Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

Kompas.com - 30/05/2026, 21:48 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com – Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) bersama Kompas.com sukses menyelenggarakan ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Berbeda dengan sistem penilaian konvensional yang bersifat nasional, ajang penghargaan kali ini sengaja dirancang berbasis regional demi menciptakan kompetisi adil bagi daerah dengan kemampuan fiskal terbatas.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan perubahan skema kompetisi ini menjadi langkah krusial agar daerah kecil tidak langsung gugur menghadapi daerah besar.

Langkah inovatif tersebut didukung oleh pengalokasian anggaran Kemendagri yang dialihkan langsung menjadi insentif nyata bagi pemerintah daerah.

"Program ini seperti kami sampaikan sebelumnya dengan rekan kepala daerah berasal dari anggaran Kementerian Dalam Negeri 1 triliun di antaranya kita alokasikan dalam rangka untuk memberikan reward atau insentif fiskal," ujar Tito Karnavian dalam sambutannya di Kendari.

Tito menceritakan bahwa di tahun-tahun sebelumnya, penghargaan serupa dikelola oleh kementerian keuangan dan dinilai secara menyeluruh dalam skala nasional.

Namun, setelah dilakukan evaluasi internal, Kemendagri melihat ketimpangan nyata jika daerah-daerah di luar pulau Jawa harus langsung diadu dengan kota atau kabupaten metropolitan.

"Setelah kami kaji di internal Kemendagri, kalau ditandingkan nasional itu nanti juara-juaranya biasanya kota-kota besar atau kabupaten besar, yang kecil-kecil kalahlah ya," jelas Mendagri menekankan alasan pemisahan wilayah kompetisi tersebut.

Ia mencontohkan, daerah tangguh di Sulawesi tidak akan diuntungkan secara data jika indikator kuantitatifnya harus disandingkan dengan wilayah yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berkali-kali lipat lebih besar.

Faktor kapasitas anggaran inilah yang mendasari pembagian kompetisi menjadi total 18 kali acara di seluruh penjuru Indonesia.

"Seperti tadi misalnya Kolaka mau bertanding sama Kabupaten Badung yang anggarannya 10 triliun di Bali, atau Bojonegoro 10 triliun. Enggak mungkin menang," tambah Tito memberi ilustrasi logis.

"Oleh karena itulah kemudian kita membuatnya menjadi regional, yang bertandingnya se-Sulawesi, antar gubernur, antar bupati, antar walikota," pungkasnya.

Ajang Regional Sulawesi ini sendiri mengusung empat kategori utama, yaitu penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Kemendagri memastikan bahwa seluruh penilaian berjalan objektif tanpa intervensi karena sepenuhnya menggunakan data kuantitatif dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan data Pendapatan Asli Daerah (PAD) riil milik daerah.

Baca juga: Pacu Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Melalui apresiasi bernilai miliaran rupiah ini, Mendagri berharap marwah kepala daerah yang berkinerja baik dapat terus terjaga dan terpublikasi luas ke masyarakat.

Kehadiran ajang kompetitif yang sehat ini sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa masih jauh lebih banyak pemimpin daerah yang bekerja dengan jujur, berprestasi, dan berdedikasi tinggi demi memajukan wilayahnya masing-masing.

Terkini Lainnya
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kemendagri
Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

Kemendagri
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Kemendagri
Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

Kemendagri
Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah

Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah

Kemendagri
Sulbar Jadi Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran di Sulawesi, Mendagri: APBD Lemah, Gubernur Kuat

Sulbar Jadi Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran di Sulawesi, Mendagri: APBD Lemah, Gubernur Kuat

Kemendagri
Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terbaik dalam Menekan Pengangguran 

Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terbaik dalam Menekan Pengangguran 

Kemendagri
Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Kemendagri
Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Kemendagri
Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri
Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Kemendagri
BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com