Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Kompas.com - 29/05/2026, 17:42 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com – Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN) dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) sekaligus menjaga ketahanan negara melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

Hal itu ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Stadium General di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026).

Mendagri menambahkan, keberadaan aparatur pemerintahan yang profesional menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah negara.

Dari berbagai literatur yang ada, kata dia, negara atau kerajaan yang mampu bertahan ratusan tahun selalu ditopang oleh tiga unsur utama.

"Di dalam empire atau negara yang bertahan di atas 200 tahun selalu ditemukan tiga unsur yang selalu ada, yaitu tentara yang kuat, aparatur kepolisian dan intelijen yang kuat, serta adanya aparatur sipil pemerintahan yang profesional yang dapat menjalankan administrasi negara secara efektif dan efisien," ujar Mendagri dalam rilis persnya.

Baca juga: Syarat Nilai Rapor Daftar IPDN, STIN, dan STIS, Lulus Bisa Jadi CPNS

Ia menjelaskan, dari sekitar 4,7 juta ASN di Indonesia, lulusan IPDN menjadi salah satu inti kekuatan birokrasi pemerintahan, terutama di daerah.

Menurutnya, pola pendidikan di IPDN tidak hanya menekankan aspek akademik ilmu pemerintahan, tetapi juga pembentukan fisik, mental, disiplin, dan loyalitas.

Karena itu, kata dia, lulusan IPDN banyak diminati oleh pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di wilayah masing-masing.

"Dan itu yang membuat para kepala daerah suka dengan mereka. Lulusan-lulusan IPDN banyak yang diminta .... Karena selain kemampuan ilmu pemerintahan, mereka juga dididik memiliki fisik yang baik, loyalitas, disiplin, dan siap melaksanakan tugas," katanya.

Selain menyelenggarakan pendidikan formal, Mendagri mengatakan, IPDN juga terus dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas ASN nasional. Berbagai pelatihan vokasional diselenggarakan bagi pemerintah daerah, kepala desa, hingga anggota DPRD.

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga memperkuat kapasitas lulusan IPDN melalui program beasiswa luar negeri.

Baca juga: Praja IPDN Berjibaku dengan Lumpur Demi Kembalikan Kejayaan Situs Bersejarah di Aceh Tamiang

Upaya tersebut didukung dengan penambahan kurikulum bahasa Inggris dan pelatihan persiapan tes internasional seperti IELTS dan TOEFL.

"Sampai saat ini sudah 52 lulusan IPDN yang fresh graduate berangkat ke luar negeri, di antaranya ke Australia, Inggris, dan Amerika. Ini persiapan lagi lebih kurang 100 untuk ikut tes LPDP. Kita harapkan nanti setelah kembali mereka bisa menjadi agen perubahan untuk ASN yang lain," tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan kali ini dirangkaikan dengan penganugerahan Kartika Astha Brata Utama dan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago.

Dalam kesempatan itu, Djamari juga memberikan kuliah umum kepada para praja dan civitas academica IPDN.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor IPDN Halilul Khairi, pejabat di lingkungan Kemendagri, pejabat lingkup Kementerian Koordinator (Kemenko) Polkam, para praja IPDN, serta tamu undangan lainnya.

Terkini Lainnya
Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Kemendagri
Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Kemendagri
Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri
Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Kemendagri
BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

Kemendagri
BNPP Koordinasi Pembukaan Perlintasan Temajuk sebagai KEK Pariwisata

BNPP Koordinasi Pembukaan Perlintasan Temajuk sebagai KEK Pariwisata

Kemendagri
Sambut Idul Adha 1447 H, Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP RI

Sambut Idul Adha 1447 H, Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP RI

Kemendagri
Pulihkan Ekonomi Pascabencana Sumatera, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk 200.000 UMKM

Pulihkan Ekonomi Pascabencana Sumatera, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk 200.000 UMKM

Kemendagri
Mendagri Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp 100,1 Triliun Disiapkan

Mendagri Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp 100,1 Triliun Disiapkan

Kemendagri
Lewat Pemutakhiran IPKP, BNPP RI Petakan Kondisi Riil Perbatasan Nangabadau

Lewat Pemutakhiran IPKP, BNPP RI Petakan Kondisi Riil Perbatasan Nangabadau

Kemendagri
BNPP RI Ukur Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Entikong, Petakan Berbagai Tantangan Pembangunan

BNPP RI Ukur Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Entikong, Petakan Berbagai Tantangan Pembangunan

Kemendagri
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Membaik, Mayoritas Daerah Terdampak Kembali Normal

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Membaik, Mayoritas Daerah Terdampak Kembali Normal

Kemendagri
Menuju Fase Pemulihan, 5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli

Menuju Fase Pemulihan, 5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com