KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Digital ( Komdigi) bersama operator seluler menyiagakan sekitar 500 posko di seluruh Indonesia untuk menjaga kelancaran layanan telekomunikasi dan internet selama Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Posko tersebut terbukti efektif dalam menangani dinamika di lapangan, khususnya saat lonjakan trafik pada Kamis (19/3/2026), bertepatan dengan momen Pengerupukan yang berdekatan dengan libur Lebaran 2026.
Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Komdigi bersama operator juga sigap mengatasi berbagai kendala. Tercatat, lebih dari 90 persen keluhan yang masuk berhasil ditangani oleh posko yang bersiaga.
Baca juga: Puncak Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan Posko Tanggap Darurat 24 Jam
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan bahwa kualitas jaringan secara nasional tetap terjaga dengan baik. Rata-rata kecepatan unduh nasional mencapai 95 megabita per detik (Mbps), sedangkan kecepatan unggah mencapai 42 Mbps.
“Khusus untuk Bali, rata-ratanya 105 Mbps, di atas rata-rata nasional. Di Bandara Ngurah Rai sendiri kecepatannya di atas 200 Mbps, bahkan mencapai 250 Mbps. Terima kasih kepada operator yang sudah bekerja untuk menjaga konektivitas tetap baik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya saat meninjau Posko Terpadu di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa.
Baca juga: Danantara Ungkap Timpangnya Frekuensi Penerbangan Garuda dengan Singapore Airlines
Selain memastikan kelancaran jaringan seluler, Kementerian Komdigi juga memantau keamanan spektrum frekuensi, khususnya untuk penerbangan.
Berdasarkan hasil peninjauan di Bandara Ngurah Rai, Meutya menegaskan bahwa gangguan interferensi frekuensi sangat minim, yakni di bawah 30 detik.
Kondisi tersebut dinilai aman dan tidak membahayakan, meskipun terjadi peningkatan aktivitas penerbangan selama masa mudik Lebaran 2026. Adapun pengawasan melalui posko akan terus dilakukan hingga 29 Maret 2026.