Menaker Ida Fauziyah Tinjau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong bagi Pekerja di Karawang

Kompas.com - 10/07/2021, 18:54 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) Ida Fauziyah meninjau secara langsung program Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong untuk pekerja industri dan keluarganya di Karawang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (10/7/2021).

Terdapat dua tempat yang dikunjungi Menaker terkait kegiatan tersebut. Pertama, Ida meninjau program pemberian vaksin terhadap 1.000 karyawan di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

PT TMMIN sendiri menargetkan 16.000 vaksin Covid-19 dapat diberikan kepada seluruh karyawan beserta anggota keluarganya.

Kemudian, Ida juga melakukan pemantauan pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi 3.500 pekerja PT Astra Honda Motor (PT AHM). Vaksinasi bagi pekerja PT AHM sendiri berlangsung dari 10-12 Juli 2021.

Menaker mengatakan, kunjungannya tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong berjalan lancar dan tepat sasaran.

"Alhamdulillah, hari ini saya menyaksikan secara langsung vaksinasi kepada para pekerja dan keluarganya," ujar Ida dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Ida pun mengapresiasi pihak perusahaan yang dianggapnya peduli terhadap kesehatan pekerja dan keluarganya melalui pemberian vaksin Gotong Royong.

"Program vaksinasi ini diharapkan dapat membangun herd immunity atau kekebalan kelompok masyarakat terhadap Covid-19 yang sedang marak saat ini," jelasnya.

Ida juga berharap, perusahaan mau secara rutin memperhatikan daya tahan tubuh dan kesehatan para pekerjanya. Untuk hal ini, perusahaan bisa menyediakan masker dan perlengkapan kesehatan lainnya, seperti vitamin, masker, dan hand sanitizer.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada para pekerja agar tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, baik di lingkungan masyarakat maupun di tempat kerja.

Menaker Ida Fauziyah meninjau langsung program vaksinasi terhadap pekerja di Karawang.Dok. Kemenaker. Menaker Ida Fauziyah meninjau langsung program vaksinasi terhadap pekerja di Karawang.

Pada kesempatan tersebut, Menaker turut berterima kasih dan mengapresiasi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang juga ikut hadir meninjau kegiatan vaksinasi.

Bupati Karawang, kata Ida, berhasil mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah Karawang untuk berpartisipasi dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

Ia pun meminta Bupati Karawang untuk terus mengawal pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat secara ketat agar penyebaran Covid-19 dapat terkendali.

"Kami meminta kepada Ibu Bupati untuk menginstruksikan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Karawang agar terus semangat. Sebab, masih banyak pekerja kita yang belum mendapatkan kesempatan vaksinasi," ucap Ida.

Sebagai informasi, program vaksinasi tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Indah Anggoro Putri, Sekretaris Ditjen (Sesditjen) PHI dan Jamsos Surya Lukita Warman, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jabar Rachmat Taufik Garsadi.

Lalu, turut hadir pula Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid serta perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karawang.

Terkini Lainnya
Siapkan Pelatihan AI bagi 3.100 Pemuda di Padang, Menaker: Kalau Kurang, Bisa Ditambah

Siapkan Pelatihan AI bagi 3.100 Pemuda di Padang, Menaker: Kalau Kurang, Bisa Ditambah

Kemenaker
Menaker Sebut Sertifikasi Kompetensi Jadi Bekal Penting Lulusan Magang

Menaker Sebut Sertifikasi Kompetensi Jadi Bekal Penting Lulusan Magang

Kemenaker
Ahli Waris Korban KA Bekasi Terima Santunan Rp 435 Juta, Menaker Tekankan Jaminan Sosial

Ahli Waris Korban KA Bekasi Terima Santunan Rp 435 Juta, Menaker Tekankan Jaminan Sosial

Kemenaker
Kado May Day 2026, Menaker Pastikan Pekerja di Kapal Dapat Hak Standar Internasional

Kado May Day 2026, Menaker Pastikan Pekerja di Kapal Dapat Hak Standar Internasional

Kemenaker
Kemnaker–Transjakarta Buka Peluang Kerja di Transportasi, Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Kemnaker–Transjakarta Buka Peluang Kerja di Transportasi, Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Kemenaker
Magang Nasional Batch I Tuntas, Kemnaker Siapkan Sertifikasi Gratis dan

Magang Nasional Batch I Tuntas, Kemnaker Siapkan Sertifikasi Gratis dan "Jalur Cepat" Kerja via KarirHub

Kemenaker
Kemnaker Salurkan Rp 32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Kemnaker Salurkan Rp 32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Kemenaker
Menaker: RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Menaker: RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Kemenaker
Genjot Serapan Tenaga Kerja, Menaker Targetkan 70.000 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Genjot Serapan Tenaga Kerja, Menaker Targetkan 70.000 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Kemenaker
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tetapi Penjaga Hak Pekerja

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tetapi Penjaga Hak Pekerja

Kemenaker
Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Kemenaker
Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

Kemenaker
Kemnaker Perkuat Integrasi MagangHub dengan Sertifikasi Kompetensi

Kemnaker Perkuat Integrasi MagangHub dengan Sertifikasi Kompetensi

Kemenaker
Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Kemenaker
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI

Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com