KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan ( BNPP) menyerahkan bantuan dua unit kapal layanan kesehatan bergerak Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas).
Bantuan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud dan Pemkab Kepulauan Sangihe.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Tito bersama Ketua Baznas Noor Achmad kepada Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah dan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari di Dermaga Bay, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (23/10/2025).
Keberadaan dua kapal tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan di Kepulauan Talaud dan Sangihe yang merupakan wilayah perbatasan.
Baca juga: Mendagri Tito: Pembangunan di Daerah Perbatasan Harus Dengarkan Masukan dari Pemda
Selain itu, layanan itu juga diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi saat persalinan yang masih menjadi tantangan besar di daerah perbatasan.
Dalam sambutannya, Tito mengatakan bahwa penyerahan bantuan ini sejatinya telah direncanakan sejak lama.
Pada 2022, Tito selaku Kepala BNPP bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode sebelumnya Mahfud MD, serta Ketua Baznas Noor Achmad mengunjungi Kepulauan Talaud dan Sangihe.
Kala itu, masyarakat menyampaikan aspirasi agar sektor kesehatan mendapat perhatian pemerintah, khususnya terkait penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca juga: BPJS Buka Suara soal Pemutusan Layanan Kesehatan Gratis di Pamekasan
"Alhamdulillah hari ini, sudah lama mau diserahkan tapi karena waktu kita tidak pas terus, hari ini akhirnya diserahkan. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Ketua Baznas, mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Tito dalam keterangan resminya, Kamis.
Selain bantuan dua unit kapal, Baznas juga menyalurkan bantuan operasional senilai Rp 1 miliar. Bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung operasional kapal layanan kesehatan bergerak.
Pada kesempatan tersebut, Tito menyampaikan beberapa peran utama BNPP, antara lain mengelola daerah perbatasan, menyelesaikan sengketa batas negara, serta mengoordinasikan pembangunan di wilayah perbatasan.
"Karena ini masalah pemerataan keadilan. Pembangunan harus dilakukan juga di daerah perbatasan agar masyarakat merasakan hadirnya negara," jelasnya.
Baca juga: Jabar-Jateng Sepakat Optimalkan Pembangunan Daerah Perbatasan
Dalam aspek pembangunan, banyak hal yang dapat dioptimalkan BNPP, salah satunya mendorong terciptanya sentra ekonomi di daerah perbatasan.
Menurut Tito, hal tersebut telah dilakukan dengan baik di sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN), termasuk PLBN Skouw Jayapura dan PLBN Sota Merauke.
"Dan itu terjadi seperti di Papua Nugini. Itu perbatasan kita di Skouw, Jayapura, Merauke, Sota, itu ekonomi kita mendominasi, sehingga sahabat-sahabat kita dari Papua Nugini belanja di tempat kita," katanya.
Tito menilai, capaian tersebut merupakan hal positif karena menunjukkan posisi Indonesia yang lebih maju dan dominan. Hal ini secara tidak langsung diyakini akan meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat di daerah perbatasan.
Baca juga: Ketimpangan Menggerus Nasionalisme
Dengan demikian, rasa nasionalisme tersebut juga akan memperkuat sistem pertahanan negara, khususnya terhadap potensi infiltrasi dari luar.
Tito menambahkan, saat ini BNPP terus berupaya menghimpun berbagai masukan dan aspirasi untuk memperkuat daerah perbatasan.
Sejumlah persoalan dan masalah yang dihadapi masyarakat setempat juga diinventarisasi agar dapat diatasi melalui rapat koordinasi yang melibatkan kementerian/lembaga terkait. Rencananya, rapat tersebut akan digelar pada pertengahan November mendatang.
"Kita belanja dulu masalahnya. Belanja masalahnya harus bottom-up artinya apa usulan dari daerah, usulan-usulan daerah itu membutuhkan apa. Setelah itu kita sesuaikan cek benar tidak dan setelah itu baru kita akan membuat cetak biru untuk pembangunan (daerah perbatasan)," jelasnya.
Baca juga: Daerah Perbatasan di Jember Rawan KLB, Dinkes Gencarkan Vaksinasi Campak Massal
Setelah menyerahkan bantuan, Tito bersama Noor Achmad dan jajaran mengecek langsung kondisi dua unit kapal layanan kesehatan. Ia bahkan mencoba fasilitas kesehatan dengan mengecek tensi darah.
Selain itu, Tito juga berdialog dengan para petugas kesehatan di kapal untuk memastikan pelayanan berlangsung optimal.
Penyerahan bantuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Ketua Baznas Provinsi Sulut Lutvia Alwi, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, para bupati dan wali kota se-Provinsi Sulut, serta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) se-Provinsi Sulut.