Sampaikan Keynote Speech di UGM, Menkominfo Ajak Mahasiswa Eksplorasi Potensi Digital Indonesia

Kompas.com - 18/05/2022, 19:55 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate mengajak mahasiswa, khususnya di Universitas Gadjah Mada ( UGM) Yogyakarta, untuk mengeksplorasi potensi digital Indonesia.

Selain eksplorasi, ia menyerukan agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi terbaru secara produktif, termasuk metaverse.

Pernyataan itu Johnny katakan saat menyampaikan Keynote Speech Unpacking the Metaverse: Akselerasi Transformasi Digital dalam menyambut teknologi masa depan di Graha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

“Saya harap rangkaian agenda pada hari ini, Rabu (18/5/2022), mampu memacu semangat para mahasiswa UGM untuk makin antusias dalam menggali ilmu dan mengeksplorasi potensi digital Indonesia,” ujarnya seperti yang dimuat dalam laman kominfo.go.id, Rabu.

Baca juga: Di Davos, Menkominfo Bahas Potensi Digital ASEAN

Tak hanya itu, lanjut Johnny, mahasiswa diharapkan mampu menaklukkan berbagai tantangan untuk mentransformasi alam imersif metaverse guna memajukan Ibu Pertiwi.

Oleh karenanya, ia juga mengajak mahasiswa menjadi bagian penting untuk menghadirkan Indonesia yang semakin digital dan maju.

“Sebagai mahasiswa yang mengakar kuat menghujam bumi, tumbuh menjulang tinggi, dan rimbun meneduhkan. Bagikanlah buah pengetahuan kepada siapapun yang bernaung di bawahnya. Bersama-sama kita hadirkan Indonesia yang terkoneksi, makin digital, makin maju!” ajak Johnny.

Seperti diketahui, Indonesia tengah memegang tampuk keketuaan atau Presidensi Group of Twenty (G20) 2022.

Baca juga: Kemenkominfo Ingin Konsep Harmoni Angklung Jadi Inspirasi Perumusan Kebijakan Digital DEWG G20

Johnny selaku pengampu Digital Economy Working Group (DEWG) mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) saat ini sedang membicarakan berbagai peluang dan tantangan kemajuan teknologi digital.

“Saat ini juga, di Yogyakarta tengah berlangsung pertemuan DEWG G20 membahas tiga isu prioritas,” jelasnya.

Adapun tiga isu prioritas yang diangkat pada DEWG, yaitu pertama, konektivitas digital dan pemulihan pascapandemi Covid-19. Kedua, literasi digital dan keterampilan digital, dan ketiga arus data lintas batas negara (cross border data flow dan data free flow with trust).

Johnny menyatakan, salah satu gagasan yang diangkat pada pembahasan isu DEWG adalah people-centered digital connectivity atau konektivitas digital yang berpusat pada orang.

Baca juga: Prokes Ketat hingga Wayang Kulit di Sidang Kedua DEWG G20

“Gagasan ini berasal dari konsep pembangunan infrastruktur digital negara-negara G20,” ucapnya.

Pembangunan infrastruktur digital, kata Johnny, tidak hanya berfokus pada aspek teknis saja, tetapi juga pembangunan yang dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM). Hal ini termasuk dalam konteks teknologi masa depan seperti metaverse dan blockchain.

Kolaborasi Kemenkominfo dan UGM

Pada kesempatan tersebut, Johnny menjelaskan, kerja sama dan kolaborasi antara Kemenkominfo dan UGM telah terjalin erat sejak lama.

“Beberapa di antaranya adalah program Digital Talent Scholarship (DTS), Beasiswa Kominfo, Gerakan Nasional Literasi Digital, dan sebagai knowledge partner DEWG G20,” imbuhnya.

Baca juga: Menkominfo Johnny G Plate Dorong DEWG G20 Bahas Kesenjangan Digital

Atas kerja sama tersebut, Johnny memberikan apresiasi keterlibatan UGM, khususnya sebagai knowledge partner dalam penyelenggaraan DEWG G20.

Tak hanya itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor UGM Panut Mulyono yang telah menunjuk dan memberikan kepercayaan kepada para akademisi UGM untuk berpartisipasi.

“Akademisi menjadi salah satu unsur signifikan dalam pelaksanaan agenda G20 Indonesia, di bidang DEWG,” ujar Johnny.

Sebagai informasi, selain Menkominfo, kuliah umum tersebut turut dihadiri Rektor UGM Panut Mulyono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Wawan Mas’udi, pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemenkominfo, serta mahasiswa dan tamu undangan.

Terkini Lainnya
Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun

Komdigi
Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Sinyal Kembali Menyala, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung dengan Keluarga

Komdigi
Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

Komdigi
Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Tanggap Bencana Aceh Tamiang, Menkomdigi Hadir dengan Bantuan dan Sapaan Penuh Empati

Komdigi
Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Aktivitas Internet Terus Melonjak, Komdigi Perkuat Pengawasan Ruang Digital

Komdigi
Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Konsisten 8 Tahun Berturut-turut, Kementerian Komdigi Raih Predikat Badan Publik Informatif

Komdigi
Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Inovasi Layanan Publik Digital Antarkan Menkomdigi Raih OPSI KIPP 2025

Komdigi
Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Tekan Pemalsuan Identitas, Indonesia Perlu Terapkan Teknologi Biometrik Nasional “Face Recognition

Komdigi
Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Kartu SIM Berbasis “Face Recognition” Dinilai Mampu Tutup Celah Kejahatan Digital

Komdigi
Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Indonesia Terapkan PP Tunas, Ini Kelebihannya Dibanding Regulasi Keamanan Digital Anak di Negara Lain

Komdigi
Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Upaya Pemerintah Cegah Candu Digital: Tunggu Anak Siap Sesuai Perkembangannya

Komdigi
PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

PP Tunas: Batasi Akses Anak di Ruang Digital, Lindungi dari Cyberbullying dan Paparan Konten Negatif

Komdigi
Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Stop Kekerasan di Ruang Digital, Saatnya Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Komdigi
Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Berakhirnya Era “Safe Harbor”, Platform Digital Terancam Sanksi Jika Tak Ramah Anak

Komdigi
Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Kolaborasi Humas Kunci Bangun Kepercayaan Publik, Menkomdigi: Humas adalah Navigator Kebenaran di Tengah Kebisingan Digital

Komdigi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com