Mendagri Tito: ASN yang Tangguh Jadi Penentu Ketahanan Negara

Kompas.com - 11/11/2025, 15:21 WIB
Fikriyyah Luthfiatuzzahra,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa aparatur sipil negara ( ASN) yang tangguh merupakan faktor penting dalam menentukan ketahanan suatu negara.

Hal tersebut disampaikan Tito saat memberikan amanat pada Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) 2025, yang berlangsung di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Dalam amanatnya, Tito mengutip pemikiran tokoh Amerika Serikat (AS) Ray Dalio, yang menulis tentang negara-negara yang mampu bertahan lebih dari 300 tahun, seperti Kekaisaran Ottoman, Romawi, dan Mongolia.

Dalam konteks tersebut, Tito menjelaskan bahwa terdapat tiga elemen yang dimiliki oleh negara atau kekaisaran yang tangguh.

Pertama, militer yang kuat untuk menjaga kedaulatan dari ancaman luar negeri.

Kedua, intelijen dan kepolisian yang tangguh untuk memelihara stabilitas keamanan dalam negeri.

Ketiga, ASN yang mampu menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien.

Ketiga elemen tersebut, menurut Tito, menjadi fondasi untuk membangun pemerintahan yang jelas dan bersih.

Baca juga: Mendagri Soroti 11 Daerah di Jateng Belum Terbitkan PBG untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

“Artinya bisa membuat pemerintahan yang jelas (clear government) dan pemerintahan yang bersih (clean government). Itu ditemukan di negara-negara atau kerajaan yang bisa bertahan lebih dari 300 tahun. Yang tidak memiliki komponen itu, militernya tidak kuat, diserang oleh negara lain, tidak akan bertahan,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Ia menambahkan, para PNS yang dilantik mendapat kehormatan bergabung dengan Kemendagri, yang menjadi poros pemerintahan dari negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Kementerian ini membina 38 gubernur, 98 wali kota, 416 bupati, dan melayani 285 juta penduduk.

BNPP memiliki peran strategis

Lebih lanjut, Tito mengatakan, bahwa BNPP memiliki peran strategis dalam mengawasi wilayah perbatasan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

“Kita negara kepulauan sehingga harus menjaga darat, juga banyak sekali perbatasan lautnya. Selamat bergabung di Kemendagri-BNPP, dan selamat menjalankan tugas di dunia baru sebagai PNS di lingkungan Kemendagri dan BNPP,” ujarnya.

Sebanyak 186 PNS bergabung ke Kemendagri dan BNPP. Jumlah tersebut terdiri atas 10 orang formasi umum tahun 2023, 6 orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2023, 155 orang lulusan IPDN tahun 2024, 10 orang lulusan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun 2024, dan 5 orang lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) tahun 2024.

“Semua ilmu yang telah diterima, baik di IPDN, Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, saya minta betul-betul bisa diterapkan. Inilah pengabdian awal memasuki dunia baru bagi adik-adik semua menjadi Pegawai Negeri Sipil,” ujar Tito.

Baca juga: Dukung Program Tiga Juta Rumah, Mendagri Minta Pemda Sosialisasikan Kebijakan PBG bagi MBR

Ia menegaskan, menjadi ASN merupakan sebuah kebanggaan, apalagi proses seleksi yang dilalui sangat kompetitif.

Oleh karena itu, Tito meminta para PNS yang baru dilantik untuk mampu menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien. Mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan latar keilmuan masing-masing.

Mengutip pepatah, ia mengingatkan bahwa “perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah”.

“Adik-adik bergabung menjadi PNS hari ini, Selasa (11/11/2025), adalah langkah pertama untuk menuju pengabdian, mungkin puluhan tahun ke depan, kalau diberikan umur panjang, dan sampai dengan selesai. Mungkin lebih dari 30 tahun, 40 tahun, dan [itu] dimulai dari hari ini,” ungkapnya.

Penyerahan penghargaan kepada 15 pegawai

Pada kesempatan itu, Tito juga menyerahkan penghargaan kepada 15 pegawai yang telah berjasa dalam menjalankan tugas di bidang pengarsipan.

Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi karena para pegawai tersebut telah berjasa luar biasa, khususnya dalam membantu penyelesaian sengketa yang berbasis dokumen.

Baca juga: Pastikan Peningkatan Layanan Publik, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau MPP Kota Semarang

“Kita membuktikan dalam kasus empat pulau di Aceh, tanpa ditemukan saat itu dokumen yang sangat penting, yang sudah tersimpan sejak 1992, mungkin persoalan empat pulau itu agak sulit untuk diselesaikan. Tapi ketika ditemukan arsip surat tahun 1992, artinya lebih kurang 33 tahun lalu, tersimpan rapi di gedung arsip kita,” tandas Tito.

Sebagai bentuk apresiasi, para pegawai tersebut diberikan hadiah berupa laptop. Tito berharap penghargaan ini dapat menambah semangat mereka dalam menjalankan tugas dan menjaga kerapian arsip negara.

Terkini Lainnya
13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

Kemendagri
Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Kemendagri
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Kemendagri
BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

Kemendagri
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Kemendagri
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Kemendagri
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Kemendagri
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Kemendagri
Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Kemendagri
PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

Kemendagri
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Percepatan Pembangunan PSEL antara Danantara dan Pemprov Jakarta

Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Percepatan Pembangunan PSEL antara Danantara dan Pemprov Jakarta

Kemendagri
Hadiri Pengukuhan Dewan Perpukadesi, Mendagri Tito Soroti 3 Rambu Utama Penguatan Organisasi

Hadiri Pengukuhan Dewan Perpukadesi, Mendagri Tito Soroti 3 Rambu Utama Penguatan Organisasi

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com