KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN) terus bekerja keras membantu pemulihan layanan publik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang.
Menurutnya, peran para praja IPDN penting untuk mendorong pemulihan yang lebih cepat.
Hal itu disampaikan Tito saat memimpin apel pembukaan Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
Dia menjelaskan, indikator keberhasilan pemulihan daerah terdampak bencana dapat diukur dari tiga aspek, yakni berjalannya fungsi pemerintahan secara normal, terkoneksinya sarana publik, serta kembalinya aktivitas perekonomian masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Tito mengapresiasi kiprah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah melakukan berbagai upaya untuk membantu pemulihan di daerah terdampak bencana.
Baca juga: Kemendagri Mulai Berangkatkan 1.138 Praja IPDN ke Aceh Tamiang
“Saya paham betul Bapak Menteri Kesehatan ( Menkes) bekerja sangat keras, tetapi biasa beliau bekerja tanpa kamera, tanpa ekspos,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.
Lewat kerja keras itu, lanjut Tito, hampir semua rumah sakit umum daerah yang terdampak bencana kembali normal.
Senada dengan itu, dia juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian UMKM dalam mendampingi pelaku usaha terdampak bencana.
Pemberdayaan pelaku usaha itu dilakukan melalui pendampingan intensif, aktivitas pasar, warung, toko, hingga restoran di sejumlah daerah mulai kembali berjalan.
“Beliau ( Menteri UMKM) sudah turun. Beliau [berada di lokasi bencana] bukan [hanya] sekarang ini, kemarin-kemarin sudah turun ke lapangan dengan pasukan-pasukan beliau, tim pendamping untuk usaha UMKM,” imbuh Tito.
Baca juga: Gubernur Babel Laporkan Status Tersangka Wagub Hellyana ke Presiden dan Kemendagri
Lebih lanjut, Tito menekankan, keberadaan para praja IPDN di Aceh Tamiang bertujuan membantu pemulihan layanan publik sekaligus memberikan dukungan moril bagi jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).
Ia memastikan, Kemendagri akan mendukung pemulihan pascabencana bersama pemerintah daerah (pemda) setempat.
“Kali ini kita buat apel untuk membangkitkan semangat, supaya sahabat-sahabat kita, teman-teman kita, Pak Bupati dan forkopimda tidak merasa sendiri. Kemudian saudara-saudara kita di pengungsian tidak merasa sendiri,” paparnya.
Tito menyebutkan, jika proses pemulihan berlangsung cepat, tidak menutup kemungkinan para praja akan ditugaskan ke daerah lain yang terdampak bencana, seperti Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Gayo Lues.
Hal itu merupakan komitmen Kemendagri bersama seluruh pihak dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Baca juga: Kemendagri Kirim 101.000 Pakaian untuk Korban Banjir Aceh
“Terima kasih banyak, dan ke depan kita harus semangat terus. Inilah pengabdian. Sekali lagi, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa mengabdi, memberikan dharma baktinya,” tegas Tito.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta jajaran forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang.