Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kompas.com - 03/06/2026, 13:24 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KENDARI, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) menganugerahkan Sulawesi Tengah ( Sulteng) sebagai provinsi Terbaik II dalam Pengendalian Inflasi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi.

Trofi penghargaan dan insentif senilai Rp 2 miliar diserahkan secara simbolis oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kepada Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Sulteng menjaga stabilitas inflasi secara konsisten dan terukur.

Adapun penilaian kategori Pengendalian Inflasi mencakup tingkat kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi, serta efektivitas berbagai upaya yang dilakukan pemda.

Baca juga: Kesejahteraan Ditelan Inflasi: Tidak Hanya Dosen

Selain itu, kemampuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dalam menjaga daya beli masyarakat juga menjadi salah satu indikator penting dalam proses penilaian.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa penilaian kategori Pengendalian Inflasi bersumber dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang bersifat terbuka dan tidak dapat dimanipulasi.

Ia menjelaskan, Apresiasi Pemda Berprestasi merupakan upaya Kemendagri untuk memotivasi pemda agar terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat kepada yang mendapatkan penghargaan, semoga dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Bagi yang belum beruntung, masih ada kesempatan nanti dua gelombang lagi. Kita akan bertemu dalam gelombang yang berikutnya,” ujar Tito dalam siaran langsung Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di kanal YouTube Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Apresiasi Pemda Berprestasi 2026: Sigi, Polewali Mandar, dan Takalar Unggul dalam Pengendalian Inflasi

Inflasi turun dari 5 persen ke 2,21 persen 

Usai menerima penghargaan, Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengungkapkan bahwa inflasi di provinsinya berhasil ditekan dari sekitar 5 persen pada 2025 menjadi 2,21 persen pada 2026.

“Sulteng adalah salah satu provinsi dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi. Pada 2025, kami (menempati posisi) keempat sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia. Alhamdulillah, kami kerja keras (dan) akhirnya membuahkan hasil mendapat penghargaan dari Pak Mendagri,” ungkapnya, dikutip dari akun TikTok @anwarhafid14, Senin (1/6/2026).

Anwar menambahkan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, mulai dari kepala desa, camat, bupati, wali kota, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), hingga masyarakat.

“Saya berharap mudah-mudahan penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami dalam menjaga Sulteng lebih baik, maju, dan menuju Sulteng nambaso. Penghargaan ini untuk masyarakat Sulteng yang sudah hebat menjaga inflasi,” tuturnya.

Baca juga: Sulteng Gandeng Provinsi Hainan China, Bidik Investasi Pertanian hingga Mineral Hijau

Terkini Lainnya
Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Kemendagri
Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Kemendagri
Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Kemendagri
Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Kemendagri
Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Kemendagri
Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Kemendagri
Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Kemendagri
Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Kemendagri
Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Kemendagri
Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Kemendagri
Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri
Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

Kemendagri
Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Kemendagri
Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com