Kasatgas PRR Tito Ungkap Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Progres Signifikan

Kompas.com - 10/02/2026, 18:19 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemulihan pascabencana di 52 kabupaten/kota telah mencapai progres yang signifikan. 

Meski masih terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan penanganan lanjutan, kondisi di sebagian besar wilayah terdampak bencana kini telah berlangsung normal.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam acara Penyerahan Bantuan kepada Daerah Terdampak bersama pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) di Gedung Serbaguna Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).

Tito menjelaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 4,7 triliun kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.

Anggaran tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Baca juga: Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera, Mendagri–BPS Bahas Dashboard Data Tunggal

Untuk mengoptimalkan progres pemulihan, Tito meminta dukungan pimpinan MPR RI dan DPR RI, khususnya terkait kebijakan anggaran transfer ke daerah (TKD).

“Presiden (Prabowo Subianto) sudah menyampaikan bahwa transfer daerah di tiga provinsi terdampak bencana ini dikembalikan seperti pada 2025. Itu dampaknya besar,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.

Dengan dinormalisasikannya anggaran TKD, ia meyakini proses pemulihan akan berjalan lebih optimal.

Pasalnya, anggaran itu dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemulihan, seperti pengadaan mebeler, serta pembangunan infrastruktur publik dan pemerintahan.

Baca juga: Mendagri Akan Keluarkan SE, Wajib Bersih-bersih Tiap Selasa dan Jumat

Lebih lanjut, Tito mengatakan bahwa selama menjabat sebagai Kasatgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis.

Upaya tersebut meliputi rapat koordinasi rutin dengan pemangku kepentingan terkait, kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana, penyaluran bantuan, hingga inventarisasi kebutuhan daerah terdampak.

Selain itu, Satgas PRR juga mengembangkan dashboard data sebagai basis pemantauan penanganan pascabencana.

Tito menambahkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membentuk posko gabungan lintas instansi yang secara rutin melakukan rapat daring dengan pemerintah daerah (pemda).

“Entah sekretaris daerah, kepala BPBD, dinas sosial, dan lainnya. Ini dilakukan terus untuk melakukan update (pembaruan data),” ujarnya.

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) itu pun meminta daerah yang belum mengirimkan data kondisi wilayah terdampak agar segera menyampaikannya.

Baca juga: Tito Resmikan 1.300 Huntara di Tapanuli Selatan dan 7 Kabupaten Terdampak Bencana Sumatera

Menurut Tito, data menjadi kunci dalam proses penanganan pascabencana secara komprehensif dan terukur.

Data tersebut juga divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mencegah terjadinya tumpang tindih atau ketidaksesuaian data.

“Jadi mekanismenya bottom up. Kecepatan pemerintah daerah sangat menentukan. Saya mengejar setiap minggu, Zoom Meeting. Kecepatan itu selain oleh pemda, yang kedua adalah validasi oleh BPS, supaya jangan terjadi masalah,” tandas Tito.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, A M Akbar Supratman, jajaran pimpinan MPR RI, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Terkini Lainnya
Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Mendagri Apresiasi Program Bedah Rumah Kementerian PKP di Papua

Kemendagri
BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat Belu, Asah SDM dan UMKM Perbatasan di PLBN Motaain

Kemendagri
Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap di 3 Provinsi Terdampak, Hunian Layak Berangsur Terpenuhi

Kemendagri
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Kemendagri
Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Kemendagri
Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara dan DTH Terus Dilakukan

Kemendagri
Mendagri dan Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Perkuat Perbatasan lewat Hunian Layak

Mendagri dan Menteri PKP Targetkan Renovasi 1.000 RTLH di Sitaro, Perkuat Perbatasan lewat Hunian Layak

Kemendagri
Pastikan Program 3 Juta Rumah Berjalan, Mendagri Tinjau Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program 3 Juta Rumah Berjalan, Mendagri Tinjau Perumahan Rakyat di Tomohon

Kemendagri
Tinjau Dampak Banjir di Sitaro, Mendagri: Pemerintah Akan Tangani Rumah Terdampak

Tinjau Dampak Banjir di Sitaro, Mendagri: Pemerintah Akan Tangani Rumah Terdampak

Kemendagri
Kunjungi Sulut, Mendagri bersama Menteri PKP dan Kepala BPS Tinjau Program Perumahan Rakyat di Minahasa

Kunjungi Sulut, Mendagri bersama Menteri PKP dan Kepala BPS Tinjau Program Perumahan Rakyat di Minahasa

Kemendagri
Mendagri Tito Ingatkan Pemda untuk Kreatif Tingkatkan PAD

Mendagri Tito Ingatkan Pemda untuk Kreatif Tingkatkan PAD

Kemendagri
Buka Musrenbang Provinsi Sulut, Mendagri Ajak Pemda Tangkap Program Prioritas Nasional

Buka Musrenbang Provinsi Sulut, Mendagri Ajak Pemda Tangkap Program Prioritas Nasional

Kemendagri
Optimalisasi Lahan HGU Jadi Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Kemendagri
Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Hadiri Rapat Kerja Pemerintah

Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Hadiri Rapat Kerja Pemerintah

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com