Jokowi Hadiri Perayaan Natal Nasional 2023 bersama 16.000 Jemaat di Surabaya

Kompas.com - 29/12/2023, 14:56 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju akan menghadiri Perayaan Natal Nasional 2023.

"Ini merupakan perayaan Natal setelah tiga tahun Bapak Presiden Jokowi tidak hadir secara offline, yaitu pada 2020, 2021, dan 2022,” katanya dalam Rapat bersama Panitia Natal Nasional 2023 di Gereja Bethany Nginden, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/12/2023). 

Budi mengatakan, ada sekitar tujuh menteri, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), dua wakil menteri, Gubernur Jawa Timur (Jatim), dan Wali Kota Surabaya yang akan hadir.

Ketua Panitia Ibadah dan Natal Nasional 2023 itu menyebutkan, sekitar 16.000 jemaat dan tamu undangan akan menghadiri Perayaan Natal Nasional 2023. 

Rangkaian perayaan diawali dengan ibadah dan dilanjutkan perayaan bersama yang dihadiri Presiden Jokowi secara langsung.

Baca juga: Pesan Jokowi pada Perayaan Natal 2023, Jaga Persatuan di Tengah Ketidakpastian Global

"Beberapa hal yang sudah diselesaikan dan kita berharap nanti di detailnya. Kapasitas total 16.000 jemaat dan tamu undangan, yang sudah teregister 15.000-an," jelasnya melansir kominfo.go.id, Selasa.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, Kota Surabaya dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan Natal Nasional tahun karena beberapa tahun sebelumnya dilaksanakan di luar Pulau Jawa.

"Sebelumnya, Pak Presiden merayakan Natal di Jayapura, Nusa Tenggara Timur (NTT), Manado, Medan, dan Palangkaraya. Maka saya berharap, mudah-mudahan besok kami rayakan acara ibadah dan perayaan Natal Nasional dengan baik," tuturnya.

Budi berharap, perayaan Natal Nasional perdana di Surabaya itu memberikan kesan tersendiri bagi umat Kristiani di seluruh Indonesia, khususnya yang mengikuti langsung rangkaian kegiatannya di Gereja Bethany Nginden, Surabaya, Rabu (27/12/2023).

"Natal Nasional pertama di Surabaya itu juga mudah-mudahan bisa menjadi kenangan yang terbaik buat pendeta dan seluruh jemaat di Gereja Bethany,” katanya.

Baca juga: Jokowi Minta Menkominfo Tepati Janji Bereskan 630 BTS 4G di Semester I 2024

Sebelumnya Budi meninjau kesiapan lokasi dan dukungan untuk pelaksanaan Perayaan Natal Nasional 2023. 

Budi didampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, Staf Khusus Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Sarwoto Atmosutarno, Dedy Permadi, dan Sugiharto.

Turut hadir perwakilan panitia nasional dari kementerian dan lembaga terkait, tokoh agama, serta Panitia Lokal Natal Nasional 2023 di Surabaya. 

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com