Pemerintah Austria Berkomitmen Bantu Kembangkan BLK Maritim Indonesia

Kompas.com - 11/11/2020, 20:10 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Direktur Jendral (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker), Budi Hartawan mengapresiasi komitmen Pemerintah Austria yang membantu pengembangan Balai Latihan Kerja ( BLK) Maritim di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan dalam groundbreaking kerja sama pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim, Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Medan melalui pembiayaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) Austria di BBPLK Medan, Rabu, (11/11/2020).

"Kerja sama pengembangan itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing di sektor kemaritiman," kata Budi seperti dalam keterangan tertulisnya.

Budi menuturkan, kegiatan pengembangan BLK maritim itu berlokasi di BBPLK Medan, BBPLK Serang,dan BLK Makassar.

Baca juga: Buah Manis Perjuangan Kemnaker pada Kasus CRI di Sidang ILO

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, kegiatan pengembangan BLK Maritim tersebut mencakup empat hal.

Adapun empat hal yang dimaksud Budi yaitu pekerjaan konstruksi, pengadaan peralatan dengan standar negara Austria, training of trainer dan pendampingan teknis untuk tahap implementasi terutama pada saat proses pelatihan para pencari kerja.

Budi Hartawan juga menaruh harapan besar agar BIT Media e-solution Gesellschaft mit beschränkter (GmbH) sebagai pelaksana proyek kegiatan pengembangan BLK Maritim dapat mengulang cerita kesuksesan.

"Proyek tersebut diharapkan mampu menjadikan BBPLK Medan menjadi center of excellence untuk pengembangan dua kejuruan yaitu Tourism Hospitality dan Joinery," ujarnya.

Baca juga: Kemnaker Harap ACRF Buat Ketenagakerjaan ASEAN Lepas dari Dampak Buruk Covid-19

Tak hanya itu, Budi berharap agar implementasi kegiatan ini, bukan hanya di BBPLK Medan, tetapi juga di BBPLK Serang dan BLK Makassar.

Ia pun berharap dengan kegiatan ini, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Austria, khususnya di bidang pelatihan vokasi, dapat semakin baik dan erat.

Sementara itu, Kepala BBPLK Medan Muhammad Ali Hapsah menambahkan, BBPLK Medan terus berkembang untuk menjadi salah satu BLK terbaik di wilayah Indonesia bagian barat.

"Banyak lulusan kami yang terserap dan diakui kualitasnya oleh industri," tutur Muhammad Ali Hapsah.

Baca juga: Tahun 2021, Kemnaker Siap Transformasi BLK dengan Program 4R

Muhammad Ali menegaskan, BBPLK Medan bertekad terus meningkatkan kualitas dalam mengembangkan potensi daerah melalui pariwisata, industri maupun produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Hal itu karena persaingan dalam dunia ketenagakerjaan dan perubahan di era globalisasi saat ini harus menyesuaikan dengan selera pasar kerja." ujar Muhammad Ali.

Sementara itu, Konselor Komersial Sigmund Nemeti menyampaikan, pemerintah Austria sejak 1990-an membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia khususnya kapasitas vokasional ketenagakerjaan.

"Pemerintah Austria sangat berterima kasih kembali diberi kepercayaan dalam program kerja sama vokasional training center maritim di Kota Medan ini," kata Sigmund.

Terkini Lainnya
Siapkan Pelatihan AI bagi 3.100 Pemuda di Padang, Menaker: Kalau Kurang, Bisa Ditambah

Siapkan Pelatihan AI bagi 3.100 Pemuda di Padang, Menaker: Kalau Kurang, Bisa Ditambah

Kemenaker
Menaker Sebut Sertifikasi Kompetensi Jadi Bekal Penting Lulusan Magang

Menaker Sebut Sertifikasi Kompetensi Jadi Bekal Penting Lulusan Magang

Kemenaker
Ahli Waris Korban KA Bekasi Terima Santunan Rp 435 Juta, Menaker Tekankan Jaminan Sosial

Ahli Waris Korban KA Bekasi Terima Santunan Rp 435 Juta, Menaker Tekankan Jaminan Sosial

Kemenaker
Kado May Day 2026, Menaker Pastikan Pekerja di Kapal Dapat Hak Standar Internasional

Kado May Day 2026, Menaker Pastikan Pekerja di Kapal Dapat Hak Standar Internasional

Kemenaker
Kemnaker–Transjakarta Buka Peluang Kerja di Transportasi, Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Kemnaker–Transjakarta Buka Peluang Kerja di Transportasi, Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Kemenaker
Magang Nasional Batch I Tuntas, Kemnaker Siapkan Sertifikasi Gratis dan

Magang Nasional Batch I Tuntas, Kemnaker Siapkan Sertifikasi Gratis dan "Jalur Cepat" Kerja via KarirHub

Kemenaker
Kemnaker Salurkan Rp 32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Kemnaker Salurkan Rp 32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Kemenaker
Menaker: RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Menaker: RUU PPRT Tekankan Pentingnya Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Kemenaker
Genjot Serapan Tenaga Kerja, Menaker Targetkan 70.000 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Genjot Serapan Tenaga Kerja, Menaker Targetkan 70.000 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Kemenaker
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tetapi Penjaga Hak Pekerja

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tetapi Penjaga Hak Pekerja

Kemenaker
Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

Kemenaker
Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

Lantik 12 Pejabat, Menaker: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

Kemenaker
Kemnaker Perkuat Integrasi MagangHub dengan Sertifikasi Kompetensi

Kemnaker Perkuat Integrasi MagangHub dengan Sertifikasi Kompetensi

Kemenaker
Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Kemenaker
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI

Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI

Kemenaker
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com