KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa aparatur sipil negara ( ASN) yang tangguh merupakan faktor penting dalam menentukan ketahanan suatu negara.
Hal tersebut disampaikan Tito saat memberikan amanat pada Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) 2025, yang berlangsung di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dalam amanatnya, Tito mengutip pemikiran tokoh Amerika Serikat (AS) Ray Dalio, yang menulis tentang negara-negara yang mampu bertahan lebih dari 300 tahun, seperti Kekaisaran Ottoman, Romawi, dan Mongolia.
Dalam konteks tersebut, Tito menjelaskan bahwa terdapat tiga elemen yang dimiliki oleh negara atau kekaisaran yang tangguh.
Pertama, militer yang kuat untuk menjaga kedaulatan dari ancaman luar negeri.
Kedua, intelijen dan kepolisian yang tangguh untuk memelihara stabilitas keamanan dalam negeri.
Ketiga, ASN yang mampu menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien.
Ketiga elemen tersebut, menurut Tito, menjadi fondasi untuk membangun pemerintahan yang jelas dan bersih.
Baca juga: Mendagri Soroti 11 Daerah di Jateng Belum Terbitkan PBG untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
“Artinya bisa membuat pemerintahan yang jelas (clear government) dan pemerintahan yang bersih (clean government). Itu ditemukan di negara-negara atau kerajaan yang bisa bertahan lebih dari 300 tahun. Yang tidak memiliki komponen itu, militernya tidak kuat, diserang oleh negara lain, tidak akan bertahan,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa.
Ia menambahkan, para PNS yang dilantik mendapat kehormatan bergabung dengan Kemendagri, yang menjadi poros pemerintahan dari negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Kementerian ini membina 38 gubernur, 98 wali kota, 416 bupati, dan melayani 285 juta penduduk.
Lebih lanjut, Tito mengatakan, bahwa BNPP memiliki peran strategis dalam mengawasi wilayah perbatasan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.
“Kita negara kepulauan sehingga harus menjaga darat, juga banyak sekali perbatasan lautnya. Selamat bergabung di Kemendagri-BNPP, dan selamat menjalankan tugas di dunia baru sebagai PNS di lingkungan Kemendagri dan BNPP,” ujarnya.
Sebanyak 186 PNS bergabung ke Kemendagri dan BNPP. Jumlah tersebut terdiri atas 10 orang formasi umum tahun 2023, 6 orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2023, 155 orang lulusan IPDN tahun 2024, 10 orang lulusan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun 2024, dan 5 orang lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) tahun 2024.
“Semua ilmu yang telah diterima, baik di IPDN, Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, saya minta betul-betul bisa diterapkan. Inilah pengabdian awal memasuki dunia baru bagi adik-adik semua menjadi Pegawai Negeri Sipil,” ujar Tito.
Baca juga: Dukung Program Tiga Juta Rumah, Mendagri Minta Pemda Sosialisasikan Kebijakan PBG bagi MBR
Ia menegaskan, menjadi ASN merupakan sebuah kebanggaan, apalagi proses seleksi yang dilalui sangat kompetitif.
Oleh karena itu, Tito meminta para PNS yang baru dilantik untuk mampu menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien. Mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan latar keilmuan masing-masing.
Mengutip pepatah, ia mengingatkan bahwa “perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah”.
“Adik-adik bergabung menjadi PNS hari ini, Selasa (11/11/2025), adalah langkah pertama untuk menuju pengabdian, mungkin puluhan tahun ke depan, kalau diberikan umur panjang, dan sampai dengan selesai. Mungkin lebih dari 30 tahun, 40 tahun, dan [itu] dimulai dari hari ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Tito juga menyerahkan penghargaan kepada 15 pegawai yang telah berjasa dalam menjalankan tugas di bidang pengarsipan.
Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi karena para pegawai tersebut telah berjasa luar biasa, khususnya dalam membantu penyelesaian sengketa yang berbasis dokumen.
Baca juga: Pastikan Peningkatan Layanan Publik, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau MPP Kota Semarang
“Kita membuktikan dalam kasus empat pulau di Aceh, tanpa ditemukan saat itu dokumen yang sangat penting, yang sudah tersimpan sejak 1992, mungkin persoalan empat pulau itu agak sulit untuk diselesaikan. Tapi ketika ditemukan arsip surat tahun 1992, artinya lebih kurang 33 tahun lalu, tersimpan rapi di gedung arsip kita,” tandas Tito.
Sebagai bentuk apresiasi, para pegawai tersebut diberikan hadiah berupa laptop. Tito berharap penghargaan ini dapat menambah semangat mereka dalam menjalankan tugas dan menjaga kerapian arsip negara.