“Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

Kompas.com - 30/04/2026, 12:41 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Masa depan atlet Indonesia kini dinilai semakin terjamin. Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan atlet melalui pemberian bonus atas prestasi di berbagai ajang internasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa negara hadir tidak hanya saat atlet berlaga, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan hidup mereka setelah pensiun.

“Negara akan selalu hadir dalam kehidupan para atlet. Bukan hanya saat seremoni pemberangkatan kontingen atau pengalungan medali saja. Bonus yang diberikan bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata penghormatan negara atas jasa dan perjuangan mereka,” ujar Erick dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, atlet merupakan aset bangsa yang berperan penting dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. 

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan sekaligus menjamin kesejahteraan mereka.

“Para atlet adalah putra-putri terbaik bangsa yang berjuang mengangkat nama Indonesia di panggung dunia. Pengorbanan mereka harus dihargai dan diapresiasi secara nyata,” imbuh Erick.

Baca juga: Bonus SEA Games Jadi Titik Balik Hidup Leica Lubis, Kini Bisa Wujudkan Mimpi Keluarga

Pemberian bonus kepada atlet peraih medali di ajang seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup atlet.

Bonus tersebut tidak hanya dinikmati oleh atlet, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan keluarga mereka. Banyak atlet yang memanfaatkan bonus untuk membeli rumah, lahan, kendaraan, hingga membuka usaha.

Kebijakan itu sekaligus menjawab anggapan lama bahwa profesi atlet tidak menjanjikan masa depan yang pasti. Kini, atlet memiliki peluang lebih besar untuk menata kehidupan setelah tidak lagi aktif bertanding.

Kisah nyata perubahan hidup atlet

Sejumlah atlet telah merasakan langsung dampak dari kebijakan tersebut. Lifter Eko Yuli Irawan, misalnya, memanfaatkan bonus dari berbagai ajang internasional untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Ia membelikan sawah untuk ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai penarik becak. Selain itu, Eko juga mendirikan tempat latihan angkat besi sebagai kontribusi bagi regenerasi atlet.

Hal serupa dilakukan karateka Leica Al Humaira Lubis yang berhasil mewujudkan impian membahagiakan keluarga dengan membeli rumah dari bonus raihan emas di SEA Games Thailand 2025.

Baca juga: Di MK, DPR Sebut Dana Pendidikan untuk MBG Merupakan Konsekuensi Logis

Atlet tim nasional hoki putra, Revo Prilianto, juga menggunakan bonus untuk berinvestasi emas dan mempersiapkan dana pendidikan anaknya.

Sementara itu, atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih memanfaatkan bonus dari ajang Paralimpiade untuk membuka usaha kuliner di daerah asalnya. 

Usaha tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Dorong pengelolaan bonus untuk masa depan

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Erick mengingatkan agar bonus yang diterima atlet tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dikelola secara bijak untuk masa depan.

Ia mendorong para atlet untuk memanfaatkan bonus sebagai tabungan, investasi, serta pengembangan kapasitas diri, termasuk pendidikan.

“Yang terpenting adalah bagaimana bonus ini dimanfaatkan untuk masa depan. Bukan hanya untuk konsumsi sesaat, tetapi menjadi bekal jangka panjang,” kata Erick.

Baca juga: 2 Atlet Panjat Tebing Buleleng Raih Emas di Asian Beach Games Sanya 2026, Pecahkan Rekor Dunia

Menurutnya, kisah para atlet yang berhasil mengelola bonus dengan baik dapat menjadi inspirasi bagi atlet lainnya dalam mempersiapkan kehidupan setelah pensiun.

“Alhamdulillah puji syukur tak terkira saat mendengar cerita dari Eko Yuli, Leica, Revo ataupun Ni Nengah Widiasih, kehidupan mereka membaik berkat kerja keras yang tak pernah henti,” tutup Erick.

Terkini Lainnya
Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Kemenpora
Kisah Eko Yuli Irawan, Legenda Angkat Besi yang Tukar Keringat Jadi Rumah

Kisah Eko Yuli Irawan, Legenda Angkat Besi yang Tukar Keringat Jadi Rumah

Kemenpora
FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dugaan Kekerasan, Menpora Erick: Pastikan Keadilan bagi Atlet

FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dugaan Kekerasan, Menpora Erick: Pastikan Keadilan bagi Atlet

Kemenpora
Lawan Predator di Dunia Olahraga, Kemenpora Gandeng LKBH FH UI Lindungi Atlet dari Kekerasan Seksual

Lawan Predator di Dunia Olahraga, Kemenpora Gandeng LKBH FH UI Lindungi Atlet dari Kekerasan Seksual

Kemenpora
Menpora Kecam Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing: Dunia Olahraga Harus Aman

Menpora Kecam Kekerasan Seksual pada Atlet Kickboxing: Dunia Olahraga Harus Aman

Kemenpora
Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Menpora

Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga, Komnas Perempuan Siap Kolaborasi dengan Menpora

Kemenpora
Menpora Dukung FPTI Fasilitasi Pelaporan Kasus Pelecehan Seksual ke Mabes Polri

Menpora Dukung FPTI Fasilitasi Pelaporan Kasus Pelecehan Seksual ke Mabes Polri

Kemenpora
Buntut Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Wamenpora Taufik: Olahraga Harus Jadi Ruang Aman

Buntut Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Wamenpora Taufik: Olahraga Harus Jadi Ruang Aman

Kemenpora
NOC Indonesia Dukung Langkah Tegas Menpora Tangani Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

NOC Indonesia Dukung Langkah Tegas Menpora Tangani Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

Kemenpora
Gerak Cepat Tangani Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Menpora Tuai Apresiasi Kementerian PPPA

Gerak Cepat Tangani Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Menpora Tuai Apresiasi Kementerian PPPA

Kemenpora
Kemenpora Dalami Dugaan Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing, KONI Beri Dukungan

Kemenpora Dalami Dugaan Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing, KONI Beri Dukungan

Kemenpora
Menpora Erick: Kemenpora Terapkan Zero Tolerance Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

Menpora Erick: Kemenpora Terapkan Zero Tolerance Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

Kemenpora
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian Apresiasi Respon Cepat Menpora Erick, Desak Hukuman Maksimal Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Atlet

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian Apresiasi Respon Cepat Menpora Erick, Desak Hukuman Maksimal Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Atlet

Kemenpora
Kemenpora dan FPTI Tangani Dugaan Kekerasan Seksual, Layanan Pengaduan Dibuka

Kemenpora dan FPTI Tangani Dugaan Kekerasan Seksual, Layanan Pengaduan Dibuka

Kemenpora
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com