Ini yang Mesti Dilakukan Bila Terjadi Pendaratan Darurat

Kompas.com - 14/03/2018, 14:17 WIB
Kurniasih Budi

Penulis

KOMPAS.com - Tak satu pun penumpang pesawat menginginkan adanya kendala saat penerbangan. Namun, kadang ada hal di luar kontrol yang bisa terjadi saat penerbangan.

Salah satu hal yang bisa saja terjadi adalah pendaratan darurat saat terjadi gangguan serius dalam penerbangan.

Seperti yang terjadi pada pesawat Airfast yang mendarat darurat di perairan Ocarina, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (10/3/2018) lalu. Pesawat tipe kecil jenis Tryouter berhasil dievakuasi, Minggu (11/3/2018).

Bila hal itu terjadi, tetaplah tenang saat mendengar pengumuman bahwa pesawat akan melakukan pendaratan darurat.

Baca: Alami Kendala Teknis, Pesawat Airfast Mendarat Darurat di Laut Ocarina

Melalui akun Instagram @djpu151, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau penumpang agar mengikuti instruksi dari awak kabin.

Segera tegakkan sandaran kursi, buka penutup jendela dan pastikan sabuk keselamatan telah terpasang dengan benar dan kuat, kemudian perhatikan dan ikuti perintah dari awak kabin.

Sesaat sebelum mendarat, awak kabin akan memberi aba-aba, “Brace for impact!” Seluruh penumpang diminta untuk merunduk.

Agar penumpang selamat, aman, dan nyaman sebaiknya membaca petunjuk keselamatan yang berada di kantong kursi sebelum pesawat take off. Dalam lembar petunjuk keselamatan tersebut divisualisasikan sikap-sikap yang aman saat pendaratan darurat terjadi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com