Tinjau Daerah Terdampak Banjir di Aceh Utara, Kasatgas Tito Makan Bersama Pengungsi

Kompas.com - 23/01/2026, 18:38 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (22/1/2026).

Dalam kunjungannya ke Dusun Seulemak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, ia menyempatkan diri makan siang bersama para pengungsi di tenda pengungsian dengan beragam menu.

Selain makan bersama, Tito juga memberikan bantuan kepada warga berupa bahan makanan dan perlengkapan tidur. 

Untuk diketahui, Dusun Seulemak merupakan salah satu daerah yang terdampak banjir cukup parah. Banyak rumah warga mengalami rusak berat hingga hilang akibat tersapu banjir yang melanda Aceh pada November 2025.

Baca juga: Tinjau Daerah Rusak Parah karena Banjir Aceh, Mendagri Tito: Pemulihan Semakin Baik

Meski demikian, Tito menyebut penanganan pascabencana di wilayah tersebut menunjukkan kemajuan. Salah satunya terlihat dari akses jalan yang sebelumnya tertimbun lumpur tebal dan kini mulai dapat dilalui.

"Di Aceh Utara, terutama Langkahan ini sudah kedua kali saya datang. Ini (dulu saya lihat) masih banyak bekas-bekas lumpur. Tapi, (sekarang) saya lihat ada kemajuan dibanding saya datang pertama. Jalan-jalan aksesnya sudah terbuka, tadinya lumpur semua," ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (23/1/2026).

Selain itu, ia menjelaskan langkah percepatan penanganan yang perlu dilakukan di Aceh Tamiang, yakni pembangunan hunian sementara ( huntara) agar tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.

Bagi warga yang memilih tidak menempati huntara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana tunggu hunian (DTH) yang dapat digunakan untuk menyewa rumah atau tinggal bersama keluarga.

Baca juga: 300 Korban Banjir di Bireuen Terima Dana Tunggu Hunian Rp 600.000 Per Bulan

Bantuan DTH diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan atau total Rp 1,8 juta. Bantuan ini dapat dikombinasikan dengan skema bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa uang lauk-pauk sebesar Rp 15.000 per orang per hari.

"Jadi, kalau dia kontrak Rp 1,8 (juta) tiga bulan, setiap hari juga dapat makan. Uang makan Rp 15.000 per orang per hari. Kalau empat orang berarti Rp 60.000," kata Tito 

Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya pendataan lebih detail terkait masyarakat terdampak, termasuk data mengenai rumah yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat. 

"Ini juga saya minta kepada Pak Bupati, segera kumpulkan para keuchik (kepala desa), para camat agar (masyarakat terdampak dapat) didata. Jangan sampai (bantuan tersebut) salah sasaran. (Pastikan) betul-betul diterima masyarakat terdampak. Ini uang negara," tegasnya.

Baca juga: Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera

Sebagai informasi, kunjungan ke Aceh Utara merupakan salah satu rangkaian agenda Kasatgas Tito ke daerah terdampak bencana. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Pidie Jaya dan Bireuen. 

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Suharyanto, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, serta pejabat terkait lainnya.

Terkini Lainnya
13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

Kemendagri
Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Kemendagri
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Kemendagri
BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

Kemendagri
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Kemendagri
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Kemendagri
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Kemendagri
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Kemendagri
Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Kemendagri
PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

Kemendagri
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Percepatan Pembangunan PSEL antara Danantara dan Pemprov Jakarta

Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Percepatan Pembangunan PSEL antara Danantara dan Pemprov Jakarta

Kemendagri
Hadiri Pengukuhan Dewan Perpukadesi, Mendagri Tito Soroti 3 Rambu Utama Penguatan Organisasi

Hadiri Pengukuhan Dewan Perpukadesi, Mendagri Tito Soroti 3 Rambu Utama Penguatan Organisasi

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com