Mewujudkan Generasi Emas Indonesia…

Kompas.com - 29/09/2017, 19:08 WIB
Haris Prahara

Penulis

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menemukan pelanggaran saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pelaksanaan pameran bursa kerja atau job fair di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017). Dok Kemnaker Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menemukan pelanggaran saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pelaksanaan pameran bursa kerja atau job fair di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017). 

KOMPAS.com – Indonesia segera menyongsong fase bonus demografi beberapa tahun ke depan. Ini menjadi tantangan apakah kita siap lepas landas menuju negara maju atau justru sebaliknya, tertimpa bencana demografi.
 
Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Indonesia sendiri diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada 2030 mendatang.
 
Membludaknya tenaga kerja produktif adalah peluang emas Indonesia untuk menggenjot roda ekonomi. Idealnya, pertumbuhan ekonomi terpacu, sektor riil terdongkrak, dan daya saing meningkat. 
 
 
Secara normatif, bonus demografi seyogianya membawa sebuah negara menuju arah lebih baik, khususnya membawa kesejahteraan untuk segenap tumpah darahnya.
 
Ambil contoh, Jepang. Negeri Sakura itu mengalami pertumbuhan penduduk akibat baby boom pada masa setelah perang dunia kedua. 
 
Kondisi itu membuat Jepang memiliki jumlah sumber daya manusia yang signifikan dan pemerintah setempat pun tak menyia-nyiakan hal tersebut. 
 
Mereka segera menggenjot industrialisasi dan mulailah inovasi-inovasi unggul mencuat ke panggung dunia. Jepang pun lepas landas menjadi jajaran negara maju dunia. Hasilnya dapat dinikmati hingga kini.
 
Karyawan AHM melakukan proses perakitan sepeda motor New Honda Sonic 150R di pabrik AHM di kawasan Pegangsaan, Jakarta Timur.AHM Karyawan AHM melakukan proses perakitan sepeda motor New Honda Sonic 150R di pabrik AHM di kawasan Pegangsaan, Jakarta Timur.
 
Meski terdengar menyenangkan, meraih momentum bonus demografi bukanlah perjuangan mudah.
 
Terdapat sejumlah syarat agar bonus tidak berubah menjadi bencana demografi, yaitu penduduk harus berkualitas, tersedia lapangan kerja, tabungan rumah tangga memadai, dan sejumlah syarat lainnya.
 
Di negara kaya, saat rasio ketergantungan rendah, penduduk usia muda menjadi penggerak pertumbuhan melalui produktivitas kerja, konsumsi, dan tabungan yang mereka miliki. 
 
Untuk meraih manfaat terbesar, sumber daya manusia harus memenuhi kebutuhan pasar kerja. 
 

Menjadi penting bagi Indonesia menentukan kiblat perekonomiannya untuk sepuluh atau dua puluh tahun lagi.

 
Sudah selayaknya, Indonesia dapat mengandalkan industri jasa serta manufaktur untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
 
Bisa juga, menggairahkan agrobisnis dan sektor kemaritiman. Seperti kita tahu, kedua sektor itu adalah anugerah lahiriah bagi Indonesia, kekuatan alami negara terbesar keempat di dunia ini.
 
Lantas, bagaimana Indonesia mewujudkan generasi emas tersebut?
 
Dalam mencapainya, tentu tidak mudah. Masih ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi. 
 
Peningkatan SDM 
 
Mengacu data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 2016, lebih dari satu juta anak putus sekolah pada jenjang sekolah dasar (SD) dan tak melanjutkan ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
 
Jika digabung antara yang tidak tamat SD-SMP, maka ada sekitar 4,3 juta anak yang tak mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun.
 
Perahu Anugrah khusus digunakan antar jemput anak sekolah SDN 02 Pantai Bahagia, di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/8/2017).KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Perahu Anugrah khusus digunakan antar jemput anak sekolah SDN 02 Pantai Bahagia, di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/8/2017).
 
Akibatnya, sekitar 40 persen angkatan kerja Indonesia saat ini merupakan lulusan SD. Kondisi itu tentunya menghambat upaya Indonesia untuk bersaing di kancah global dan merengkuh puncak bonus demografi.
 
Hal itu mestinya tak membuat kita pesimistis, tetapi justru terus menebar harapan dan cita-cita bersama.
 
Dalam Forum Merdeka Barat 9 pada Jumat (8/9/2017), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah terus bekerja untuk mengurai berbagai permasalahan bangsa Indonesia. 
 
Menurut Bambang, peningkatan kualitas sumber daya manusia amat krusial untuk menunjang langkah Indonesia ke depannya, termasuk dalam menyambut bonus demografi.
 
Untuk itu, pemerintah mulai menyiapkan berbagai kebijakan penunjang. Sebut misalnya, peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan vokasi.
 
Aktivitas santri dan siswa SMK Al Mina Bandungan, Kabupaten Semarang, di green house hidroponik, Minggu (20/8/2017) siang. Rencananya panen perdana tomat jenis cherry dan beef ini akan dikirim ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan presiden.  KOMPAS.com/Syahrul Munir Aktivitas santri dan siswa SMK Al Mina Bandungan, Kabupaten Semarang, di green house hidroponik, Minggu (20/8/2017) siang. Rencananya panen perdana tomat jenis cherry dan beef ini akan dikirim ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan presiden.
 
Dengan begitu, peningkatan keterampilan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Harapannya, tak ada lagi tenaga terampil yang menganggur.
 
Pada forum yang sama, Direktur INFID Sugeng Bahagijo mengatakan, pemerintah perlu membuat proyeksi pasar kerja untuk 10 tahun mendatang. Itu berguna agar pelatihan dan pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di masa depan.
 
Ya, tentunya masih ada peluang bagi kita untuk lepas landas menjadi negara top dunia. Ada cukup waktu untuk memperbaiki kualitas SDM kita. Tentunya, kerja keras pemerintah perlu disertai sikap optimistis segenap insan bangsa Indonesia. 

Dengan begitu, bukan mustahil generasi emas Indonesia dapat terwujud!

Terkini Lainnya
Negara Terus Hadir Menjamin Perlindungan Kesehatan untuk Rakyat
Negara Terus Hadir Menjamin Perlindungan Kesehatan untuk Rakyat
FMB9
Holding Migas Demi Pemerataan Pembangunan Pipa Gas di Tanah Air
Holding Migas Demi Pemerataan Pembangunan Pipa Gas di Tanah Air
FMB9
Holding BUMN Tingkatkan Daya Saing Nasional
Holding BUMN Tingkatkan Daya Saing Nasional
FMB9
Tiga Skema Pembiayaan Infrastruktur untuk Pemerataan Ekonomi
Tiga Skema Pembiayaan Infrastruktur untuk Pemerataan Ekonomi
FMB9
Pemerintah Fokus Sediakan Listrik di Papua dan NTT
Pemerintah Fokus Sediakan Listrik di Papua dan NTT
FMB9
Pemerintah Terus Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan
Pemerintah Terus Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan
FMB9
Calon Ibu, Sudah Tahu Persiapan Penting untuk 1.000 Hari Pertama Anak?
Calon Ibu, Sudah Tahu Persiapan Penting untuk 1.000 Hari Pertama Anak?
FMB9
Registrasi Kartu SIM Wujudkan Program
Registrasi Kartu SIM Wujudkan Program "Single Identity Number"
FMB9
Registrasi SIM Card Ditargetkan Tuntas Februari 2018
Registrasi SIM Card Ditargetkan Tuntas Februari 2018
FMB9
Bergelut dengan Limbah, Puluhan Ibu di Aceh Tamiang Lebih Produktif
Bergelut dengan Limbah, Puluhan Ibu di Aceh Tamiang Lebih Produktif
FMB9
Kurangi Ketimpangan, Pemerintah Kreatif Gali Dana Infrastruktur
Kurangi Ketimpangan, Pemerintah Kreatif Gali Dana Infrastruktur
FMB9
Puluhan Bandara dan Pelabuhan Ditawarkan untuk Dikelola Swasta
Puluhan Bandara dan Pelabuhan Ditawarkan untuk Dikelola Swasta
FMB9
Soto, Kopi, dan Tenun Jadi Ikon Indonesia
Soto, Kopi, dan Tenun Jadi Ikon Indonesia
FMB9
Pekerja Kreatif Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia di Masa Depan
Pekerja Kreatif Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia di Masa Depan
FMB9
Fitur Khusus untuk Jamin Keamanan Masyarakat
Fitur Khusus untuk Jamin Keamanan Masyarakat
FMB9
Bagikan artikel ini melalui
Oke