Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kompas.com - 03/06/2026, 13:34 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KENDARI, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) menetapkan Kabupaten Sidenreng Rappang, Bolaang Mongondow Timur, dan Gowa sebagai kabupaten yang berhasil menanggulangi kemiskinan dan menurunkan stunting di regional Sulawesi.

Kinerja ketiga kabupaten tersebut diganjar penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai Terbaik I mendapatkan insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar. Selanjutnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang menempati Terbaik II meraih insentif Rp 2 miliar, sedangkan Kabupaten Gowa di posisi Terbaik III menerima insentif Rp 1 miliar.

Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik Dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago kepada Bupati Sidenreng Rappang, Bolaang Mongondow Timur, dan Gowa.

Baca juga: Gowa Tekan Stunting dari 21 Jadi 17 Persen, Bupati Sitti Husniah Talenrang Ungkap Strateginya

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa para pemenang ditentukan berdasarkan data yang terukur dari berbagai instansi resmi, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) serta Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Adapun aspek penilaian mencakup sinergi program, capaian pelayanan, hingga efektivitas intervensi di tingkat desa.

Selain melihat tren penurunan angka kemiskinan dan stunting sebagai hasil konkret, Kemendagri juga mempertimbangkan inovasi daerah dalam menghadirkan solusi kreatif, responsif, dan berkelanjutan sebagai aspek krusial penilaian.

Melalui ajang tersebut, Tito berharap penghargaan yang diberikan semakin memotivasi pemda untuk terus menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menanggulangi kemiskinan dan mempercepat penurunan stunting.

Baca juga: Apresiasi Pemda Berprestasi 2026: Sigi, Polewali Mandar, dan Takalar Unggul dalam Pengendalian Inflasi

Digelar tiga gelombang

Setelah rangkaian penghargaan di enam regional rampung, Tito menyampaikan bahwa Kemendagri akan menggelar gelombang kedua dan ketiga yang akan berlangsung hingga November 2026.

Menurutnya, skema tiga gelombang tersebut bertujuan meningkatkan kesempatan pemda untuk meraih apresiasi atas kinerjanya. 

Tito menyebut, daerah yang belum meraih penghargaan pada gelombang pertama masih dapat berkompetisi pada gelombang berikutnya melalui kategori yang akan ditetapkan kemudian.

“Secara keseluruhan, rangkaian Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 direncanakan berlangsung sebanyak 18 kali hingga akhir November 2026,” ujarnya, dikutip dari siaran langsung di kanal YouTube Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Terkini Lainnya
Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Kemendagri
Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Kemendagri
Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Kemendagri
Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Kemendagri
Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Kemendagri
Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Kemendagri
Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Kemendagri
Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Kemendagri
Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Kemendagri
Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Kemendagri
Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri
Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

Kemendagri
Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Kemendagri
Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com