Tingkatkan SDM Digital, Menteri Johnny Ingin Generasi Muda Terlibat Dalam Transformasi Digital Global

Kompas.com - 21/07/2022, 10:26 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) berupaya membangun ruang digital dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia ( SDM) digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Johnny Gerard Plate mengatakan, pembangunan tersebut untuk memastikan generasi masa depan Indonesia bisa tinggal landas secara digital dan mengambil bagian dalam transformasi digital global.

“Kita memiliki jumlah digital native yang besar dan generasi milenial kita juga banyak. Untuk membangun ruang digital, kita perlu untuk meningkatkan SDM digital, khususnya pada generasi milenial dan generasi Z,” ungkap Johnny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/7/2022).

Hal itu dikatakan Johnny usai membuka Pertemuan Ketiga Digital Economy Working Group ( DEWG) Presidensi Group of Twenty ( G20) Indonesia di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Menkominfo Johnny G Plate Dorong DEWG G20 Bahas Kesenjangan Digital

Johnny mengatakan, saat ini, pemerintah telah melakukan percepatan dalam pembangunan infrastruktur digital agar lebih merata. Ia berharap pembangunan ini menjadikan Indonesia tinggal landas secara digital.

“Untuk saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, masih dalam proses pembangunan untuk bisa menjangkau secara nasional. Mudah-mudahan di akhir pemerintahan kabinet Indonesia Maju, Indonesia bisa siap tinggal landas dari sisi digital,” jelas Johnny.

Selain itu, Johnny menegaskan, Menkominfo tidak hanya membangun infrastruktur digital saja, tetapi juga akan mengembangkan kerja sama global. Salah satunya melalui forum DEWG Presidensi G20 Indonesia.

“Kita berkumpul dan berbicara bersama anggota G20 untuk membangun kesepakatan bersama di kebijakan digital yang akan datang. Karena sejatinya kita akan memasuki dunia baru, yakni dunia digital dan ini harus dikelola dengan baik,” ujar Johnny.

Baca juga: DEWG Digelar di NTT, Menteri Johnny Sampaikan Komitmen untuk Dorong Transformasi Digital

Adapun pembahasan yang sudah disiapkan oleh Johnny dalam pertemuan ketiga tersebut adalah upaya untuk menyiapkan tata kelola bagi generasi masa depan.

“Pembangunan infrastruktur digital, pertemuan G20, pembahasan materi, dan prioritas isu-isu DEWG adalah untuk generasi kini dan generasi masa depan Indonesia,” ucapnya.

Untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur digital, ia mengatakan, telah melibatkan generasi muda Indonesia agar bisa membangun kesadaran dan menghubungkan mereka dengan dunia digital dan policy making.

“Kita ikut sertakan anak-anak milenial untuk diperkenalkan dengan dunia digital. Secara simbolik, hari ini ada tiga perwakilan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Manggarai, Labuan Bajo, dan Ruteng. Keikutsertaan ini menjadi salah satu nilai tambah untuk pengalaman bagi mereka,” jelasnya.

Pelibatan generasi muda, kata dia, merupakan salah satu langkah nyata untuk membuka peluang agar generasi milenial dapat ambil bagian dalam akselerasi transformasi digital.

Generasi milenial sebanyak 20 orang ini mendapat kesempatan yang luar biasa untuk mengambil bagian di dalamnya. Ini menjadi salah satu wujud konkretnya,” katanya.

Terkini Lainnya
Psikolog Soroti Bahaya Kecanduan Gadget, PP Tunas Jadi Perlindungan Tambahan

Psikolog Soroti Bahaya Kecanduan Gadget, PP Tunas Jadi Perlindungan Tambahan

Komdigi
Komdigi Siagakan 500 Posko, Pastikan Layanan Telekomunikasi dan Internet Tetap Lancar

Komdigi Siagakan 500 Posko, Pastikan Layanan Telekomunikasi dan Internet Tetap Lancar

Komdigi
Air Mengalir Kehidupan Bersemi, Saatnya Peduli dan Hemat Air

Air Mengalir Kehidupan Bersemi, Saatnya Peduli dan Hemat Air

Komdigi
PP Tunas Resmi Berlaku, Regulasi untuk Melindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Resmi Berlaku, Regulasi untuk Melindungi Anak di Ruang Digital

Komdigi
Refleksi Hari Kasih Sayang, Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital lewat PP Tunas

Refleksi Hari Kasih Sayang, Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital lewat PP Tunas

Komdigi
Di Tengah Gempuran Misinformasi, Menkomdigi Minta Humas Perkuat Ketepatan dan Kecepatan Komunikasi Publik

Di Tengah Gempuran Misinformasi, Menkomdigi Minta Humas Perkuat Ketepatan dan Kecepatan Komunikasi Publik

Komdigi
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com