Mendag Busan Ajak Pelaku Usaha Perkuat Merek Lokal lewat Lisensi dan Waralaba

Kompas.com - 24/07/2025, 10:36 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) mengajak para pelaku usaha untuk memperkuat keberadaan merek lokal dengan cara memanfaatkan model bisnis lisensi dan waralaba.

Ia menilai, model bisnis ini telah teruji untuk membuka peluang pertumbuhan secara cepat, aman, dan berkelanjutan.

Mendag Busan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan merek lokal, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar kapasitasnya semakin meningkat dengan cara mengadopsi model bisnis lisensi dan waralaba.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam peluncuran “100 Lisensi Merek dan Produk UMKM Lokal” yang diselenggarakan Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, Rabu, (23/7/2025).

Baca juga: Kantongi Lisensi Jepang, Hario Cafe Tokyo Jakarta Dukung Industri Kopi Tanah Air

Program itu diluncurkan untuk memperkuat kecintaan terhadap produk dalam negeri dan menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Lisensi dan waralaba adalah model bisnis yang telah teruji, sehingga pelaku usaha tidak perlu memulai dari nol. Hal ini membuka peluang pertumbuhan yang cepat, aman, dan berkelanjutan,” ujar Mendag Busan dalam keterangan resminya, Kamis (24/7/2025).

Ia menekankan bahwa penguatan merek lokal, terutama milik UMKM, merupakan bagian dari strategi menghadapi tantangan global, persaingan global yang ketat, dan proteksionisme pasar.

Dalam upaya peningkatan daya saing pelaku usaha lokal, Kementerian Perdagangan ( Kemendag) menjalankan program prioritas UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Baca juga: Mendag Resmikan Shopee Flexi, Mudahkan UMKM Ekspor

Program tersebut berhasil memberi momentum dan eksposur UMKM ke pasar global untuk membuktikan bahwa produk-produk lokal yang berkualitas memiliki kesempatan bersaing dengan produk dari seluruh dunia.

“Kami terus mendorong ekspor, termasuk sektor jasa dan merek lokal, melalui program UMKM BISA Ekspor. Hingga Juni 2025, nilai transaksi yang dihasilkan program ini mencapai 87,04 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,3 triliun,” ujar Mendag Busan.

Ia menegaskan, capaian tersebut membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki daya saing.

Mendag Busan juga mengajak para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan berbagai peluang ekspor.

Salah satunya dengan berpartisipasi pada pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia pada 15-19 Oktober 2025.

Baca juga: UKM-IKM Trade Expo Bakal Digelar, Dorong UMKM ke Pasar Internasional

Penerbitan Permendag baru

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) meresmikan peluncuran 100 Lisensi Merek dan Produk UMKM Lokal yang diselenggarakan Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, Rabu, (23/7/2025).Dok. Kemendag Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) meresmikan peluncuran 100 Lisensi Merek dan Produk UMKM Lokal yang diselenggarakan Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, Rabu, (23/7/2025).

Untuk mempercepat proses perizinan usaha waralaba, Kemendag telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba oleh Pemerintah Daerah.

Permendag tersebut mengatur tata cara pengajuan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba oleh pelaku usaha ke pemerintah daerah (pemda).

“Aturan ini memungkinkan pelaku usaha untuk memulai kegiatan dalam lima hari kerja setelah pengajuan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba. Jika surat belum diterbitkan, tanda bukti pengajuan dapat digunakan sebagai dasar legal untuk beroperasi,” kata Mendag Busan.

Dalam peluncuran “100 Lisensi Merek dan Produk UMKM Lokal”, Ketua Umum Asensi Susanty Widjaya mengajak pelaku UMKM merek dan produk lokal untuk memanfaatkan momentum ini sebagai awal kebangkitan merek lokal Indonesia.

Baca juga: Menteri UMKM Bakal Panggil Marketplace, Susun Insentif Baru Buat Pedagang

Ia mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk kebijakan dari Kemendag, untuk meningkatkan semangat pelaku usaha UMKM produk lokal.

Menurut Susanty, dengan dukungan semua pihak, UMKM lokal dapat bertahan, maju, menjadi merek nasional dan go global.

Salah satu merek yang hadir dalam peluncuran “100 Lisensi Merek dan Produk UMKM Lokal” adalah Sugaku Sempoa dan Matematika yang didirikan oleh Katarina.

Ia berharap sinergi antara Kemendag dan Asensi dapat mendukung usahanya agar dapat semakin dikenal dan berkembang.

Baca juga: 3 Strategi Kemendag Antisipasi Lonjakan Barang Imbas Tarif AS

Katarina juga berpesan agar Kemendag dapat berperan lebih aktif dalam membantu para pelaku usaha, khususnya di sektor jasa pendidikan, agar produk jasa pendidikan karya anak bangsa dapat dipromosikan hingga ke kancah internasional.

Sebagai informasi, dalam acara peluncuran tersebut, Mendag Busan didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan.

Selain Mendag Busan dan jajarannya, hadir pula Ketua Umum Asensi Susanty Widjaya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) APPBI Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Mualim Wijoyo, General Manager PGC Akub Sudarsa, serta para pelaku usaha mitra lisensi.

Baca juga: Luncurkan Hari Ritel Nasional 2025, Mendag Busan Dorong Kemitraan Ritel dengan UMKM

Terkini Lainnya
Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Kemendag
Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Kemendag
Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Kemendag
Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kemendag
Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Kemendag
Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Kemendag
Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Kemendag
Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Kemendag
Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Kemendag
JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing

JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing "Modest Fashion" Indonesia 

Kemendag
Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Kemendag
Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag
Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Kemendag
Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Kemendag
Transaksi

Transaksi "Business Matching" UMKM hingga Agustus 2025 Capai 90,90 Juta Dollar AS

Kemendag
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com