Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Kompas.com - 03/06/2026, 13:44 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KENDARI, KOMPAS.com – Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) menobatkan Kota Tomohon, Kota Manado, dan Kota Makassar sebagai kota terbaik di Sulawesi dalam menanggulangi kemiskinan dan menurunkan stunting.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting di tingkat Kota yang berlangsung di Hotel Claro, Kendari, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan penilaian berbasis data kuantitatif, predikat Terbaik I diraih Kota Tomohon. Posisi Terbaik II ditempati Kota Manado, sedangkan Kota Makassar meraih penghargaan sebagai Terbaik III.

Penghargaan pada kategori itu menilai langkah strategis pemda dalam menekan angka kemiskinan serta menurunkan prevalensi stunting melalui program yang terencana dan berkelanjutan. 

Penilaian meliputi kualitas perencanaan program, dukungan intervensi anggaran, serta inovasi pemda di lapangan yang berhasil menciptakan solusi efektif, adaptif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta tumbuh kembang anak. 

Baca juga: Apresiasi Pemda Berprestasi 2026: Sigi, Polewali Mandar, dan Takalar Unggul dalam Pengendalian Inflasi

Seluruh indikator penilaian mengacu pada data terbuka dari Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kemendagri siapkan insentif fiskal Rp 1 triliun

Untuk mendukung keberhasilan program prioritas di daerah, Kemendagri mengalokasikan anggaran internal sebesar Rp 1 triliun yang dikonversi menjadi insentif fiskal bagi pemda berprestasi.

Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi nyata untuk memotivasi pemda meningkatkan kinerjanya.

Menurutnya,  pola pembinaan Kemendagri selama ini lebih banyak bertumpu pada pengawasan.  Kondisi ini, kata Tito, serupa dengan idiom stick without carrot, yakni penekanan pada pengawasan tanpa diimbangi pemberian insentif. 

“Ini namanya Dana Insentif Daerah (DID). Ini kami berikan Rp 1 triliun. Yang bertahun-tahun lalu diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan bersifat nasional,” ujar Tito dalam acara siaran langsung acara yang ditayangkan di kanal YouTube Kompas.com, Jumat. 

Baca juga: Sultra Sabet Penghargaan Terbaik II Creative Financing di Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Kini, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 diselenggarakan Kemendagri dengan sistem regional agar kompetisi antardaerah berlangsung lebih adil, terutama dari segi kapasitas anggaran.

“Misalnya Kolaka mau bertanding sama Kabupaten Badung atau Bojonegoro yang anggarannya Rp 10 triliun, enggak mungkin menang. Yang menang ya itu-itu aja nanti,” ucap Tito. 

Ajang pengakuan bagi pemda berprestasi

Lebih lanjut, Tito memaparkan, ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi melombakan empat kategori utama, yaitu Penurunan Tingkat Pengangguran, Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting, Pengendalian Inflasi, serta Creative Financing.

Dia menegaskan bahwa penyelenggaraan apresiasi per regional itu bertujuan memberikan pengakuan publik yang adil dan berimbang kepada para pemimpin daerah yang sudah bekerja keras.

"Kita prihatin ada teman-teman kita kepala daerah yang terkena masalah hukum. Namun, tidak semua kepala daerah buruk. Acara ini menunjukkan juga bahwa banyak kepala daerah yang juga baik," ucap Tito.

Dia berharap, ajang yang digelar Kemendagri bersama Kompas.com itu dapat menjadi panggung pembuktian sekaligus penyemangat bagi pemda untuk bekerja secara bersih demi kemajuan wilayahnya. 

Baca juga: Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

"Selamat kepada yang mendapatkan penghargaan, semoga terus mempertahankan dan kemudian tingkatkan juga. Bagi yang belum beruntung, masih ada kesempatan nanti dua gelombang lagi. Rangkaian pemberian apresiasi ini akan terus berlangsung hingga akhir November 2026," jelas Tito.

Terkini Lainnya
Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Sekretaris BNPP RI Tinjau Banjir Pidie Jaya, Dorong Pembangunan Tanggul Permanen

Kemendagri
Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Kemendagri
Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Tingkatkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Kemendagri
Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Satgas PRR Targetkan Tak Ada Lagi Siswa Belajar di Tenda pada Tahun Ajaran Baru

Kemendagri
Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Pastikan Tepat Sasaran, Mendagri bersama Menteri PKP Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah di Bantul

Kemendagri
Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas

Kemendagri
Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD

Kemendagri
Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting, Ini Daftar Pemda Sulawesi Peraih Insentif Fiskal dari Kemendagri

Kemendagri
Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Sulut Sukses Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting, Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Rp 3 Miliar

Kemendagri
Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Sukses Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting, 3 Kota Ini Raih Penghargaan dari Kemendagri

Kemendagri
Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri Apresiasi 3 Kabupaten Terbaik Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting di Sulawesi

Kemendagri
Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri Anugerahi Sulteng Terbaik II Pengendalian Inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

BNPP RI Tingkatkan Kapasitas Aparatur Penataan Ruang Kawasan Perbatasan lewat Bimtek

Kemendagri
Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Bangkitkan UMKM Terdampak, Satgas PRR Dorong Penguatan Akses Pembiayaan

Kemendagri
Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Gorontalo Jadi Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi 

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com