Sulbar Jadi Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran di Sulawesi, Mendagri: APBD Lemah, Gubernur Kuat

Kompas.com - 30/05/2026, 10:44 WIB
Tsabita Naja,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KENDARI, KOMPAS.com – Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) menobatkan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar) sebagai Terbaik I pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sulteng), Jumat (29/5/2026). Selain menerima trofi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar juga mendapat insentif fiskal senilai Rp 3 miliar.

Perhelatan yang diinisiasi Kemendagri itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan Sulbar dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai program ketenagakerjaan yang dinilai inovatif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Adapun penilaian pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dilakukan dengan melihat langkah pemda dalam menghadirkan program terencana dan berkelanjutan untuk menjaga produktivitas angkatan kerja di tengah tantangan bonus demografi.

Baca juga: Bonus Demografi di Tengah Krisis Lapangan Kerja Berkualitas

Aspek penilaian meliputi kualitas perencanaan, dukungan anggaran, hingga inovasi daerah dalam menciptakan solusi ketenagakerjaan yang efektif.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyinggung kondisi fiskal Sulbar yang relatif terbatas dibandingkan provinsi besar lainnya di Indonesia.

Menurut Tito, kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulbar tergolong kecil. Namun, ia menilai kepemimpinan daerah menjadi faktor penting yang mendorong keberhasilan pembangunan di provinsi tersebut.

“Sulbar ini APBD-nya lemah gemulai, tetapi gubernurnya kuat,” ujar Tito dalam siaran langsung acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di kanal YouTube Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Sulawesi Barat Makin Dilirik, Ada Cokelat hingga Rare Earth

Oleh karena itu, lanjut dia, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 dibagi berdasarkan regional untuk memperbesar peluang daerah dengan kapasitas fiskal terbatas agar dapat bersaing secara lebih adil.

Menurut Tito, jika kompetisi dilakukan secara nasional, daerah dengan APBD kecil dinilai akan sulit bersaing melawan provinsi besar seperti DKI Jakarta maupun provinsi lain di wilayah Jawa.

Selain Penurunan Tingkat Pengangguran, terdapat tiga kategori lain yang diperebutkan dalam ajang tersebut, yakni Creative Finance, Pengendalian Inflasi, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Melalui Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi, pemerintah pusat berharap tercipta iklim kompetisi sehat antarpemda dalam menghadirkan inovasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Kemendagri Umumkan Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi, Kucurkan Insentif Miliaran Rupiah

Terkini Lainnya
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kemendagri
Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

Dorong Kinerja Kepala Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Fiskal lewat Ajang Regional

Kemendagri
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

Kemendagri
Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

Mendagri Jelaskan Alasan Apresiasi Pemda Dibuat Regional

Kemendagri
Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah

Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah

Kemendagri
Sulbar Jadi Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran di Sulawesi, Mendagri: APBD Lemah, Gubernur Kuat

Sulbar Jadi Provinsi Terbaik Tekan Pengangguran di Sulawesi, Mendagri: APBD Lemah, Gubernur Kuat

Kemendagri
Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terbaik dalam Menekan Pengangguran 

Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Tiga Kabupaten Ini Jadi yang Terbaik dalam Menekan Pengangguran 

Kemendagri
Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Geliat Ekonomi Sultra Meningkat, Gubernur Andi Sambut Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Percepatan Administrasi dan Eksekusi Pemulihan Pascabencana

Kemendagri
Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Kemendagri
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi Perebutkan 4 Kategori Penghargaan

Kemendagri
Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Kendari

Kemendagri
Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Jembatan Gantung Perintis Garuda Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang, Permudah Akses Warga

Kemendagri
BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

BNPP Targetkan Perlintasan Temajuk Dibuka Agustus 2026

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com