Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Kompas.com - 30/05/2026, 10:44 WIB
Tsabita Naja,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KENDARI, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan tiga kota di Sulawesi sebagai daerah terbaik dalam menurunkan angka pengangguran. Tiga kota itu adalah Baubau, Kendari, dan Parepare.

Ketiga kota tersebut diganjar penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Adapun penghargaan Terbaik I diraih Kota Baubau yang berhak menerima insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar. Terbaik II ditempati Kota Kendari dengan insentif Rp 2 miliar, sedangkan Kota Parepare meraih penghargaan Terbaik III dengan insentif Rp 1 miliar. 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti kepada wali kota masing-masing daerah.

Baca juga: BPS Rilis 10 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi pada 2026, Siapa Teratas?

Kemendagri menempatkan kategori Penurunan Tingkat Pengangguran sebagai salah satu pilar utama dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi.

Pasalnya, keberhasilan menjaga produktivitas angkatan kerja menjadi salah satu indikator krusial bagi kemajuan daerah di tengah tantangan bonus demografi.

Mengusung tema Meningkatkan Perekonomian Daerah dan Menekan Stunting, perhelatan tersebut menjadi panggung kehormatan bagi pemda yang dinilai sukses menekan angka pengangguran melalui program terencana dan berkelanjutan.

Aspek penilaian mencakup kualitas perencanaan, dukungan anggaran, serta inovasi pemda di bidang ketenagakerjaan yang mampu menghadirkan solusi efektif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Outsourcing Jadi Salah Satu Pertimbangan Utama RUU Ketenagakerjaan

Beri ruang bagi daerah dengan APBD kecil

Penyelenggaraan Regional Sulawesi menjadi titik keempat dalam rangkaian Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 yang diinisiasi Kemendagri.

Sebelumnya, ajang serupa telah sukses digelar untuk Regional Sumatera di Palembang, Sumatera Selatan; Regional Kalimantan di Balikpapan, Kalimantan Timur; dan Regional Maluku-Nusa Tenggara di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 digelar berdasarkan tingkat regional untuk memberikan kesempatan kepada pemda yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) relatif minim.

Baca juga: Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

“Setelah kami kaji di internal Kemendagri, kalau (dikompetisikan) di tingkat nasional, itu nanti juaranya biasanya kota atau kabupaten besar, (sementara daerah) yang kecil (kemungkinan) kalah,” ujarnya dalam siaran langsung acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di kanal YouTube Kompas.com, Jumat. 

Melalui pemberian insentif fiskal tersebut, pemerintah pusat berharap, pemda dapat memperkuat program ketenagakerjaan secara lebih masif sekaligus menciptakan iklim kompetisi yang sehat dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Terkini Lainnya
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kemendagri
Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

Kemendagri
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Kemendagri
Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

Kemendagri
Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah

Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah

Kemendagri
Sulbar Jadi Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran di Sulawesi, Mendagri: APBD Lemah, Gubernur Kuat

Sulbar Jadi Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran di Sulawesi, Mendagri: APBD Lemah, Gubernur Kuat

Kemendagri
Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terbaik dalam Menekan Pengangguran 

Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terbaik dalam Menekan Pengangguran 

Kemendagri
Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Kemendagri
Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Kemendagri
Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri
Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Kemendagri
BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com