Prabowo Dukung Pelatnas Multi-Tahun, Menpora Erick: Atlet Harus Disiapkan untuk Olimpiade

Kompas.com - 20/06/2026, 07:57 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap penguatan sistem pembinaan olahraga nasional melalui skema pelatnas multi-tahun, pembangunan Akademi Olahraga Nasional, serta pengembangan olahraga disabilitas dalam pertemuan dengan Menpora Erick Thohir di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Erick menyampaikan sejumlah program strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden. Selain tiga agenda itu, ia juga melaporkan perkembangan kajian dana pensiun atlet.

Erick mengatakan, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap olahraga disabilitas.

Salah satu program yang disiapkan Kemenpora adalah sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki kesempatan menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.

Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membekali para atlet, termasuk atlet disabilitas, dengan kemampuan tambahan agar tetap berdaya setelah pensiun dari dunia olahraga.

Baca juga: Prabowo dan Menpora Erick Thohir Bahas Pembangunan Olahraga Disabilitas

“Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya, salah satu program yang terus kami dorong adalah bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia benar-benar diperhatikan,” ujar Erick dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/6/2026).

“Jumlah masyarakat disabilitas di Indonesia yang gemar berolahraga hampir 23,9 juta atau 25,9 juta, sekitar 11 persen. Salah satu program yang saya sampaikan kepada Bapak Presiden adalah sertifikasi kepelatihan untuk mereka,” lanjutnya.

Pelatnas perlu skema multi-tahun

Erick turut melaporkan langkah pembinaan atlet jangka panjang yang sedang disiapkan Kemenpora sebagai bagian dari peta jalan menuju berbagai ajang multi-event internasional, termasuk Olimpiade.

Menurut Erick, program tersebut memerlukan dukungan kebijakan agar pelatnas dapat berjalan secara berkesinambungan. 

Sebab, pembinaan atlet menuju ajang besar, seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade tidak dapat dilakukan dengan pendekatan anggaran tahunan.

Baca juga: Di Hadapan Mahasiswa, DPR Klaim Anggaran MBG Bakal Hemat Rp 70 Triliun

“Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi-years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya,” kata Erick.

Erick menyampaikan, Presiden Prabowo mendukung skema pembiayaan dan kebijakan yang memungkinkan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan.

Dukungan tersebut dinilai penting karena semakin banyak atlet Indonesia yang menunjukkan prestasi di berbagai cabang olahraga dan berpotensi mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.

“Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini Rp 1 miliar, nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi,” ucap Erick. 

Akademi Olahraga Nasional disiapkan

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Erick juga memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional. 

Baca juga: Pemerintah Diminta Tak Cuma Andalkan Pantai-Candi untuk Tambah Devisa, tetapi Lewat Event Olahraga

Akademi tersebut dirancang untuk menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Rencana itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“Bapak Presiden juga mendorong apalagi ada pemusatan yang namanya Akademi Olahraga nanti yang kita dimulai dari SD, SMP, SMA. Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Nah ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga,” imbuh Erick.

Menurutnya, pembinaan sejak usia dini penting untuk memastikan Indonesia memiliki regenerasi atlet yang lebih terarah. 

Dengan sistem pembinaan berjenjang, talenta olahraga diharapkan dapat dipersiapkan lebih matang untuk menghadapi kompetisi nasional maupun internasional. 

Baca juga: Prabowo Subianto Minta Erick Thohir Benahi Kompetisi demi Piala Dunia

Dana pensiun atlet dikaji

Selain pembinaan usia dini, Erick menyebut pemerintah terus mengkaji skema dana pensiun atlet.

Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan olahragawan setelah menyelesaikan masa pengabdian di dunia olahraga. 

Erick mengungkapkan, Presiden Prabowo juga menanyakan perkembangan kajian dana pensiun tersebut dalam pertemuan di Hambalang.

“Presiden tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu,” tutur Erick.

Melalui berbagai program tersebut, Kemenpora menyiapkan arah penguatan olahraga nasional yang tidak hanya berfokus pada prestasi jangka pendek, tetapi juga pada pembinaan berkelanjutan, penguatan olahraga disabilitas, dan perlindungan masa depan atlet.

Terkini Lainnya
Ketum PB PABSI Dukung Arahan Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang

Ketum PB PABSI Dukung Arahan Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang

Kemenpora
FPTI Apresiasi Komitmen Prabowo Dukung Pelatnas Jangka Panjang Panjat Tebing

FPTI Apresiasi Komitmen Prabowo Dukung Pelatnas Jangka Panjang Panjat Tebing

Kemenpora
Prabowo Dukung Pelatnas Multi-Tahun, Menpora Erick: Atlet Harus Disiapkan untuk Olimpiade

Prabowo Dukung Pelatnas Multi-Tahun, Menpora Erick: Atlet Harus Disiapkan untuk Olimpiade

Kemenpora
Todotua Pasaribu Jadi CdM Asian Games 2026, Menpora Erick Harap Atlet Indonesia Tampil Maksimal

Todotua Pasaribu Jadi CdM Asian Games 2026, Menpora Erick Harap Atlet Indonesia Tampil Maksimal

Kemenpora
Menpora Erick Dorong Nobar Piala Dunia 2026 di Daerah, Jadi Hiburan Sekaligus Penggerak Ekonomi

Menpora Erick Dorong Nobar Piala Dunia 2026 di Daerah, Jadi Hiburan Sekaligus Penggerak Ekonomi

Kemenpora
Menpora Erick Pastikan Keberangkatan Kontingen Aman, Indonesia Bidik 4 Emas Asian Games

Menpora Erick Pastikan Keberangkatan Kontingen Aman, Indonesia Bidik 4 Emas Asian Games

Kemenpora
Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora Naik, DPR Apresiasi Langkah Deregulasi Menpora Erick

Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora Naik, DPR Apresiasi Langkah Deregulasi Menpora Erick

Kemenpora
Di Rapat Anggota KOI, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Presiden untuk Olahraga Nasional

Di Rapat Anggota KOI, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Presiden untuk Olahraga Nasional

Kemenpora
Indonesia Fasilitasi Kolaborasi ASEAN, SEAMMYS 2026 Hasilkan 6 Kesepakatan Strategis

Indonesia Fasilitasi Kolaborasi ASEAN, SEAMMYS 2026 Hasilkan 6 Kesepakatan Strategis

Kemenpora
RI Gandeng Singapura Siapkan Pemuda Tangguh di Era AI

RI Gandeng Singapura Siapkan Pemuda Tangguh di Era AI

Kemenpora
Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Kemenpora
Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga

Indonesia Satukan Menteri ASEAN, Deklarasi Bali Jadi Langkah Baru Pemuda dan Olahraga

Kemenpora
Menpora Erick Buka Forum Menteri ASEAN di Bali, Soroti Diplomasi Olahraga

Menpora Erick Buka Forum Menteri ASEAN di Bali, Soroti Diplomasi Olahraga

Kemenpora
Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Indonesia Panen Medali di Asian Beach Games, Erick Thohir: Bukti Bangsa Tangguh

Kemenpora
“Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

“Negara Hadir untuk Atlet”, Erick Thohir: Bonus Bukan Sekadar Simbol, tetapi Jaminan Masa Depan

Kemenpora
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com