Pentingnya Sinkronisasi untuk Penyelenggaraan Bantuan Sosial

Anissa Dea Widiarini
Kompas.com - Senin, 17 Desember 2018
Pentingnya Sinkronisasi untuk Penyelenggaraan Bantuan SosialKOMPAS.com/Anissa Dea WidiariniDirektur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Eduard Sigalingging, saat menjadi pembicara pada Workshop Persiapan Pelaksanaan Bantuan Sosial Penanganan Fakir Miskin Tahun 2019, di Hotel Best Western, Jakarta, Senin (17/12/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com
- Koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dibutuhkan untuk memastikan penyelenggaraan bantuan sosial ( bansos) di daerah terlaksana. 

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Eduard Sigalingging mengatakan, meski setiap daerah telah memiliki otonomi sendiri, tapi koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat tetap penting.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pada undang-undang ini dijelaskan bahwa pemerintahan pusat melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh daerah provinsi.

Pembinaan dan pengawasan tersebut kemudian dikoordinasikan oleh kementerian dan menteri. Selain itu, pemerintah pusat juga memegang tanggung jawab akhir atas penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Baca jugaKemensos Targetkan BPNT Tersalurkan ke 151 Kabupaten pada 2019

“Sehingga pembagian urusan yang sudah diotonomkan ke daerah dan tanggung jawab mendagri untuk mengawal urusan itu berjalan atau tidak. Tentu kita koordinasi dengan kementerian/lembaga,” ucap Eduard dalam Workshop Persiapan Pelaksanaan Bantuan Sosial Penanganan Fakir Miskin Tahun 2019, di Hotel Best Western, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Untuk itu, lanjut Eduard, sejak awal pemerintah telah melakukan pemetaan terkait kondisi dan masalah-masalah apa saja yang terjadi di lapangan.

Kemendagri melakukan pula koordinasi teknis (kortek) dengan kementerian lain. Dalam hal ini Kementerian Sosial ( Kemensos) untuk memastikan kebijakan serta program yang dirancang  masuk ke dalam program pemerintah daerah dan dilaksanakan. 

“Ya memang ada keluhan-keluhan dari Kemensos. Selama ini di daerah itu tidak mendukung sepenuhnya kebijakan-kebijakan terkait,” terang Eduard.

Mengurangi permasalahan

Selain itu, koordinasi dan sinkronisasi penting pula untuk mengurangi permasalahan penyaluran bansos di lapangan. Menurut Eduard, ada beberapa persoalan yang dihadapi pemerintah daerah, seperti masalah pembiayaan, sumber daya manusia, hingga dukungan sarana prasarana.

Misalnya, terang Eduard, saat pembagian bansos berupa beras. Masih terdapat kendala untuk mendistribusikan bansos ke lokasi. 

“Contohnya, kami menyalurkan bantuan sampai ke pusat-pusat distribusi. Namun, saat menyalurkan bansos dari pusat distribusi sampai ke lokasi penerima bantuan itu, mereka (pemerintah daerah) tidak punya anggaran,” ucap Eduard.

Menurut dia, untuk mengatasi permasalahan tersebut, ke depannya pemerintah akan mengadakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana ini nanti akan digunakan untuk menyelesaikan kekurangan pembiayaan, kesenjangan fiskal, serta keterbatasan APBD. 

Baca jugaKerja Sama dengan B2P3KS Yogyakarta, Kemensos Evaluasi Bansos Pangan

“Itu bisa kami koordinasikan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan kementerian/lembaga yang bersangkutan,” terang Eduard. 

Selain penyaluran, masalah lain yang sering ditemukan adalah data. Eduard mengatakan, antara satu kementerian/lembaga dengan kementerian/lembaga lain data yang dimiliki belum tentu sinkron. 

Untuk mengatasinya, Kemendagri telah menerbitkan Permendagri No. 98 Tahun 2018 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang di dalamnya terdapat pembahasan e-data.

E-data tersebut nantinya digunakan untuk penyimpangan atau tidak sinerginya data antara kementerian/lembaga dengan daerah, maupun antar kementerian/lembaga itu sendiri. 

“Kami sudah memulai, tapi data lengkapnya itu dari kementerian/lembaga itu sendiri. Kemudian kami akan sinergikan untuk mencegah salah perencanaan. Ini yang sedang kami coba kerjakan melalui perbaikan data nantinya,” kata Eduard.

PenulisAnissa Dea Widiarini
EditorMikhael Gewati
Komentar
Terkini Lainnya
Mensos Apresiasi Kontribusi Generasi Muda dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial
Mensos Apresiasi Kontribusi Generasi Muda dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial
Kemensos
Kemensos Kaji Penambahan Bantuan Energi dalam BPNT
Kemensos Kaji Penambahan Bantuan Energi dalam BPNT
Kemensos
Mensos Resmikan 8 BRSAMPK yang Memerlukan Perlindungan Khusus
Mensos Resmikan 8 BRSAMPK yang Memerlukan Perlindungan Khusus
Kemensos
Pentingnya Sinkronisasi untuk Penyelenggaraan Bantuan Sosial
Pentingnya Sinkronisasi untuk Penyelenggaraan Bantuan Sosial
Kemensos
Kemensos Siap Bantu Memasarkan Produk KUBE
Kemensos Siap Bantu Memasarkan Produk KUBE
Kemensos
Kemensos Targetkan BPNT Tersalurkan ke 151 Kabupaten pada 2019
Kemensos Targetkan BPNT Tersalurkan ke 151 Kabupaten pada 2019
Kemensos
Kerja Sama dengan B2P3KS Yogyakarta, Kemensos Evaluasi Bansos Pangan
Kerja Sama dengan B2P3KS Yogyakarta, Kemensos Evaluasi Bansos Pangan
Kemensos
Transformasi Bansos Jadi BPNT Dianggap Lebih Manusiawi
Transformasi Bansos Jadi BPNT Dianggap Lebih Manusiawi
Kemensos
Kemensos Optimistis Rastra Diganti Bantuan Pangan Non Tunai pada 2019
Kemensos Optimistis Rastra Diganti Bantuan Pangan Non Tunai pada 2019
Kemensos
Jokowi Apresiasi Prestasi Para Penyandang Disabilitas
Jokowi Apresiasi Prestasi Para Penyandang Disabilitas
Kemensos
Mensos Ajak Semua Kalangan Wujudkan Indonesia Inklusi
Mensos Ajak Semua Kalangan Wujudkan Indonesia Inklusi
Kemensos
Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat bagi Penyandang Disabilitas
Data Akurat Kunci Kebijakan Tepat bagi Penyandang Disabilitas
Kemensos
Kemensos Pastikan akan Luncurkan Kartu Penyandang Disabilitas
Kemensos Pastikan akan Luncurkan Kartu Penyandang Disabilitas
Kemensos
Agus Gumiwang Serahkan Bantuan Sosial di Solo
Agus Gumiwang Serahkan Bantuan Sosial di Solo
Kemensos
Kemensos Sosialisasikan Skema Penyaluran Bansos
Kemensos Sosialisasikan Skema Penyaluran Bansos
Kemensos