Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Kompas.com - 28/05/2026, 14:05 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) bersama Kompas.com akan menggelar ajang penghargaan tahunan Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Ajang tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja pemda dalam pengelolaan anggaran, inovasi, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kemendagri, sekaligus memperkuat budaya kerja yang sehat.

Mengusung tema Meningkatkan Perekonomian Daerah dan Menekan Stunting, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 memperebutkan total 28 nominasi penghargaan yang terbagi dalam empat kategori.

Baca juga: Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Pertama, kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting yang mengukur komitmen serta performa pemda dalam menanggulangi kemiskinan dan mempercepat penurunan stunting secara terintegrasi.

Penilaian dilakukan berdasarkan sinergi program, capaian pelayanan, hingga efektivitas intervensi di tingkat desa.

Selain melihat tren penurunan angka stunting dan kemiskinan sebagai hasil konkret, inovasi daerah dalam menghadirkan solusi kreatif, responsif, dan berkelanjutan juga menjadi aspek penting penilaian.

Baca juga: Temui Kader PKK Alor, Tri Tito Tekankan Pentingnya Pola Asuh untuk Cegah Stunting

Kedua, kategori Pengendalian Inflasi menilai kinerja pemda dalam menjaga stabilitas inflasi secara konsisten dan terukur.

Penilaian mencakup tingkat kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi, serta efektivitas dari berbagai upaya yang diterapkan daerah.

Selain itu, keberhasilan pemda dalam menjaga daya beli masyarakat juga menjadi indikator penting dalam penilaian kategori ini.

Baca juga: Jaga Daya Beli, Pemerintah Sudah Gelontorkan Rp 153,1 T untuk Subsidi dan Kompensasi

Ketiga, kategori Creative Financing menilai kapasitas pemda dalam mengoptimalkan potensi sumber daya dan menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan.

Penilaian mengacu pada kemampuan pemda dalam mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara efektif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

Aspek digitalisasi, tata kelola keuangan, dan konsistensi opini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menjadi indikator krusial dalam menentukan keunggulan daerah.

Baca juga: Presiden Prabowo Minta PPATK Wujudkan Tata Kelola Keuangan Negara Bebas Korupsi

Keempat, kategori Penurunan Tingkat Pengangguran yang mengukur langkah pemda dalam menekan angka pengangguran melalui program terencana dan berkelanjutan.

Penilaian meliputi kualitas perencanaan, dukungan anggaran, serta inovasi pemda di bidang ketenagakerjaan yang berhasil menciptakan solusi efektif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Mengutip dari laman kemendagri.go.id, Selasa (26/5/2026), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, proses penilaian dilakukan berdasarkan data yang telah tersedia dan terverifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kemendagri.

Baca juga: Lewat Penghargaan Daerah Berprestasi, Kemendagri Bangun Iklim Kompetitif Antarpemda

Ciptakan iklim kompetitif yang sehat dan adil

Selain membagi dalam empat kategori, Tito menyampaikan bahwa skema penghargaan pemda berprestasi juga dibagi ke dalam enam regional meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, serta Papua, agar tercipta kompetisi yang sehat dan adil.

“Tujuannya adalah menimbulkan iklim kompetitif, memberikan penghargaan kepada yang berprestasi, serta memancing yang belum berprestasi (atau) belum beruntung agar mereka bisa bekerja lebih keras lagi,” ujarnya, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (26/5/2026).

Tak hanya mendorong kompetisi yang sehat dan adil, Tito menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan menunjukkan kepada publik bahwa banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan layak diapresiasi.

Baca juga: Kemendagri Beri Intensif Fiskal ke Daerah Berprestasi di Maluku dan Nusa Tenggara

“Sebetulnya, kami ingin sampaikan juga melalui acara ini (bahwa) cukup banyak kepala daerah yang bagus-bagus, berprestasi, dan perlu dihargai,” ucapnya.

Sebelumnya, Kemendagri telah sukses menggelar Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sumatera, Kalimantan, dan Maluku-Nusa Tenggara pada akhir April hingga awal Mei 2026. Kini, saatnya pemda di Sulawesi untuk memperebutkan penghargaan tertinggi.

Sebagai informasi, malam puncak Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi akan ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube Kompas.com.

Baca juga: Perkuat Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Insentif Fiskal untuk Pemda Berprestasi di Maluku dan Nusra

Terkini Lainnya
Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Kemendagri
Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Kemendagri
Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri
Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Kemendagri
BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

Kemendagri
BNPP Koordinasi Pembukaan Perlintasan Temajuk sebagai KEK Pariwisata

BNPP Koordinasi Pembukaan Perlintasan Temajuk sebagai KEK Pariwisata

Kemendagri
Sambut Idul Adha 1447 H, Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP RI

Sambut Idul Adha 1447 H, Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP RI

Kemendagri
Pulihkan Ekonomi Pascabencana Sumatera, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk 200.000 UMKM

Pulihkan Ekonomi Pascabencana Sumatera, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk 200.000 UMKM

Kemendagri
Mendagri Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp 100,1 Triliun Disiapkan

Mendagri Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp 100,1 Triliun Disiapkan

Kemendagri
Lewat Pemutakhiran IPKP, BNPP RI Petakan Kondisi Riil Perbatasan Nangabadau

Lewat Pemutakhiran IPKP, BNPP RI Petakan Kondisi Riil Perbatasan Nangabadau

Kemendagri
BNPP RI Ukur Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Entikong, Petakan Berbagai Tantangan Pembangunan

BNPP RI Ukur Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Entikong, Petakan Berbagai Tantangan Pembangunan

Kemendagri
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Membaik, Mayoritas Daerah Terdampak Kembali Normal

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Membaik, Mayoritas Daerah Terdampak Kembali Normal

Kemendagri
Menuju Fase Pemulihan, 5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli

Menuju Fase Pemulihan, 5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com