Pekerja Kreatif Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia di Masa Depan

Kompas.com - Kamis, 16 November 2017
Pekerja Kreatif Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia di Masa DepanGARRY ANDREW LOTULUNGModel memeragakan busana rancangan Dian Pelangi dengan tema Warda Youniverse pada Indonesia Fashion Week 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Indonesia Fashion Week mengangkat sebuah tema yaitu Celebration of Culture dan akan berlangsung hingga 5 Febuari 2017.


KOMPAS.com - Siapa sih yang tak kenal Dian Pelangi? Pemilik nama lengkap Dian Wahyu Utami (26) itu merupakan salah satu perancang busana muslim ternama di Indonesia.

Hampir setiap rancangan busananya berhasil membuat para perempuan berhijab dan peduli penampilan menyukainya. Karena pemilihan bahan, model serta padu padan warna yang colourful berhasil menyita perhatian jutaan penggemarnya di Indonesia hingga manca negara.

Jadi, tak diragukan lagi jika Dian Pelangi sudah menjadi brand dengan mutu terbaik dan selalu digemari.

Hampir semua rancangannya menjadi trend setter busana muslimah di Indonesia. Padahal, dulu Dian mengaku setengah hati saat mengawali kariernya menjadi seorang perancang busana.

Dian mengaku dipaksa oleh kedua orangtuanya untuk sekolah di Jurusan Tata Busana SMK 1 Pekalongan, Jawa Tengah.

"Sempat nangis-nangis tiap pulang sekolah karena dicibir teman-teman sebaya, dikiranya cuma akan jadi tukang jahit," kenang Dian.

Kini anggapan itu pun berubah seiring berjalannya waktu, kreativitasnya dalam mengolah bahan kain tradisional seperti batik Pekalongan, songket Palembang, dan kain jumputan membawa namanya harum di kancah internasional.

Pada ajang Paris Fashion Week for Peace 2018 pada 4 Oktober 2017 lalu, Dian mendapat sambutan hangat dari pecinta fashion di Paris.

Dian bersama dengan Barli Amara, Catherine Njoo, Melia Wijaya, Vivi Zubedi, dan Doris Dorothea menampilkan karya terbaik mereka di ajang New York Fashion Week: First Stage Spring Summer 2018 yang menjadi bagian dari New York Fashion Week (NYFW).

Karya para desainer asal Indonesia yang tampil pada ajang New York Fashion Week itu dianggap memenuhi persyaratan oleh pihak International Management Group (IMG) selaku penyelenggara.

Karena memiliki tingkat orisinalitas, kekuatan konsep, dan kemampuan produksi yang paripurna.

Inilah bentuk diplomasi fashion dari para perancang muda berbakat yang sudah berbicara di tingkat global.

Presiden Jokowi dengan sneakers buatan lokal pada acara Sumpah Pemuda di Istana Bogor, 28 Oktober 2017exodos57 Presiden Jokowi dengan sneakers buatan lokal pada acara Sumpah Pemuda di Istana Bogor, 28 Oktober 2017

Selain Dian, produsen sneakers lokal, Exodos57 juga telah mencuri perhatian, termasuk dari Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Istana Bogor, Oktober lalu.

Produsen sneakers asal Bandung itu menampilkan inovasi sepatu berbahan kulit dan juga menggabungkannya dengan kanvas dan tenun asal Yogyakarta.

Sepatu yang berhasil mencuri perhatian Presiden Jokowi itu merupakan seri terbaru yang mengusung tema ‘3Laborate’, yaitu versi kolaborasi 3 Brand (Exodos57, UnionWell, Rawtype Riot).

Hasil karya ini membuktikan bahwa sepatu yang didesain modern mampu membawa identitas Indonesia, diwakili dengan kain tenun Yogyakarta.

“Fashion, kuliner dan crafts (kerajinan tangan) itu sudah besar, dan kami mau akselerasi. Ada juga lainnya yang menjadi prioritas untuk dikembangkan, yakni games, aplikasi, musik dan film,” Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) Triawan Munaf, pada diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Staf Presiden, Selasa (17/10/2017).

Gitar ukir berlabel Blueberry hasil karya I Wayan Tuges, di desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali, Selasa (16/8/2011). Gitar ukir yang ia produksi dijual dengan kisaran harga antara 2000 hingga 6500 dolar Amerika, dan pemasarannya telah menembus Kanada, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIBANAR FIL ARDHI Gitar ukir berlabel Blueberry hasil karya I Wayan Tuges, di desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali, Selasa (16/8/2011). Gitar ukir yang ia produksi dijual dengan kisaran harga antara 2000 hingga 6500 dolar Amerika, dan pemasarannya telah menembus Kanada, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

Bekraf juga terus berupaya meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan untuk menyadari betapa pentingnya upaya bersama mendorong sektor ekonomi kreatif lain.

“Di masa depan, ekonomi tidak semata-mata bergantung pada sumber daya alam mentah,” ujar Triawan.

Bekraf mencatat, kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2014 adalah Rp 784,82 triliun atau meningkat 8,6 persen pada 2015 menjadi Rp 852 triliun.

“Dari total kontribusi tersebut, sub-sektor kuliner, kriya, dan fashion memberikan kontribusi terbesar pada ekonomi kreatif,” tambahnya.

Sub-sektor kuliner tercatat berkontribusi sebasar 41,69 persen, kemudian fashion sebesar 18,15 persen, dan kriya sebesar 15,70 persen. Selain itu, industri film bertumbuh 10,28 persen, musik 7,26 persen, seni/arsitektur 6,62 persen, dan game tumbuh 6,68 persen.

Tiga Negara tujuan ekspor komoditas ekonomi kreatif terbesar pada 2015 adalah Amerika Serikat 31,72 persen, Jepang 6,74 persen, dan Taiwan 4,99 persen.

Walau bertumbuh, memang masih ada yang harus diperhatikan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Salah satunya ekosistem bisnis dan investasi, di samping itu infrastruktur juga merupakan penunjang kegiatan.

Pembatik asal Raja Ampat, Papua, membatik di pameran Gelar Batik Nusantara 2015, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015). Acara yang diikutin ratusan pengusaha, penjual dan pengrajin batik ini akan berlangsung hingga 28 Juni 2015. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESRODERICK ADRIAN MOZES Pembatik asal Raja Ampat, Papua, membatik di pameran Gelar Batik Nusantara 2015, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015). Acara yang diikutin ratusan pengusaha, penjual dan pengrajin batik ini akan berlangsung hingga 28 Juni 2015. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES

Karena besarnya potensi ekonomi kreatif, pemerintah tidak ragu untuk memberikan bantuan permodalan.

Sektor ini dinilai paling memberi kesempatan kerja kepada anak-anak muda, demikian juga khususnya kaum perempuan.

Ditinjau dari status jender, 62,84 persen tenaga kerja Indonesia pada 2015 adalah laki-laki dan sisanya atau 37,16 persen adalah perempuan. Namun, ekonomi kreatif justru membalik fakta itu, bedasarkan data Bekraf justru perempuan mendominasi ekonomi kreatif yaitu sebanyak 53,68 persen dan sisanya sebesar 46,52 persen laki-laki.

Pelaku ekonomi kreatif juga telah mengakses permodalan dari bank. Pada 2016, permodalan yang diakses dari perbankan sebesar Rp 7,668 triliun dan angka tersebut melampaui target yang hanya sebesar Rp 4,9 triliun.

Sementara itu, pada 2017, tercatat pelaku ekonomi kreatif mengakses modal dari perbankan sebesar Rp 192, 9 miliar dari target Rp 280 miliar. Dengan demikian, total capaiannya sebesar Rp 7,86 triliun.

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Negara Terus Hadir Menjamin Perlindungan Kesehatan untuk Rakyat
Negara Terus Hadir Menjamin Perlindungan Kesehatan untuk Rakyat
FMB9
Holding Migas Demi Pemerataan Pembangunan Pipa Gas di Tanah Air
Holding Migas Demi Pemerataan Pembangunan Pipa Gas di Tanah Air
FMB9
Holding BUMN Tingkatkan Daya Saing Nasional
Holding BUMN Tingkatkan Daya Saing Nasional
FMB9
Tiga Skema Pembiayaan Infrastruktur untuk Pemerataan Ekonomi
Tiga Skema Pembiayaan Infrastruktur untuk Pemerataan Ekonomi
FMB9
Pemerintah Fokus Sediakan Listrik di Papua dan NTT
Pemerintah Fokus Sediakan Listrik di Papua dan NTT
FMB9
Pemerintah Terus Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan
Pemerintah Terus Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan
FMB9
Calon Ibu, Sudah Tahu Persiapan Penting untuk 1.000 Hari Pertama Anak?
Calon Ibu, Sudah Tahu Persiapan Penting untuk 1.000 Hari Pertama Anak?
FMB9
Registrasi Kartu SIM Wujudkan Program
Registrasi Kartu SIM Wujudkan Program "Single Identity Number"
FMB9
Registrasi SIM Card Ditargetkan Tuntas Februari 2018
Registrasi SIM Card Ditargetkan Tuntas Februari 2018
FMB9
Bergelut dengan Limbah, Puluhan Ibu di Aceh Tamiang Lebih Produktif
Bergelut dengan Limbah, Puluhan Ibu di Aceh Tamiang Lebih Produktif
FMB9
Kurangi Ketimpangan, Pemerintah Kreatif Gali Dana Infrastruktur
Kurangi Ketimpangan, Pemerintah Kreatif Gali Dana Infrastruktur
FMB9
Puluhan Bandara dan Pelabuhan Ditawarkan untuk Dikelola Swasta
Puluhan Bandara dan Pelabuhan Ditawarkan untuk Dikelola Swasta
FMB9
Soto, Kopi, dan Tenun Jadi Ikon Indonesia
Soto, Kopi, dan Tenun Jadi Ikon Indonesia
FMB9
Pekerja Kreatif Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia di Masa Depan
Pekerja Kreatif Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia di Masa Depan
FMB9
Fitur Khusus untuk Jamin Keamanan Masyarakat
Fitur Khusus untuk Jamin Keamanan Masyarakat
FMB9