Berkunjung ke AS, Wamenkominfo Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Amazon dan Microsoft

Kompas.com - 30/04/2024, 11:05 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengumumkan rencananya untuk menjajaki beberapa peluang kerja sama dengan perusahaan global, seperti Amazon Web Services, Inc. dan Microsoft Corporation.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Amazon Web Services berlangsung pada Senin (29/4/2024).

“Kami akan berdiskusi mengenai dengan mereka (Amazon Web Services). Setelah itu, kami melanjutkan kunjungan ke Kantor Microsoft untuk berdiskusi tentang keamanan siber atau cyber crime. Juga ada sesi khusus tentang artificial intelligence (AI) yang dikembangkan Microsoft," imbuh Nezar dalam siaran pers yang dikutip dari laman kominfo.go.id, Selasa (30/4/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat memulai kunjungan kerja ke Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS), Jumat (26/4/2024). Dalam kunjungan ini, ia bertemu dengan Permias Seattle.

Baca juga: Ekspor Batik 17,5 Juta Dolar AS, UMKM Perlu Ekosistem Pasar Digital

Untuk diketahui, Permias Seattle merupakan organisasi nirlaba mahasiswa yang berbasis di Seattle. Organisasi ini dijalankan secara mandiri oleh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Greater Seattle Area. 

Dalam kesempatan tersebut, Nezar menyebutkan bahwa Kota Seattle merupakan pusat teknologi. Oleh karena itu, ia juga akan membahas beberapa peluang kerja sama.

“Ada beberapa hal yang akan kami diskusikan, misalnya peluang kerja sama Kemenkominfo dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), terutama untuk memperkuat bakat digital Indonesia," jelasnya.

Nezar menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia, melalui perwakilannya, akan mempelajari praktik terbaik dalam teknologi terbaru yang sesuai untuk diterapkan dalam perangkat dan pengelolaan tata kelola data.

Baca juga: Tingkatkan SDM, Pemprov Sumsel Gandeng BIG RI Manfaatkan Data dan Informasi Geospasial 

Peluang pengembangan PDN

Selain membahas kerja sama, Nezar mengatakan bahwa Kemenkominfo juga akan membahas peluang pengembangan Pusat Data Nasional (PDN) yang tengah dibangun di Cikarang, Jawa Barat (Jabar).

Selain membahas kerja sama, Nezar menyatakan bahwa Kemenkominfo juga akan membahas peluang pengembangan Pusat Data Nasional (PDN) yang sedang dibangun di Cikarang, Jawa Barat (Jabar). 

Menurutnya, saat ini pembangunan PDN telah mencapai 45 persen dan akan memerlukan tata kelola yang baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga: Kepala LKPP Pastikan Belanja Pemerintah Prioritaskan PDN dan UMKK

“Kami berharap agar PDN di Cikarang dapat selesai pada Kamis (10/10/2024), sehingga bisa diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)," jelas Nezar sambil menjelaskan rencana pembangunan PDN di Batam dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjutnya, Kemenkominfo sedang mengkaji bagaimana tata kelola data yang baik, yang sesuai dengan kondisi Indonesia, sambil memastikan kedaulatan data. Hal ini menjadi salah satu fokus utama kunjungannya.

Sebagai informasi, Nezar tiba di Bandar Udara Internasional Seattle Tacoma pada pukul 10.25 waktu setempat, didampingi oleh Staf Khusus (Stafsus) Riant Nugroho.

Baca juga: LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

Dalam kunjungan kerjanya, ia juga akan bertemu dengan perwakilan Diaspora Indonesia yang bekerja dan belajar di kota teknologi tersebut.

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com