Akselerasi Bisnis UMKM di Berbagai Daerah, Kemenkominfo Luncurkan Program UMKM Level Up 2024

Kompas.com - 01/08/2024, 17:45 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
A P Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) menjadi penopang perekonomian Indonesia. Pasalnya, UMKM memiliki peran penting dalam membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat struktur ekonomi nasional.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 juta. Bahkan, UMKM berkontribusi 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan dan menyerap banyak tenaga kerja.

Sementara itu, kontribusi ekonomi digital Indonesia terhadap PDB Indonesia mencapai 5,11 persen pada 2022. Bappenas memproyeksikan, potensi ekonomi digital Indonesia mencapai 109 miliar dollar AS pada 2025.

Meski demikian, hanya 12 persen dari 64 juta UMKM yang baru mengadopsi teknologi digital secara efektif.

Baca juga: Kemenkominfo Ajak Anak Muda Garut Tingkatkan Toleransi dan Produktivitas

Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjelaskan, pelaku UMKM kerap mengalami berbagai masalah untuk beradaptasi di era digital, mulai dari adopsi teknologi digital yang masih rendah hingga digital gap. Akibatnya, kemampuan UMKM di bidang teknologi digital tidak merata di seluruh Indonesia.

“Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) memiliki tugas untuk melakukan pemerataan talenta digital di seluruh Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan program UMKM Level Up 2024,” kata Menkominfo pada acara peluncuran “UMKM Level Up 2024” di Hotel Borobudur, Kamis (1/8/2024).

Menkominfo menilai, UMKM memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan skill dan membantu pelaku UMKM, mulai dari menyediakan akses pasar, finansial, permodalan, serta mendorong produk yang berkelanjutan.

Ia berharap, UMKM Level Up 2024 dapat membuat UMKM Indonesia naik kelas dan berdaya saing supaya dapat menembus pasar dunia.

Dengan demikian, sebutnya, akses pasar era digital bisa menjadi tanpa batas, sehingga barang-barang dari Indonesia bisa dijual di luar negeri, begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Lewat Bincang Teras Negeriku, Kemenkominfo Ajak Gen Z Lakukan Aksi Bela Negara

Anak-anak muda juga diharapkan bisa tergerak menjadi pelaku UMKM atau enterpreneur untuk membantu membuka lapangan pekerjaan dan perkembangan ekonomi nasional.

Untuk melindungi produk UMKM dari serbuan barang impor, Kemenkominfo telah bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam membatasi barang impor di bawah 100 dollar AS atau di bawah Rp 1,5 juta.

“Barang impor di bawah 100 dollar AS tidak boleh beredar supaya produk UMKM tidak mati,” tuturnya.

Akselerasi bisnis UMKM di berbagai wilayah

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Hokky Situngkir menjelaskan, program UMKM Level Up menjadi salah satu bentuk komitmen Kemenkominfo untuk mewujudkan ekonomi digital berkelanjutan, inklusif, serta inovatif dengan melibatkan UMKM sebagai motor penggerak.

Dengan menggunakan teknologi digital, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, serta mengoptimalkan proses bisnis.

Adapun proses adopsi teknologi digital yang Kemenkominfo fasilitasi terdiri dari dua program. Pertama, UMKM Level Up. UMKM Level Up merupakan program pendampingan yang berfokus pada peningkatan kapabilitas digital UMKM di Indonesia.

Kedua, Program Akselerasi Bisnis UMKM. Program ini fokus mengembangkan rencana bisnis UMKM yang didukung pemanfaatan teknologi digital.

Baca juga: Songsong Indonesia Emas, Kemenkominfo Dukung Gerakan Indonesia Tertib 

“Kemenminfo menjalankan kedua program tersebut dengan menjunjung tinggi prinsip kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Kami melibatkan 100 fasilitator, 20 koordinator, 10 bisnis coach, praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan. Tujuannya, kami ingin menjadikan UMKM naik level secara digital,” kata Hokky.

Menkominfo Budi Arie Setiadi (tengah) bersama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Hokky Situngkir (kiri), dan Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba (kanan).KOMPAS.COM/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA. Menkominfo Budi Arie Setiadi (tengah) bersama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Hokky Situngkir (kiri), dan Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba (kanan).

Hokky menjelaskan bahwa pada tahun ini, Kemenkominfo telah mendampingi pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman, fesyen, serta kerajinan tangan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Menurutnya, program adopsi teknologi digital yang telah dijalankan Kemenkominfo menjadi satu momentum penting. Pasalnya, program ini berhasil mendorong produk kerajinan dan kriya UMKM membanjiri sudut-sudut ruang digital. Program ini telah menjangkau hingga Maluku Utara dan Papua pada 2023.

Untuk tahun ini, program pendampingan UMKM Level Up akan fokus memfasilitasi UMKM di 19 kota dan kabupaten di Pulau Sumatera, Jawa, serta Bali.

Sementara itu, program fasilitasi dan pendampingan akselerasi bisnis akan diselenggarakan di lima kawasan di Pulau Jawa dan Bali.

“Kami optimistis, program tersebut dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat bergerak bersama menuju perwujudan UMKM yang berdaya secara digital, kuat, dan makin maju,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Psikolog Soroti Bahaya Kecanduan Gadget, PP Tunas Jadi Perlindungan Tambahan

Psikolog Soroti Bahaya Kecanduan Gadget, PP Tunas Jadi Perlindungan Tambahan

Komdigi
Komdigi Siagakan 500 Posko, Pastikan Layanan Telekomunikasi dan Internet Tetap Lancar

Komdigi Siagakan 500 Posko, Pastikan Layanan Telekomunikasi dan Internet Tetap Lancar

Komdigi
Air Mengalir Kehidupan Bersemi, Saatnya Peduli dan Hemat Air

Air Mengalir Kehidupan Bersemi, Saatnya Peduli dan Hemat Air

Komdigi
PP Tunas Resmi Berlaku, Regulasi untuk Melindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Resmi Berlaku, Regulasi untuk Melindungi Anak di Ruang Digital

Komdigi
Refleksi Hari Kasih Sayang, Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital lewat PP Tunas

Refleksi Hari Kasih Sayang, Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital lewat PP Tunas

Komdigi
Di Tengah Gempuran Misinformasi, Menkomdigi Minta Humas Perkuat Ketepatan dan Kecepatan Komunikasi Publik

Di Tengah Gempuran Misinformasi, Menkomdigi Minta Humas Perkuat Ketepatan dan Kecepatan Komunikasi Publik

Komdigi
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com