Tutup Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap II, Mensos Gus Ipul: Pendidikan Penting untuk Perangi Kemiskinan

Kompas.com - 05/07/2025, 14:59 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Dwi NH

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Sosial ( Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul resmi menutup kegiatan Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap II yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Margaguna, Jakarta Selatan, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (1/7/2025) tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan para kepala sekolah sebagai ujung tombak pada program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial ( Kemensos). Retret kali ini diikuti oleh 47 peserta terpilih yang berasal dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengapresiasi antusiasme para peserta dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan itu.

Ia mengatakan, meskipun durasinya singkat, retret ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan para calon kepala sekolah rakyat, baik dari aspek visi, keterampilan manajerial, maupun semangat pengabdian.

“Retret ini dirancang sebagai tahap pembekalan intensif bagi para calon kepala sekolah rakyat yang akan bertugas di berbagai wilayah dengan kondisi sosial dan geografis yang menantang,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, sekolah rakyat bukan sekadar proyek pendidikan, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk memutus rantai kemiskinan secara sistemik.

Oleh karena itu, kualitas kepala sekolah menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.

Untuk mendukung peran strategis tersebut, peserta retret tidak hanya dibekali teori pendidikan alternatif, tetapi juga diperkenalkan pada pendekatan yang lebih fleksibel, seperti sistem multi-entry, multi-exit, pemetaan potensi siswa melalui aplikasi Talent DNA, serta tata kelola sekolah berbasis digital.

Dengan berbagai pembekalan itu, Kemensos berharap, sekolah rakyat dapat menjadi ruang belajar yang lebih adaptif, responsif terhadap kebutuhan individu, dan mampu mengakomodasi keberagaman latar belakang siswa.

Baca juga: Tinjau Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Mensos Gus Ipul Tekankan Pentingnya Pendidikan

“Kami ingin pendidikan ini tidak seragam, tapi tetap memperhitungkan potensi masing-masing anak. Jangan sampai burung disuruh berenang, atau sapi disuruh terbang. Semua anak punya jalur dan bakat yang harus ditemukan dan dibina,” terang Gus Ipul.

Pesan untuk peserta retret

Di hadapan 47 peserta retret, Gus Ipul menekankan pentingnya peran kepala sekolah rakyat dalam menghadapi persoalan kemiskinan.

Ia menjelaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar persoalan statistik, tetapi juga menyangkut peradaban yang harus diubah melalui pendekatan berbasis kemanusiaan.

Menurut Gus Ipul, pendidikan adalah alat paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan lintas generasi.

Karena itu, para kepala sekolah rakyat yang menjadi garda terdepan dalam perjuangan diharapkan dapat membantu menumbuhkan harapan bagi anak-anak dari keluarga termiskin.

“Menjadi kepala sekolah rakyat bukan sekadar tugas administratif. Lebih dari itu, peran tersebut adalah panggilan jiwa untuk menghadirkan keadilan di tengah ketimpangan, membawa harapan di tengah keputusasaan, dan menciptakan ruang aman di tengah keterasingan sosial. Dengan kata lain, menjadi kepala sekolah rakyat bukan hanya soal mendidik, tetapi juga memanusiakan manusia,” terang Gus Ipul.

Gus Ipul saat memberikan sertifikat kepada para peserta Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap II.Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Gus Ipul saat memberikan sertifikat kepada para peserta Retret Kepala Sekolah Rakyat Tahap II.

Tak lupa, Gus Ipul meminta para peserta retret untuk memastikan agar tidak ada satu pun anak miskin yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Ia ingin agar sekolah rakyat mampu menjadi rumah yang penuh cinta dan harga diri, serta tempat bimbingan bagi anak-anak.

Dengan demikian, anak-anak diharapkan dapat tumbuh dengan keyakinan dan kekuatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Mensos Pastikan 65 Sekolah Rakyat dengan Daya Tampung 6.800 Siswa Siap Beroperasi Tahun Ini

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga mengingatkan peserta untuk tetap berpegang pada semangat dan nilai utama dari retret, yaitu Cerdas Bersama, Tumbuh Setara.

Ungkapan itu, menurutnya, mencerminkan tujuan besar sekolah rakyat, yakni membangun bangsa melalui kesetaraan dan kecerdasan kolektif.

“Jangan pernah lelah karena di pundak kalian ada amanah besar, yaitu memutus kemiskinan antargenerasi, membangun karakter bangsa, dan merawat mimpi anak-anak yang kelak bisa menjadi pemimpin negeri,” kata Gus Ipul.

Dengan berakhirnya retret tahap kedua, Gus Ipul berharap, para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan kesiapan penuh untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mengangkat martabat kemanusiaan.

Digitalisasi Sekolah Rakyat

Sebagai bagian dari penguatan sistem, pemerintah akan menerapkan digitalisasi menyeluruh di sekolah rakyat.

Langkah tersebut dilakukan untuk meringankan beban administratif yang selama ini menyita energi para kepala sekolah dan guru.

Lewat upaya itu, mereka diharapkan dapat lebih fokus pada hal-hal mendasar, seperti membangun empati dan menumbuhkan ekosistem pendidikan yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Digitalisasi tersebut mencakup empat area utama. Pertama, administrasi siswa, mulai dari proses penerimaan peserta didik baru, kartu siswa digital, absensi berbasis aplikasi, hingga keterlibatan orangtua untuk memantau aktivitas anak melalui sistem daring.

Kedua, administrasi pengajar, yang akan terintegrasi dalam learning management system (LMS).

Sistem itu tidak hanya memuat kurikulum dan modul pembelajaran, tetapi juga mengaitkannya dengan potensi serta bakat siswa yang telah dipetakan melalui metode talent mapping.

Ketiga, pengelolaan keuangan yang meliputi distribusi dana dari BUMN, perencanaan anggaran, hingga pelaporan pertanggungjawaban yang dapat dipantau secara real-time.

Keempat, sumber daya manusia (SDM), mencakup pengaturan gaji dan jenjang karier guru, serta hubungan dengan mitra eksternal, seperti penyedia kantin, laundry, dan dapur sekolah.

Seluruh kepala sekolah dan guru dijadwalkan mengikuti pembekalan lanjutan secara daring sebelum sistem digital diterapkan secara bertahap di seluruh unit sekolah rakyat.

Baca juga: Disbudpar Kota Bandung Klarifikasi SLB Padjadjaran Bukan Cagar Budaya

Terkini Lainnya
Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos Kirimkan Bantuan Tanggap Darurat Senilai Rp 1.6 Miliar ke Pulau Enggano

Kemensos
Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Berjasa di Bidang Sosial, Gus Ipul Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden RI

Kemensos
Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Luhut Yakin Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp 500 Triliun

Kemensos
Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Gus Ipul Dampingi Prabowo Pimpin Renungan Suci HUT Ke-80 RI di Kalibata

Kemensos
Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Paduan Suara Sekolah Rakyat Tampil di Istana pada Upacara HUT Ke-80 RI

Kemensos
Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Syukuran HUT ke-80 RI, Gus Ipul Ajak Jajaran Kemensos Kerja Berdampak

Kemensos
Mensos Gus Ipul Temui Sinta Nuriyah Wahid, Antar Undangan Upacara 17 Agustus dari Presiden

Mensos Gus Ipul Temui Sinta Nuriyah Wahid, Antar Undangan Upacara 17 Agustus dari Presiden

Kemensos
Penyaluran Bansos Mengacu pada DTSEN, Gus Ipul: Ada Penerima Baru Setiap 3 Bulan

Penyaluran Bansos Mengacu pada DTSEN, Gus Ipul: Ada Penerima Baru Setiap 3 Bulan

Kemensos
Sekolah Rakyat Satukan MBG dan 3 Juta Rumah, Gus Ipul: Miniatur Pengentasan Kemiskinan

Sekolah Rakyat Satukan MBG dan 3 Juta Rumah, Gus Ipul: Miniatur Pengentasan Kemiskinan

Kemensos
Di Hadapan 8.500 Mahasiswa, Wamensos: Presiden Ingin Putus Kemiskinan lewat Sekolah Rakyat

Di Hadapan 8.500 Mahasiswa, Wamensos: Presiden Ingin Putus Kemiskinan lewat Sekolah Rakyat

Kemensos
Gus Ipul Copot 55.000 Penerima Bansos Tak Layak, 44.000 Lagi Menunggu Giliran

Gus Ipul Copot 55.000 Penerima Bansos Tak Layak, 44.000 Lagi Menunggu Giliran

Kemensos
Tingkatkan Efektivitas Penyaluran Bansos, Kemensos dan Himbara Percepat Burekol

Tingkatkan Efektivitas Penyaluran Bansos, Kemensos dan Himbara Percepat Burekol

Kemensos
Sekolah Rakyat Diapresiasi Wamen P2MI, Kemensos Komitmen Rutin Evaluasi

Sekolah Rakyat Diapresiasi Wamen P2MI, Kemensos Komitmen Rutin Evaluasi

Kemensos
DWP Kemensos Gandeng Portadin Wujudkan Layanan Inklusif untuk Disabilitas

DWP Kemensos Gandeng Portadin Wujudkan Layanan Inklusif untuk Disabilitas

Kemensos
Kick Off Program Laut Sebasah, Kemensos Salurkan Bantuan untuk Warga Muara Kamal

Kick Off Program Laut Sebasah, Kemensos Salurkan Bantuan untuk Warga Muara Kamal

Kemensos
Bagikan artikel ini melalui
Oke