KOMPAS.com - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Singapura resmi memperkuat kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) baru dalam ajang Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 di Sanur, Bali.
Penandatanganan dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menproa) RI Erick Thohir bersama Acting Minister for Culture, Community and Youth (MCCY) Singapura David Neo. Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua negara dalam memperkuat youth diplomacy sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI).
Menpora RI Erick Thohir mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global, sekaligus tetap memiliki kepedulian sosial di tengah perkembangan teknologi.
“Kerja sama ini adalah wujud nyata youth diplomacy Indonesia untuk memastikan pemuda Indonesia menjadi pemuda yang gigih di kancah global. Melalui kerja sama dengan Singapura, kami ingin mencetak pemimpin masa depan yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa empati dengan pengabdian sosial yang tinggi,” ujar Erick dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga
Menurut Erick, kerja sama ini juga menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi dalam pemberdayaan pemuda, pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, hingga aksi kesukarelawanan melalui sinergi antarorganisasi kepemudaan.
Selain itu, kedua negara juga sepakat mendorong pengembangan ekosistem digital yang aman guna mendukung kreativitas dan inovasi generasi muda di era AI.
Dalam sesi pemaparan bertajuk Strengthening Youth Resilience and Supporting Success in the AI Age, MCCY Singapura David Neo menekankan pentingnya membangun ketangguhan pemuda di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
Ia menilai generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi AI secara optimal agar mampu meraih kesuksesan di masa depan.
Namun, menurut David, pemanfaatan teknologi tersebut juga harus diiringi dengan terciptanya ruang digital yang aman dan kondusif.
Baca juga: BNPT: Aktivitas Terorisme Kini Masif di Ruang Digital
Kerja sama Indonesia dan Singapura ini dinilai strategis mengingat Singapura saat ini menempati peringkat pertama dunia dalam Global Youth Development Index (YDI) 2023. Pengalaman Singapura dalam membangun ekosistem pengembangan pemuda diharapkan dapat menjadi referensi bagi Indonesia.
Tak hanya berfokus pada sektor kepemudaan, MoU tersebut juga mencakup pengembangan prestasi olahraga melalui integrasi sport science dan teknologi olahraga untuk meningkatkan daya saing atlet kedua negara di level internasional.
Melalui penguatan kerja sama ini, Indonesia dan Singapura berharap dapat mempererat people-to-people connectivity sekaligus mencetak generasi pemimpin dan atlet muda yang mampu bersaing di panggung global pada era transformasi digital dan AI.