Minggu (8/4/2018).

Sejak awal 2018, Ditjen Perhubungan Udara sudah melakukan beberapa kegiatan tambahan untuk memastikan standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayanan di bandara terpenuhi. Hal itu sesuai dengan annex 14 ICAO dan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil part 139 tentang Aerodromes. Beberapa kegiatan tambahan tersebut seperti pembuatan runway strip, landscape, dan pemagaran kompleks bandara.

Menurut Agus, pengoperasian Bandara APT Pranoto ini sangat mendesak demi konektivitas penerbangan di Samarinda. Alasannya, imbuhnya, Bandara Temindung Samarinda Lama yang ada saat ini sudah tidak dapat dikembangkan.

Panjang landasan yang berukuran 1.040 meter x 23 meter hanya bisa melayani pesawat sekelas ATR 42 dengan restriksi khusus. Landasan tidak bisa diperpanjang karena terletak di tengah permukiman padat kota Samarinda. Selain itu, kompleks Bandara Temindung juga menjadi daerah langganan banjir.

(Baca juga: Pemprov Kaltim Kembangkan Delapan Kawasan Prioritas)

"Sebagai ibukota propinsi yang terus berkembang, Samarinda seharusnya mempunyai bandara yang representatif. Bandara APT Pranoto yang landas pacunya berukuran 2.250 meter x 45 meter ini bisa melayani pesawat sekelas Boeing B737 NG atau Airbus A320. Sehingga bisa melayani penerbangan jarak dekat dan jauh untuk membangun konektivitas penerbangan," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Salman Lumoindong, mengatakan Provinsi Kalimantan Timur akan mengembangkan pariwisata untuk mengganti sektor pertambangan sebagai pendapatan asli daerah.

"Dulu kami mengandalkan pertambangan namun terbukti sekarang mulai habis. Sekarang kami akan ganti dengan pariwisata. Bandara ini nantinya bisa mengantarkan wisatawan dari luar negeri ke destinasi wisata eksotik seperti Kepulauan Derawan," ujarnya.

Masyarakat Samarinda memang sudah mengharapkan Bandara APT Pranoto segera beroperasi. Keberadaan bandara selain bisa meningkatkan pariwisata juga diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat adat setempat sehingga kesejahteraannya meningkat.

"Kalau bisa anak muda Dayak di sekitar bandara juga dipekerjakan. Bisa dididik dulu sehingga sesuai dengan kebutuhan bandara," ujar Pemandu Lamin Adat Dayak Kenya di Pampang, Kaik Simson.

Pulau Derawan di Kalimantan Timur.BARRY KUSUMA Pulau Derawan di Kalimantan Timur.

Ia meminta Presiden Joko Widodo mengunjungi masyarakat Suku Dayak Kenya di Pampang usai meresmikan Bandara Samarinda Baru. Sebab masyarakat Dayak Kenya tinggal di kecamatan yang sama dengan bandara. Dengan kehadiran Jokowi, Simson berharap Suku Dayak Kenya bisa lebih dikenal masyarakat sehingga menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri.

Kepala UPBU Temindung, Wahyu Siswoyo, menjelaskan Bandara APT. Paranoto untuk tahap awal akan melayani rute penerbangan yang telah ada selama ini di Bandar Udara Temindung. "Akan kami kembangkan lebih lanjut. Saat ini, sudah ada permintaan dari maskapai Garuda, Lion grup, dan Sriwijaya grup untuk membuka penerbangan ke Jakarta, Surabaya, dan Makassar," ujarnya.

Sebelum Bandara APT Pranoto resmi beroperasi, proving flight dari Bandara Temindung ke Bandara APT Pranoto akan dilakukan pada akhir April 2018.

PenulisKurniasih Budi
EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Antisipasi Virus Corona, Maskapai Indonesia Stop Terbang ke Wuhan
Antisipasi Virus Corona, Maskapai Indonesia Stop Terbang ke Wuhan
DJPU Kemenhub
Cegah Pneumonia Berat, Kemenhub Perketat Penerbangan dari Tiongkok dan Hongkong
Cegah Pneumonia Berat, Kemenhub Perketat Penerbangan dari Tiongkok dan Hongkong
DJPU Kemenhub
Ditjen Hubud Perang Lawan Narkoba
Ditjen Hubud Perang Lawan Narkoba
DJPU Kemenhub
Sektor Penerbangan Siap Sukseskan Asian Games 2018
Sektor Penerbangan Siap Sukseskan Asian Games 2018
DJPU Kemenhub
Evaluasi Penggunaa ADS-B untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan
Evaluasi Penggunaa ADS-B untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan
DJPU Kemenhub
Kemenhub Gelar
Kemenhub Gelar "Ramp Check" Penerbangan Haji
DJPU Kemenhub
Pemerintah Ajak
Pemerintah Ajak "Stakeholder" Kembangkan Bisnis Penerbangan Nasional
DJPU Kemenhub
Dirjen Perhubungan Udara Jelaskan Letusan Senjata di Bandara Soetta
Dirjen Perhubungan Udara Jelaskan Letusan Senjata di Bandara Soetta
DJPU Kemenhub
Tingkatkan Pelayanan, Pemerintah Naikkan Tarif Navigasi Penerbangan
Tingkatkan Pelayanan, Pemerintah Naikkan Tarif Navigasi Penerbangan
DJPU Kemenhub
Dirjen Perhubungan Udara Gelar
Dirjen Perhubungan Udara Gelar "Ramcheck" Pesawat Jamaah Haji
DJPU Kemenhub
Tol Udara untuk Tekan Disparitas Harga di Wilayah Pedalaman
Tol Udara untuk Tekan Disparitas Harga di Wilayah Pedalaman
DJPU Kemenhub
Dongkrak Perekonomian Indonesia, Maskapai Berbiaya Murah Harus Aman
Dongkrak Perekonomian Indonesia, Maskapai Berbiaya Murah Harus Aman
DJPU Kemenhub
Pemerintah Tunjuk Dua Maskapai untuk Layani Penerbangan Haji Tahun Ini
Pemerintah Tunjuk Dua Maskapai untuk Layani Penerbangan Haji Tahun Ini
DJPU Kemenhub
Penanganan Dampak Erupsi Gunung Berapi di Indonesia Dipuji
Penanganan Dampak Erupsi Gunung Berapi di Indonesia Dipuji
DJPU Kemenhub
Indonesia-Perancis Bahas Perbaikan Keselamatan Penerbangan
Indonesia-Perancis Bahas Perbaikan Keselamatan Penerbangan
DJPU Kemenhub