Indonesia Fasilitasi Kolaborasi ASEAN, SEAMMYS 2026 Hasilkan 6 Kesepakatan Strategis

Kompas.com - 06/05/2026, 21:38 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara saat ini menghadapi tantangan dalam mengembangkan sistem olahraga kompetitif, industri olahraga berkelanjutan, serta komunitas pemuda yang tangguh.

Tantangan tersebut muncul seiring pesatnya perubahan sosial, teknologi, dan dinamika global.

Menyadari pentingnya peran sektor pemuda dan olahraga dalam menghadapi tantangan tersebut, Indonesia memfasilitasi dialog terbuka yang konstruktif antarnegara Asia Tenggara melalui South East Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS) di Bali.

“Tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan pembelajaran melalui kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta dialog kebijakan guna meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga sesuai dengan prioritas negara masing-masing,” kata Erick dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga

Forum yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) RI pada 3-5 Mei itu dihadiri para menteri dan pejabat tinggi yang membidangi urusan pemuda dan olahraga di Asia Tenggara.

Sebagai penggagas sekaligus penggerak utama, Indonesia sukses memimpin pertemuan tingkat tinggi tersebut hingga menghasilkan Deklarasi Bali berisi enam poin kesepakatan yang disetujui oleh seluruh anggota.

Keberhasilan menjadi tuan rumah sekaligus inisiator kolaborasi antarnegara semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci yang mendorong sektor pemuda dan olahraga menjadi instrumen diplomasi untuk menjaga harmoni kawasan.

Baca juga: Amman Jadi Anggota ICA Pertama di Asia Tenggara, Perkuat Pasar Tembaga Global

Enam poin Deklarasi Bali

Dalam Deklarasi Bali, para anggota forum berbagi pandangan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam mendorong perdamaian dan persatuan kawasan, pembangunan berkelanjutan, masyarakat yang sehat, serta peningkatan visibilitas internasional Asia Tenggara.

Para anggota SEAMMYS 2026 juga menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan olahraga sebagai sarana promosi solidaritas, serta mendorong saling pengertian dan keterlibatan konstruktif di antara masyarakat Asia Tenggara.

Poin kedua, forum tersebut mengakui pentingnya penguatan sistem olahraga prestasi tinggi melalui peningkatan pembinaan atlet, kepelatihan, ilmu keolahragaan, serta identifikasi bakat.

Para anggota forum juga menekankan pentingnya peningkatan relevansi ajang olahraga multicabang tingkat kawasan, seperti SEA Games, untuk mendukung pembinaan atlet dan kemajuan menuju kompetisi internasional yang lebih tinggi.

Baca juga: Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Upaya tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan konteks nasional dan kerangka kerja yang telah ada di masing-masing negara.

Poin ketiga, para anggota forum mendorong pendekatan kolaboratif serta pertukaran informasi antarnegara Asia Tenggara terkait penyelenggaraan ajang olahraga internasional berskala besar.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas dan kerja sama kawasan.

Poin keempat, SEAMMYS 2026 menegaskan kembali pentingnya partisipasi dalam olahraga sebagai fondasi pengembangan bakat, kesehatan masyarakat, promosi toleransi, rasa hormat, inklusi sosial, perdamaian, serta integrasi kawasan.

Baca juga: Menpora Erick Buka Forum Menteri ASEAN di Bali, Soroti Diplomasi Olahraga

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tumbuh melalui interaksi dan pemahaman yang lebih luas antarwarga negara Asia Tenggara. 

Poin kelima, forum tersebut menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda melalui penguatan kemitraan dengan para pemangku kepentingan terkait.

Dengan kemitraan tersebut, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, inklusivitas, tanggung jawab, dan pembangunan berkelanjutan.

Poin keenam, SEAMMYS 2026 mengakui pemuda sebagai penggerak utama ketahanan masa depan dan inovasi di Asia Tenggara.

Baca juga: 3 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Orangtua dan Anak di Lego Certified Store Terbesar di Asia Tenggara

Oleh karena itu, para anggota forum menegaskan komitmen untuk memberdayakan pemuda, termasuk kelompok pemuda rentan, melalui olahraga dan kebijakan yang mendorong pemikiran kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat menjadi agen bagi kesejahteraan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam dunia yang dinamis, terus berubah, serta semakin dipengaruhi perkembangan teknologi. 

Sebagai informasi, forum SEAMMYS 2026 turut dihadiri Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunei Darussalam Dato Nazmi Mohamad; Menteri Olahraga Filipina Jhon Patrick Gregorio; Ketua Komisi Pemuda Nasional Filipina Joseph Francisco Jeff Ortega; Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura David Neo; serta Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Timor-Leste Nelyo Isaac Sarmento.

Hadir pula delegasi dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Republik Demokratik Rakyat Lao, Thailand, dan Vietnam.

Baca juga: Delegasi Global Peace Convoy Indonesia Hadiri Forum di Brussel, Desak Akses Bantuan untuk Gaza

Terkini Lainnya
RI Gandeng Singapura Siapkan Pemuda Tangguh di Era AI

RI Gandeng Singapura Siapkan Pemuda Tangguh di Era AI

Kemenpora
Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Kemenpora
Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga

Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga

Kemenpora
Menpora Erick Buka Forum Menteri ASEAN di Bali, Soroti Diplomasi Olahraga

Menpora Erick Buka Forum Menteri ASEAN di Bali, Soroti Diplomasi Olahraga

Kemenpora
Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Kemenpora
“Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

“Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

Kemenpora
Kisah Eko Yuli Irawan, Legenda Angkat Besi yang Tukar Keringat Jadi Rumah

Kisah Eko Yuli Irawan, Legenda Angkat Besi yang Tukar Keringat Jadi Rumah

Kemenpora
FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dugaan Kekerasan, Menpora Erick: Pastikan Keadilan bagi Atlet

FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dugaan Kekerasan, Menpora Erick: Pastikan Keadilan bagi Atlet

Kemenpora
Lawan Predator di Dunia Olahraga, Kemenpora Gandeng LKBH FH UI Lindungi Atlet dari Kekerasan Seksual

Lawan Predator di Dunia Olahraga, Kemenpora Gandeng LKBH FH UI Lindungi Atlet dari Kekerasan Seksual

Kemenpora
Menpora Kecam Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing: Dunia Olahraga Harus Aman

Menpora Kecam Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing: Dunia Olahraga Harus Aman

Kemenpora
Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Menpora

Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Menpora

Kemenpora
Menpora Dukung FPTI Fasilitasi Pelaporan Kasus Pelecehan Seksual ke Mabes Polri

Menpora Dukung FPTI Fasilitasi Pelaporan Kasus Pelecehan Seksual ke Mabes Polri

Kemenpora
Buntut Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Wamenpora Taufik: Olahraga Harus Jadi Ruang Aman

Buntut Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Wamenpora Taufik: Olahraga Harus Jadi Ruang Aman

Kemenpora
NOC Indonesia Dukung Langkah Tegas Menpora Tangani Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

NOC Indonesia Dukung Langkah Tegas Menpora Tangani Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

Kemenpora
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com