Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Kompas.com - 06/05/2026, 10:11 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( TP PKK) sekaligus Ketua Umum Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Tri Tito Karnavian mengajak masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan ( Sulsel) meningkatkan cakupan imunisasi anak guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat.

Menurut Tri, orangtua memiliki kewajiban memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap. Pemerintah pun saat ini terus melakukan monitoring terhadap imunisasi zero-dose, yakni kondisi anak yang sama sekali belum menerima imunisasi.

Padahal, imunisasi merupakan hak anak yang harus dipenuhi melalui kolaborasi pemerintah dan orang tua.

Tri menilai capaian imunisasi di Sulsel yang tinggi tidak lepas dari peran aktif pimpinan daerah dalam mendorong keterlibatan seluruh jajaran.

Baca juga: Peran Imunisasi dalam Menjaga Anak Tidak Mudah Terinfeksi Penyakit, Ini Kata Dokter

“Nah, ini adalah contoh terbaik yang pernah saya temui. Sebelumnya kami sudah mendatangi tujuh provinsi dengan target yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan saya akui Sulsel yang terbaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Pernyataan tersebut disampaikan Tri dalam acara Monitoring dan Evaluasi (Monev) Imunisasi Zero Dose Provinsi Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Gowa, Selasa (5/5/2026).

Dia menjelaskan, meskipun imunisasi kerap dianggap sebagai rutinitas bagi keluarga yang memiliki anak, pada praktiknya masih terdapat keluarga yang belum melaksanakannya.

Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui kolaborasi puskesmas, posyandu, dan TP PKK dinilai penting untuk terus meningkatkan cakupan imunisasi.

Istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian itu juga mengapresiasi pendekatan pendataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.

Baca juga: Cakupan Imunisasi Anak Turun Pascapandemi, IDAI Ingatkan Ancaman Wabah Penyakit Menular

“Saya bahagia sekali karena Ibu Bupati [Gowa] menyatakan bahwa kegiatan ini menyasar by name, by address. Jadi bukan hanya angka, tetapi per nama, per alamat, yang tentu data ini yang mengetahui adalah para perangkat pemerintah setempat,” ujar Tri.

Membangun generasi masa depan

Lebih lanjut, Tri menegaskan, imunisasi merupakan langkah awal dalam membentuk generasi masa depan yang sehat.

Imunisasi berperan penting melindungi anak, khususnya balita, dari berbagai risiko penyakit di masa mendatang serta menjadi bagian dari upaya pencegahan yang efektif.

Tri juga menyoroti pentingnya pola asuh dalam keluarga. Menurutnya, masih adanya anak yang belum diimunisasi tidak terlepas dari pola asuh yang kurang tepat.

“Kenapa imunisasi ini tidak dilakukan oleh orangtua? Pasti ada pola asuh yang salah. Pola asuh ini tidak hanya mencakup kesehatan, tetapi juga berbagai aspek lain,” ungkapnya.

Baca juga: Kasus Campak Naik Dibanding Tahun Lalu, Pemkab Agam Perluas Imunisasi dan Edukasi

Tri berharap seluruh anak dapat memperoleh imunisasi lengkap melalui penguatan monitoring bersama puskesmas serta dukungan perangkat pemerintah hingga tingkat kecamatan dan desa.

Ia juga mengapresiasi praktik baik di Sulsel yang dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Saya mengucapkan selamat kepada TP PKK Sulsel yang bekerja sama dengan Kabupaten Gowa karena telah melaksanakan kegiatan ini dengan capaian lebih dari 80 persen, sesuai target dari Kemenkes,” kata Tri.

Tri menilai langkah tersebut sangat baik dan mendukung promosi TP PKK nasional dalam membantu pencapaian target imunisasi nasional.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua TP PKK Provinsi Sulsel Naoemi Octarina Sudirman, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulsel dan Kabupaten Gowa.

Baca juga: 38 Anak di Tasikmalaya Positif Campak, Dinkes Sasar Imunisasi 6.000 Balita

Terkini Lainnya
Pemulihan Sawah Pascabencana Dipercepat, Lebih dari 2.000 Hektar Pulih dalam Dua Pekan

Pemulihan Sawah Pascabencana Dipercepat, Lebih dari 2.000 Hektar Pulih dalam Dua Pekan

Kemendagri
Mendagri bersama Menteri PKP Luncurkan Program Bedah Rumah BSPS di Wilayah Bali-Nusra dan Maluku

Mendagri bersama Menteri PKP Luncurkan Program Bedah Rumah BSPS di Wilayah Bali-Nusra dan Maluku

Kemendagri
Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan Daerah, Mendagri Minta Pemda Perkuat Forkopimda hingga Tim TPKS

Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan Daerah, Mendagri Minta Pemda Perkuat Forkopimda hingga Tim TPKS

Kemendagri
Kolaborasi Pendanaan Lintas Instansi Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Kolaborasi Pendanaan Lintas Instansi Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Kemendagri
Mendagri Dorong Penguatan

Mendagri Dorong Penguatan "Soft Approach" untuk Cegah Ekstremisme dan Terorisme

Kemendagri
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global

Kemendagri
99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Sudah Bersih dari Lumpur

99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Sudah Bersih dari Lumpur

Kemendagri
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Penyintas dan Mitigasi Bencana Susulan

Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Penyintas dan Mitigasi Bencana Susulan

Kemendagri
Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah, Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah, Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Kemendagri
Rencana Induk Pascabencana Sumatera Disiapkan hingga 2028, Infrastruktur Jadi Prioritas

Rencana Induk Pascabencana Sumatera Disiapkan hingga 2028, Infrastruktur Jadi Prioritas

Kemendagri
Tinjau Rumah Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran

Tinjau Rumah Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran

Kemendagri
BNPP RI Tinjau Kesiapan Operasional Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain

BNPP RI Tinjau Kesiapan Operasional Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain

Kemendagri
Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Masa Tanggap Darurat Terlewati, Penanganan Pascabencana Sumatera Masuk Fase Pemulihan

Kemendagri
Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Kemendagri
13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com