KOMPAS.com – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa pasokan listrik di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi hampir sepenuhnya kembali normal. Bahkan, di Sumatera Barat (Sumbar), pemulihan aliran listrik telah mencapai 100 persen.
Menurut Tito, ketersediaan listrik menjadi indikator utama dalam mengukur percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat pascabencana.
“Untuk indikator pemulihan di antaranya adalah hal-hal yang sangat mendasar diperlukan, seperti listrik, kemudian bahan bakar, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG), serta sarana komunikasi dan internet,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data pemantauan Satgas PRR per 8 Februari 2026, pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan di tiga provinsi terdampak terus mengalami perkembangan. Di Provinsi Aceh, masih terdapat 13 desa yang aliran listriknya belum menyala.
Baca juga: Badai Dahsyat Landa AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan, Putus Aliran Listrik 230.000 Warga
Sementara itu, di Sumatera Utara (Sumut), tersisa dua desa yang listriknya masih padam. Adapun di Sumbar, aliran listrik telah kembali normal secara keseluruhan.
“Kemudian untuk BBM, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun LPG umumnya sudah berjalan dengan baik dan lancar. Yang perlu dijaga adalah konsistensinya. Demikian juga listrik, sebagian besar sudah pulih. Saya ulangi, untuk di Sumbar semuanya sudah 100 persen,” jelas Tito.
Satgas PRR terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah guna memastikan seluruh wilayah terdampak segera pulih dan layanan listrik kembali normal sepenuhnya.