Di Rapat Anggota KOI, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Presiden untuk Olahraga Nasional

Kompas.com - 10/05/2026, 21:18 WIB
ADW,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ( Menpora RI) Erick Thohir meminta para pemangku kepentingan olahraga untuk tidak meragukan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan olahraga nasional

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

“Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional karena Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional karena saya juga bagian dari olahraga nasional,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (10/5/2026).

Erick mengatakan, olahraga Indonesia saat ini sedang berada dalam fase penataan ulang. Oleh karena itu, pemerintah tengah menjalankan sejumlah proses penting untuk memperkuat fondasi pembangunan olahraga nasional melalui kerja sama lintas kementerian.

Baca juga: “Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

Salah satu langkah yang disebutkan adalah kehadiran Instruksi Presiden tentang akademi olahraga serta kerja sama antara Kemenpora dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menurut Erick, payung hukum yang lebih jelas kini mulai tersedia untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam pembinaan olahraga.

“Jadi, sekarang kita sudah punya payung hukum. Contohnya, POPNAS yang akan jadi satu ke Kemendikdasmen sehingga bapak-ibu bisa bersinergi. (Lalu) juga POMNAS yang nanti ada di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujarnya.

Selain itu, Erick mengatakan bahwa Kemenpora juga menjalankan arahan Presiden terkait beasiswa atlet dalam negeri. Program ini diperkuat dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang disebut berjumlah 100.

Ia juga menyinggung adanya kesepakatan lintas kementerian yang melibatkan Kemendagri, Kemenpora, dan Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dengan pengawasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Baca juga: Erick Thohir Temui Prabowo, Laporkan Rencana Bangun Akademi Olahraga Nasional

Kesepakatan itu telah dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang memungkinkan fasilitas cabang olahraga dikerjasamakan dengan federasi atau cabang olahraga terkait.

Satukan visi Menpora se-Asia Tenggara

Pada kesempatan sama, Erick juga menyoroti keberhasilan Kemenpora menyelenggarakan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026. Forum ini berhasil menyatukan visi para menteri pemuda dan olahraga se-Asia Tenggara melalui Deklarasi Bali.

Salah satu poin dalam deklarasi tersebut adalah kesepakatan untuk mendorong lahirnya sport intellectual property (sport IP) di kawasan Asia Tenggara, seperti London Marathon atau New York Marathon, yang telah menjadi identitas global. 

Erick mengatakan, negara-negara se-Asia Tenggara sepakat untuk menghadirkan Asean Marathon pada 2027 dan 2028. Agenda ini akan diawali oleh empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Kami sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028. Mungkin (terdiri dari) empat negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand,” katanya.

Baca juga: Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Tak hanya itu, Erick juga mengatakan bahwa Kemenpora telah menuntaskan Permenpora Nomor 08 Tahun 2026. Aturan baru ini memangkas 191 aturan menjadi 4 aturan, serta menyederhanakan sekitar 1.500 pasal menjadi 600 pasal.

Langkah deregulasi tersebut, kata Erick, diharapkan menjadi fondasi awal untuk mendorong transformasi sistem yang lebih efisien dan mendukung olahraga nasional agar lebih kompetitif.

“Kami terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga nasional. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan Dunia,” ujarnya.

Erick turut menekankan bahwa Kemenpora merupakan bagian dari keluarga besar olahraga Indonesia. Meski begitu, pembangunan olahraga tidak bisa hanya dipandang dari sudut internal nasional semata. Menurutnya, Indonesia harus mulai melihat dirinya sebagai bagian dari ekosistem olahraga dunia.

“Kami dari Kemenpora adalah bagian keluarga besar olahraga, tetapi tentu tidak hanya bisa melihat diri sendiri. Ekosistem olahraga tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia,” kata Erick.

Terkini Lainnya
Indonesia Fasilitasi Kolaborasi ASEAN, SEAMMYS 2026 Hasilkan 6 Kesepakatan Strategis

Indonesia Fasilitasi Kolaborasi ASEAN, SEAMMYS 2026 Hasilkan 6 Kesepakatan Strategis

Kemenpora
RI Gandeng Singapura Siapkan Pemuda Tangguh di Era AI

RI Gandeng Singapura Siapkan Pemuda Tangguh di Era AI

Kemenpora
Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Kemenpora
Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga

Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga

Kemenpora
Menpora Erick Buka Forum Menteri ASEAN di Bali, Soroti Diplomasi Olahraga

Menpora Erick Buka Forum Menteri ASEAN di Bali, Soroti Diplomasi Olahraga

Kemenpora
Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Kemenpora
“Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

“Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

Kemenpora
Kisah Eko Yuli Irawan, Legenda Angkat Besi yang Tukar Keringat Jadi Rumah

Kisah Eko Yuli Irawan, Legenda Angkat Besi yang Tukar Keringat Jadi Rumah

Kemenpora
FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dugaan Kekerasan, Menpora Erick: Pastikan Keadilan bagi Atlet

FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dugaan Kekerasan, Menpora Erick: Pastikan Keadilan bagi Atlet

Kemenpora
Lawan Predator di Dunia Olahraga, Kemenpora Gandeng LKBH FH UI Lindungi Atlet dari Kekerasan Seksual

Lawan Predator di Dunia Olahraga, Kemenpora Gandeng LKBH FH UI Lindungi Atlet dari Kekerasan Seksual

Kemenpora
Menpora Kecam Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing: Dunia Olahraga Harus Aman

Menpora Kecam Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing: Dunia Olahraga Harus Aman

Kemenpora
Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Menpora

Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Menpora

Kemenpora
Menpora Dukung FPTI Fasilitasi Pelaporan Kasus Pelecehan Seksual ke Mabes Polri

Menpora Dukung FPTI Fasilitasi Pelaporan Kasus Pelecehan Seksual ke Mabes Polri

Kemenpora
Buntut Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Wamenpora Taufik: Olahraga Harus Jadi Ruang Aman

Buntut Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Wamenpora Taufik: Olahraga Harus Jadi Ruang Aman

Kemenpora
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com