Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Kompas.com - 05/06/2026, 11:24 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan tidak ada lagi siswa yang menjalani kegiatan belajar mengajar di tenda darurat saat tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2026.

Target tersebut menjadi bagian dari percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Meski demikian, proses pembelajaran saat ini telah berjalan 100 persen dengan mayoritas siswa kembali belajar di sekolah asal masing-masing.

Dari total sekolah terdampak, sebanyak 4.828 satuan pendidikan telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah asal.

Baca juga: Atap 2 Ruang Kelas SMKN 1 Soreang Ambruk Saat Kegiatan Belajar Mengajar Berlangsung

Sementara itu, sebagian kecil lainnya masih memanfaatkan kelas darurat, tenda, maupun fasilitas sekolah lain untuk kegiatan pembelajaran.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemerintah terus memprioritaskan percepatan pemulihan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang berada di zona merah dan membutuhkan relokasi.

Menurut Tito, sebagian sekolah yang masih menggunakan tenda atau menumpang di sekolah lain saat ini sedang dipersiapkan untuk direlokasi maupun mendapatkan fasilitas belajar yang lebih memadai.

“Proses pembelajaran sudah berjalan. Namun, masih ada beberapa sekolah yang berada di tenda, terutama di daerah zona merah yang harus direlokasi. Saat ini kami sedang membahas kesiapan lokasi relokasi tersebut. Ada juga sekolah yang masih menumpang dan menggunakan kelas darurat. Namun, mayoritas sudah kembali belajar di sekolah masing-masing,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Di Aceh, sebanyak 3.056 dari 3.120 sekolah terdampak telah kembali beroperasi di sekolah asal.

Baca juga: Sempat Belajar di Atas Lumpur, Siswa SMAN 2 Meureudu Pidie Jaya Kini Punya Ruang Kelas Darurat

Sementara itu, 34 sekolah masih menggunakan kelas darurat, 26 sekolah belajar di tenda, dan empat sekolah menumpang di sekolah lain.

Di Sumatera Utara, sebanyak 1.133 dari 1.149 sekolah terdampak telah kembali menjalankan kegiatan belajar di lokasi asal.

Adapun di Sumatera Barat, 639 dari 653 sekolah terdampak telah kembali beroperasi secara normal.

Satgas PRR bersama Kemendikdasmen saat ini mempercepat pembangunan ruang kelas darurat bagi sekolah yang masih belajar di tenda, khususnya sekolah yang masih menunggu kepastian lahan relokasi.

Tito menegaskan, target pemerintah adalah memastikan tidak ada lagi siswa yang belajar di tenda pada tahun ajaran baru mendatang. Minimal, seluruh siswa telah berpindah ke fasilitas sekolah darurat yang lebih layak dan aman.

Baca juga: Sekolah Darurat Kartini Jadi Harapan Anak Jalanan, tapi Terbentur Sistem yang Tak Ramah

Upaya pemulihan pendidikan juga diperkuat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Hingga 18 Mei 2026, sebanyak 3.087 sekolah di tiga provinsi telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 2,98 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.988 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertama senilai Rp 2,03 triliun.

Program revitalisasi dilaksanakan melalui dua skema. Sebanyak 2.820 satuan pendidikan dikerjakan secara swakelola oleh sekolah, sedangkan 267 sekolah dengan kategori rusak berat dan relokasi ditangani melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat (AD).

Selain itu, sebanyak 223 sekolah lainnya masih dalam proses penyaluran bantuan dengan nilai mencapai Rp 83,3 miliar.

Melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pendidikan ini, Satgas PRR menargetkan pemulihan tidak hanya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan bagi siswa di wilayah terdampak bencana.

Terkini Lainnya
Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Kemendagri
Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Kemendagri
Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Kemendagri
Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Kemendagri
Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Kemendagri
Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Kemendagri
Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Kemendagri
Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Kemendagri
Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Kemendagri
Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Kemendagri
Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri
Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

Kemendagri
Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Kemendagri
Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com