Kampanyekan Indonesia Tanpa KDRT, Puluhan Ribu Kader PKK Ikuti Fun Run dan Fun Walk

Kompas.com - 08/12/2024, 19:46 WIB
Aningtias Jatmika,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Puluhan ribu kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK) mengikuti Fun Run dan Fun Walk di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024).

Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Tim Penggerak (TP) PKK Pusat, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan TP PKK Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) 2024 yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian mengatakan bahwa acara itu bertujuan menyuarakan pentingnya peran perempuan dalam menciptakan Indonesia yang bebas dari kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT), kekerasan seksual, dan kekerasan terhadap anak.

"Kami berkumpul bersama untuk menyuarakan suara ibu agar membangun Indonesia bebas dari kekerasan rumah tangga, seksual, dan mendukung perlindungan anak," ujar Tri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Ia juga mengajak seluruh kader PKK dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk aktif membangun bangsa demi menciptakan generasi muda sebagai penerus Indonesia.

Baca juga: Ketum TP PKK Dorong Bakti Kesehatan Operasi Katarak Gratis Bisa Dilaksanakan di Seluruh Indonesia

Pelepasan peserta dilakukan oleh Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi, serta Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi.

Dalam kegiatan tersebut, terlihat peserta membawa poster dengan berbagai pesan kampanye, seperti "Perempuan Indonesia Anti KDRT", "Stop Bullying pada Anak", dan "Indonesia Tanpa Kekerasan Seksual".

Sebanyak 20.000 peserta Fun Walk yang terdiri dari kader PKK dan Posyandu dari Jabodetabek menempuh rute sejauh 2,5 kilometer. Sementara, 500 peserta Fun Run menempuh jarak 5 kilometer dengan rute Monas, Sarinah, Thamrin, Harmoni, dan kembali ke Monas.

Kegiatan semakin lengkap dengan berbagai layanan sosial, seperti pemeriksaan kesehatan, donor darah, layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta pasar murah sembako. Sebanyak 11.900 paket sembako, daging, dan ikan dijual seharga Rp 70.000 per paket.

Baca juga: Ketua TP PKK Kalteng Salurkan 200 Paket Bantuan Stimulan untuk Keluarga Berisiko Stunting

Sejumlah hiburan juga turut memeriahkan acara, mulai dari aksi MC Okky Lukman dan Igor, pertunjukan drumband Gita Abdi Praja IPDN, hingga penampilan tarian dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, istri Wakil Menteri Dalam Negeri sekaligus pengurus TP PKK Pusat, Yane Bima Arya juga mengapresiasi seluruh ibu kader PKK yang hadir.

"Dengan tema ‘Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045’, mari bersama kita terus berkontribusi untuk bangsa. Penelitian menunjukkan, jika ibu bahagia, bapak-bapak bisa tiga kali lebih bahagia," ujarnya yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, istri para menteri kabinet, Pelaksana Tugas Ketua Antarwaktu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendagri Niken Tomsi Tohir dan jajaran TP PKK Pusat, Penjabat Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Ika Oktaviana Teguh Setyabudi, serta Dirjen Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad P Bolombo.

Terkini Lainnya
Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Satgas PRR: 357 Huntap untuk Penyintas Bencana Sumatera Sudah Terbangun

Kemendagri
13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

Kemendagri
Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Pemulihan Sawah Terdampak Bencana Tunjukkan Progres, Ribuan Hektar Mulai Ditanami

Kemendagri
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Kemendagri
BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

BNPP RI Identifikasi Tantangan dan Potensi Tou Lumbis lewat Pengukuran IPKP

Kemendagri
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Kemendagri
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Kemendagri
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Kemendagri
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak demi Generasi Sehat

Kemendagri
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada Rakyat Kecil

Kemendagri
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Kemendagri
Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Satgas PRR Tuntaskan Penyaluran TKD Rp 10,6 Triliun, Pemulihan Pascabencana Melaju Pesat

Kemendagri
PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

PLBN Skouw Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini

Kemendagri
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Percepatan Pembangunan PSEL antara Danantara dan Pemprov Jakarta

Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Percepatan Pembangunan PSEL antara Danantara dan Pemprov Jakarta

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com