Menteri PANRB Tekankan Pentingnya Koordinasi Lintas Pemangku Kepentingan untuk Sukseskan Program Prioritas Presiden

Kompas.com - 06/08/2025, 18:10 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bergantung pada hasil yang terlihat oleh publik, tetapi juga pada reformasi struktural yang mendasarinya.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, dibutuhkan dukungan strategis dari berbagai aspek, mulai dari penataan ulang tata kelola, penyederhanaan proses bisnis, sinkronisasi kebijakan antarlembaga, penguatan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN), hingga dukungan penganggaran yang tepat sasaran.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan bahwa kompleksitas tersebut memerlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan, sinkronisasi kebijakan, serta manajemen isu strategis.

"Hanya dengan pendekatan menyeluruh, program pembangunan dapat tercapai secara aktual dan berkelanjutan,” katanya dalam Diskusi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXII Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Rini menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar merancang program prioritas, melainkan membangun fondasi peradaban baru yang dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.

Lima program prioritas tersebut meliputi gizi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan hunian.

Baca juga: Korupsi Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas, Mantan Kadis Kesehatan Kupang Ditahan Jaksa

“Program ini berkesinambungan, mulai dari makanan yang menyehatkan, dilanjutkan dengan kesehatan warga, kemudian pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan, diperkuat oleh ekonomi rakyat, dan disempurnakan dengan rumah yang layak,” ujar Rini.

Adapun program tersebut mencakup pemberian makan bergizi gratis bagi 82,9 juta anak sekolah, pemeriksaan kesehatan gratis untuk 60 juta warga, serta pembangunan tiga juta rumah layak huni.

Pemerintah juga menyediakan sekolah rakyat gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, serta memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan.

“Ini adalah wajah baru kehadiran negara untuk memajukan peradaban manusia Indonesia,” ucap Rini.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menekankan pentingnya pembangunan birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan melalui percepatan implementasi kebijakan dan penguatan koordinasi antarlembaga.

“Beliau juga menekankan pentingnya efektivitas pengelolaan anggaran, agar program pemerintah benar-benar berdampak langsung kepada rakyat. Arahan ini disertai dengan komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi dan kebocoran anggaran di lingkungan birokrasi,” imbuh Rini.

Baca juga: Pengangkatan PPPK: Solusi atau Pemicu Instabilitas Birokrasi?

Dorong penguatan pengelolaan ASN 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam Diskusi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXII Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).DOK. Kementerian PANRB Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam Diskusi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXII Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Dalam aspek sumber daya manusia, Presiden Prabowo mendorong penguatan pengelolaan ASN yang disiplin, produktif, dan kompeten sebagai pelayan publik.

Di samping itu, digitalisasi pelayanan publik menjadi perhatian utama guna menciptakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rini menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan tidak hanya sebatas mengalihkan prosedur manual ke digital.

Menurutnya, transformasi ini merupakan bagian dari pergeseran Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ( SPBE) yang prosedural menjadi digital government yang berorientasi pada hasil dan penciptaan nilai.

“Fokusnya bukan hanya pada efisiensi administratif, tetapi juga pada penciptaan nilai publik, reformasi struktural, integrasi lintas sektor sejak awal, serta penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi layanan terpadu,” ujar Rini.

Baca juga: SMA Terpadu Krida Nusantara, Sekolah Asrama yang 106 Lulusannya Lolos ke Akmil-Akpol 2025

Ia mengatakan bahwa transformasi digital pemerintah bukan hanya soal teknologi, tetapi perubahan menyeluruh untuk menghadirkan layanan publik  yang  lebih  mudah  dan relevan.

Rini berharap, forum PKN menjadi kesempatan strategis bagi para peserta untuk belajar, berkembang, dan membangun jejaring kolaborasi lintas sektor.

Forum tersebut, lanjut dia, akan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kepemimpinan di masa depan. 

“Tugas kita ke depan tidak akan mudah. Oleh karena itu, kita harus terus menyamakan langkah. Peradaban baru hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang berpola pikir kolaboratif, berorientasi pada dampak, serta mampu menghadapi kompleksitas dengan semangat perubahan untuk mendukung terlaksananya program prioritas Presiden,” tutur Rini.

Terkini Lainnya
Evaluasi Pengentasan Kemiskinan, Menteri Rini Tekankan Akselerasi Dukungan Kementerian PANRB

Evaluasi Pengentasan Kemiskinan, Menteri Rini Tekankan Akselerasi Dukungan Kementerian PANRB

Kementerian PANRB
Sinergi Lintas Instansi dalam Percepatan Transformasi Digital Pemerintah

Sinergi Lintas Instansi dalam Percepatan Transformasi Digital Pemerintah

Kementerian PANRB
Menteri PANRB Buka Pameran Foto “Kartini Masa Kini: Jejak Langkah Kartini”, Tampilkan Karya Fotografi

Menteri PANRB Buka Pameran Foto “Kartini Masa Kini: Jejak Langkah Kartini”, Tampilkan Karya Fotografi

Kementerian PANRB
Pelaksanaan WFH ASN Pekan Pertama Berjalan Lancar, Pemerintah Tetap Lakukan Evaluasi

Pelaksanaan WFH ASN Pekan Pertama Berjalan Lancar, Pemerintah Tetap Lakukan Evaluasi

Kementerian PANRB
Kualitas SDM Ujung Tombak Kesuksesan Optimalisasi PHTC Presiden

Kualitas SDM Ujung Tombak Kesuksesan Optimalisasi PHTC Presiden

Kementerian PANRB
Hadiri Taklimat Presiden RI, Menteri PANRB Pastikan Akselerasi Reformasi Birokrasi Terus Diperkuat

Hadiri Taklimat Presiden RI, Menteri PANRB Pastikan Akselerasi Reformasi Birokrasi Terus Diperkuat

Kementerian PANRB
Akselerasi Pemerintah Digital untuk Kemudahan Layanan Masyarakat

Akselerasi Pemerintah Digital untuk Kemudahan Layanan Masyarakat

Kementerian PANRB
Kinerja Berbasis Output, Bukan Kehadiran Fisik: Paradigma Baru Manajemen ASN dalam Transformasi Budaya Kerja

Kinerja Berbasis Output, Bukan Kehadiran Fisik: Paradigma Baru Manajemen ASN dalam Transformasi Budaya Kerja

Kementerian PANRB
Percepat Transformasi Tata Kelola, Pemerintah Terapkan Penyesuaian Pola Kerja ASN

Percepat Transformasi Tata Kelola, Pemerintah Terapkan Penyesuaian Pola Kerja ASN

Kementerian PANRB
Pemerintah Tetapkan Penyesuaian Budaya Kerja ASN Nasional

Pemerintah Tetapkan Penyesuaian Budaya Kerja ASN Nasional

Kementerian PANRB
Menteri PANRB Jabarkan Rencana Kerja 2026, Transformasi dari Hulu hingga Hilir

Menteri PANRB Jabarkan Rencana Kerja 2026, Transformasi dari Hulu hingga Hilir

Kementerian PANRB
Wujud Akuntabilitas Pemerintah, Kementerian PANRB Terima Hasil Reviu LKjPP dari BPKP

Wujud Akuntabilitas Pemerintah, Kementerian PANRB Terima Hasil Reviu LKjPP dari BPKP

Kementerian PANRB
Pastikan Standar Layanan Terpenuhi, Wamen PANRB Cek Angkutan Umum di Bandara dan Pelabuhan

Pastikan Standar Layanan Terpenuhi, Wamen PANRB Cek Angkutan Umum di Bandara dan Pelabuhan

Kementerian PANRB
Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Menteri PANRB Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan

Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Menteri PANRB Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan

Kementerian PANRB
Pastikan Pelayanan Tetap Terjaga Selama Mudik 2026, Menteri PANRB Tinjau Layanan Sektor Transportasi

Pastikan Pelayanan Tetap Terjaga Selama Mudik 2026, Menteri PANRB Tinjau Layanan Sektor Transportasi

Kementerian PANRB
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com