Penyelesaian RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Sudah 100 Persen

Kompas.com - 23/03/2020, 12:15 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, penyelesaian Rumah Sakit (RS) Darurat Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Wisma Atlet Kemayoran sudah 100 persen.

“Peralatan medis sudah tiba dan sedang diinstalasi petugas. Mudah-mudahan sore ini seluruh kegiatan pembangunan RS Darurat Covid-19 selesai, dan akan dilaksanakan gladi resik atau uji coba untuk merawat pasien yang datang,” kata Basuki, di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Minggu (22/3/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah melakukan tiga komponen pekerjaan dalam menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS Darurat Covid-19. Pertama, membersihkan semua ruangan karena setelah Asian Games 2018, gedung tersebut tidak digunakan.

Kedua, berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyemprot disinfektan pada bagian luar dan dalam ruangan. Ketiga, memperbaiki ruangan yang dibutuhkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca juga: Jalan Panjang Wisma Atlet Kemayoran Sebelum Disulap Jadi RS Darurat Covid-19

“Sebelumnya banyak ruangan yang tidak bersekat. Beberapa ruangan yang sebelumnya terkotak-kotak juga dijebol untuk ruang radiologi, laboratorium dan farmasi, serta ICU,” kata Basuki.

Basuki menambahkan, seluruh ruangan tersebut berada di lantai satu, serta jalur mobilisasi antara pasien dan petugas diupayakan terpisah.

Hal tersebut merupakan bentuk sinergi Kementerian PUPR dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah dalam menangani Covid-19.

Namun, komando utama tetap berasal dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta Panglima TNI.

“Tim paramedis yang bertugas akan dikomandoi TNI, Polri, Kemenkes, dan para relawan. Semuanya bekerja bersama,” kata Basuki.

Baca juga: Polri Terjunkan 30 Tenaga Medis Tangani Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Sementara itu, peralatan dan infrastruktur rumah sakit berasal dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

“Untuk biaya kami nomor duakan. Yang penting infrastruktur RS Darurat Covid-19 tersedia dengan baik,” kata Basuki.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan, Basuki melanjutkan, semua Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian PUPR dapat dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

“Sudah ada instruksi presiden (inpres) agar merevisi alokasi anggaran Kementerian PUPR untuk membantu penanganan Covid-19,” kata Basuki.

Baca juga: Persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Habiskan Rp 6 Miliar

Sebagai informasi, tower 7 dan 6 Wisma Atlet Kemayoran akan digunakan sebagai rumah sakit. Lantai 1, 2, dan 3 tower 7 akan diisi peralatan medis. Sedangkan lantai 4 sampai 32 sebagai ruang rawat inap pasien.

Sementara itu, lantai 1 sampai 24 tower 6 akan dimanfaatkan sebagai ruang perawatan pasien.

“Kapasitas daya tampung tower 6 dan 7 sekitar 22.000 pasien,” kata Basuki.

Kemudian, tower 1 akan digunakan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan tower 3 untuk petugas paramedis seperti dokter, perawat, serta petugas pendukung lainnya.

Baca juga: Menkes: RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Hanya untuk Pasien Gejala Ringan

“Seluruh tower yang ada bisa dipakai menjadi RS Darurat Covid-19,” kata Basuki.

Kementerian PUPR pun menjamin pasokan air dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Wisma Atlet Kemayoran.

“Semua sudah kami upayakan dengan baik. Inseminator IPAL juga sudah tersedia,” kata Basuki.

Meskipun demikian, Basuki dan Keluarga Besar Kementerian PUPR mendoakan agar jumlah pasien penderita Covid-19 tidak bertambah.

Baca juga: Jokowi Berharap Tak Ada Lonjakan Pasien Covid-19 sehingga Tak Harus ke RS Darurat Wisma Atlet

“Kami semua berdoa agar ruangan RS Darurat Covid-19 tidak sampai penuh, dan seluruh warga Indonesia bisa kembali sehat,” kata Basuki.

Basuki menambahkan, pihaknya akan mengambil langkah antipasi jika jumlah ruangan yang tersedia saat ini dirasa masih kurang. Salah satunya dengan mengupayakan pemanfaatan tiga tower lagi yang tersedia di Blok D10 Wisma Atlet Kemayoran.

Terkini Lainnya
Dukung Asta Cita, Menteri PU dan Kepala Bappenas Bahas Infrastruktur Strategis

Dukung Asta Cita, Menteri PU dan Kepala Bappenas Bahas Infrastruktur Strategis

Ditjen Perumahan
Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Manokwari, Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Pasar Sanggeng

Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Manokwari, Kementerian PU Rampungkan Pembangunan Pasar Sanggeng

Ditjen Perumahan
Kementerian PUPR  Targetkan Pembangunan IKN Tahap I Rampung pada 2024, Begini Progresnya

Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan IKN Tahap I Rampung pada 2024, Begini Progresnya

Ditjen Perumahan
Kementerian PUPR Laksanakan Ground Breaking Huntap Tahap 2B di Kawasan Tondo II

Kementerian PUPR Laksanakan Ground Breaking Huntap Tahap 2B di Kawasan Tondo II

Ditjen Perumahan

"Bedah" 1.823 Rumah di Bogor, Kementerian PUPR Alokasikan Rp 25 Miliar

Ditjen Perumahan
Nelayan di Simeulue Timur dapat Rumah Layak Huni dari Kementerian PUPR

Nelayan di Simeulue Timur dapat Rumah Layak Huni dari Kementerian PUPR

Ditjen Perumahan
Kementerian PUPR Pastikan Virus Corona Tak Halangi Pengerjaan Huntap di Palu

Kementerian PUPR Pastikan Virus Corona Tak Halangi Pengerjaan Huntap di Palu

Ditjen Perumahan
Siasati Keterbatasan Lahan Pondok Pesantren, Kementerian PUPR Bangun Rusunawa

Siasati Keterbatasan Lahan Pondok Pesantren, Kementerian PUPR Bangun Rusunawa

Ditjen Perumahan
Resmikan RS Darurat Covid-19, Presiden Jokowi Harap Sore Ini Sudah bisa Terima Pasien

Resmikan RS Darurat Covid-19, Presiden Jokowi Harap Sore Ini Sudah bisa Terima Pasien

Ditjen Perumahan
Penyelesaian RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Sudah 100 Persen

Penyelesaian RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Sudah 100 Persen

Ditjen Perumahan
Kementerian PUPR Ubah Wisma Atlet Kemayoran Jadi RS Darurat Covid-19, Bagaimana Kualitasnya

Kementerian PUPR Ubah Wisma Atlet Kemayoran Jadi RS Darurat Covid-19, Bagaimana Kualitasnya

Ditjen Perumahan
Kualitas Setara Apartemen, Rusunawa ASN Batam Sudah Dapat Dihuni

Kualitas Setara Apartemen, Rusunawa ASN Batam Sudah Dapat Dihuni

Ditjen Perumahan
Rusunawa ASN di Papua Barat Sudah Bisa Dihuni

Rusunawa ASN di Papua Barat Sudah Bisa Dihuni

Ditjen Perumahan
Bangun Rusun dan Rusus di NTB, Kontraktor Harus Kerja Sesuai Perjanjian

Bangun Rusun dan Rusus di NTB, Kontraktor Harus Kerja Sesuai Perjanjian

Ditjen Perumahan
Kementerian PUPR: Jumlah Kekurangan Rumah di Jabar Tertinggi di Indonesia

Kementerian PUPR: Jumlah Kekurangan Rumah di Jabar Tertinggi di Indonesia

Ditjen Perumahan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com