Menaker Ida Minta HRM Perusahaan Beradaptasi Hadapi Pandemi Covid-19

Kompas.com - 08/07/2021, 08:47 WIB
Inang Sh ,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, adanya transformasi di masa pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan bagi dunia usaha dalam melaksanakan Human Resource Management (HRM).

Untuk itu, Ida meminta Divisi Human Resource (HR) yang menjadi ujung tombak perekrutan dan pengembangan talenta di tiap perusahaan harus terus beradaptasi menyesuaikan perubahan pola kerja dan kebutuhan skill terkini yang sesuai dengan arah dan strategi perusahaan.

“Tanpa adanya adaptasi yang tepat maka perusahaan bisa gagal dalam mendapatkan talenta yang tepat untuk menghadapi persaingan di era digital ini,“ katanya.

Dia mengatakan itu saat menjadi keynote speaker pada acara Corporate Rating Award Human Capital on Resilliance Award 2021 bertema “Peran Strategis HRM dalam Ketahanan Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di masa Kenormalan Baru” secara virtual di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Menaker Ida Ajak Perusahaan Jepang Rekrut Tenaga Kerja Lokal dalam Program Magang

Ida menambahkan, selain penting dalam proses link and match antara kompetensi dan talenta calon pekerja dengan kebutuhan perusahaan, HRM berperan penting dalam pengembangan kompetensi dan karier karyawan.

“Tanpa program inovatif dan sesuai dengan perkembangan terbaru, kualitas dan kompetensi sumber daya manusia ( SDM) perusahaan akan mandeg, sehingga dapat menurunkan produktivitas dan daya saing perusahaan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Lebih dari itu, imbuhnya, HRM memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah memajukan SDM Indonesia.

Melalui peranan HRM yang mumpuni dan adaptif serta inovatif menghadapi perubahan di era transformasi digital ini, perusahaan mampu memiliki sumber daya untuk berkontribusi positif dalam proses pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Baca juga: Dorong Kualitas SDM, Kemenaker Optimalkan Integrasi Informasi Pasar Kerja

“Peran HRM juga sangat penting dalam membangun resilience atau ketahanan SDM di masa pandemi yang beresiko bagi sisi keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan,” jelasnya.

Ida menilai, kesehatan karyawan menjadi kunci utama bagi keberlangsungan usaha di saat pandemi.

Untuk itu, dia berharap perusahaan, khususnya divisi HR mampu memitigasi risiko dan memastikan keselamatan dan kesejahteraan karyawan di perusahaannya.

Ida menegaskan, selain mengubah pola kerja dan jenis pekerjaan, transformasi di masa pandemi juga mengubah profil dan skill tenaga kerja yang dibutuhkan di masa depan.

Hal ini tentu menuntut inovasi dan adaptasi strategi pengembangan SDM bagi semua pihak, mulai dari pemerintah hingga dunia usaha.

Baca juga: Strategi Menaker Ida Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan di Era Industri 4.0

“Karena kunci dari resilience dan daya saing di tingkat global adalah kualitas dan kapabilitas SDM yang mumpuni, “ jelasnya.

Jangan jadikan PPKM alasan PHK

Lebih lanjut, Ida turut meminta perusahaan terus mengikuti peraturan dan imbauan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dia berharap, perusahan juga mengikuti aturan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan tidak menjadikannya alasan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ida mengimbau, perusahaan tidak memanfaatkan momen ini untuk memperburuk atau menambah masalah ketenagakerjaan di masa PPKM darurat.

Baca juga: Lewat Sistem Informasi Pasar Kerja Nasional, Kemenaker Optimis Penuhi Permintaan Tenaga Kerja

“Meski saya benar-benar tahu, ini sesuatu yang tidak gampang, sesuatu yang sulit. Tetapi saya berharap kiranya perusahaan-perusahaan tidak melakukan PHK dalam kondisi PPKM darurat ini,” ujarnya.

Dia juga menekankan, semua pihak harus mengupayakan agar dalam situasi ini tidak terjadi PHK antara pengusaha dengan pekerja/buruh.

Pada kesempatan tersebut, Ida turut mengapresiasi penghargaan yang diterima beberapa perusahaan HR peraih Human Capital on Resilience Award 2021.

“Semoga penghargaan ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk mengikuti jejak perusahaan yang agile, adjustable, dan memiliki tata kelola yang baik serta semakin memotivasi untuk terus berkarya bagi pembangunan SDM Indonesia,“ katanya.

Ketua World Safety Organization (WSO) Indonesia Soehatman Ramli menambahkan, acara ini sangat karena terkait pembangunan SDM Indonesia.

Baca juga: Ada PPKM Darurat, Kemenaker Minta Pengusaha Tidak Lakukan PHK

Sebab, Indeks SDM Indonesia masih rendah dibandingkan negara tetangga, seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

“Ini menunjukkan kualitas SDM kita masih perlu kita tingkatkan dan optimalkan,“ katanya dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Corporate Rating Award Maya Julianti menjelaskan, penghargaan ini dimulai dari proses penilaian 400 perusahaan dan menyaringnya menjadi 100 perusahaan.

Kemudian, perusahaan tersebut disaring lagi menjadi 25 perusahaan untuk dapat mengikuti seluruh proses rangkaian penilaian serta berhak memperoleh penghargaan Human Capital on Resilience Excellence Award 2021 dengan berbagai kategori.

Baca juga: Menaker Ida Ajak ASEAN-OSHNET Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Tempat Kerja

“Kami menyambut positif Bu Menaker Ida Fauziyah mendukung penuh acara ini untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha, sehingga ekonomi Indonesia tetap bertahan di masa pandemi Covid-19 ini,“ katanya.

Terkini Lainnya
Indonesia Tunjukkan Daya Saing di WorldSkills ASEAN 2025 Filipina

Indonesia Tunjukkan Daya Saing di WorldSkills ASEAN 2025 Filipina

Kemenaker
Menaker Yassierli Percepat Reformasi Layanan dan Penguatan Integritas

Menaker Yassierli Percepat Reformasi Layanan dan Penguatan Integritas

Kemenaker
Sukses Serap 10.000 Tenaga Kerja, PT Abuya Berkah Indonesia Makmur Diapresiasi Kemenaker

Sukses Serap 10.000 Tenaga Kerja, PT Abuya Berkah Indonesia Makmur Diapresiasi Kemenaker

Kemenaker
Menaker Lepas Delegasi Indonesia ke Ajang WorldSkills ASEAN 2025

Menaker Lepas Delegasi Indonesia ke Ajang WorldSkills ASEAN 2025

Kemenaker
Kemenaker: Jejak Digital adalah Reputasi, Mahasiswa Baru Harus Bijak di Media Sosial

Kemenaker: Jejak Digital adalah Reputasi, Mahasiswa Baru Harus Bijak di Media Sosial

Kemenaker
Pimpin Upacara HUT Ke-80 RI, Menaker Tekankan 3 Pesan Kunci Ketenagakerjaan

Pimpin Upacara HUT Ke-80 RI, Menaker Tekankan 3 Pesan Kunci Ketenagakerjaan

Kemenaker
Kemenaker, Kementerian PKP, dan BPS Bersinergi Bangun 50.000 Rumah Subsidi Pekerja

Kemenaker, Kementerian PKP, dan BPS Bersinergi Bangun 50.000 Rumah Subsidi Pekerja

Kemenaker
RI-Austria Jalin Kerja Sama Pelatihan Vokasi lewat BPVP Banyuwangi

RI-Austria Jalin Kerja Sama Pelatihan Vokasi lewat BPVP Banyuwangi

Kemenaker
Menaker Imbau Perusahaan Beri Kesempatan Pekerja atau Buruh Rayakan HUT Ke-80 RI

Menaker Imbau Perusahaan Beri Kesempatan Pekerja atau Buruh Rayakan HUT Ke-80 RI

Kemenaker
Pemerintah Komitmen Dukung Dunia Usaha, Menaker Yassierli Paparkan Dua Strateginya

Pemerintah Komitmen Dukung Dunia Usaha, Menaker Yassierli Paparkan Dua Strateginya

Kemenaker
HUT Ke-78, Menaker Ingin Jadikan Kemenaker sebagai Ruang Bertumbuh

HUT Ke-78, Menaker Ingin Jadikan Kemenaker sebagai Ruang Bertumbuh

Kemenaker
Kemenaker dan Kemenkraf Bahas Kerja Sama Perluasan Kesempatan Kerja di Sektor Kreatif

Kemenaker dan Kemenkraf Bahas Kerja Sama Perluasan Kesempatan Kerja di Sektor Kreatif

Kemenaker
Menaker Beberkan Strategi Besar Ketenagakerjaan 2025–2029 di Forum Pemred

Menaker Beberkan Strategi Besar Ketenagakerjaan 2025–2029 di Forum Pemred

Kemenaker
Wapres Didampingi Menaker Tinjau Penyaluran BSU di Kantor Pos Fatmawati

Wapres Didampingi Menaker Tinjau Penyaluran BSU di Kantor Pos Fatmawati

Kemenaker
Menaker Ajak Praja IPDN Terapkan 3 Mindset untuk Jadi Pemimpin Visioner

Menaker Ajak Praja IPDN Terapkan 3 Mindset untuk Jadi Pemimpin Visioner

Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke