Kementerian Investasi/BKPM Gelar Webinar, Bahas Permasalahan Investasi di Indonesia

Kompas.com - 24/07/2023, 15:04 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kompas.com menggelar web seminar ( webinar) bertajuk "Peran Aktif Pemerintah dalam Menyelesaikan Permasalahan Investasi", Rabu (26/7/2023).

Webinar ini mengundang empat nama besar, yakni Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Imam Soejoedi serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira.

Kemudian, Koordinator WKU I Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Yukki Nugrahawan serta Jaksa Agung Muda Pengawasan Ali Mukartono.

Acara tersebut dipandu oleh Anchor Kompas TV Paschalis Iswari dan disiarkan langsung melalui live YouTube Kompas.com dan Kementerian Investasi/BKPM pada pukul 10.00-12.00 waktu Indonesia barat (WIB).

Baca juga: Investasi Mobil buat Sewa, Ini yang Terjadi kalau Mobil Lecet

Calon peserta juga bisa mendaftar langsung untuk mengikuti webinar lewat Zoom Meeting dengan scan QR-code pada poster di atas atau mendaftar dengan klik link berikut.

Indonesia surga investasi dunia

Penyelenggaraan webinar ditujukan untuk membahas secara lengkap permasalahan serta seluk-beluk investasi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi incaran para investor dunia.

"Hampir semua negara berebut untuk berinvestasi di Indonesia," tutur Jokowi pada awal tahun ini.

Pernyataan Jokowi itu ternyata bukan hanya ucapan kosong belaka. Sebab, data dari Kementerian Investasi/BKPM menyebutkan, realisasi investasi pada Januari-Maret 2023 atau triwulan I-2023 mencapai Rp 328,9 triliun atau meningkat 16,5 persen dibandingkan pada periode sama tahun lalu.

Baca juga: Investasi Emas Kian Menjanjikan, Antam Perkuat Penjualan Domestik

Pembahasan webinar pun akan difokuskan pada bagaimana peluang dan potensi investor dalam negeri untuk menanamkan modalnya serta hambatan apa saja yang ditemui investor sehingga mereka ragu atau mengurungkan niatnya untuk berinvestasi.

Selain itu, akan ada juga pembahasan soal iklim investasi seperti apa yang cocok untuk menarik para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, serta berbagai momok investasi yang saat ini masih terus terjadi.

Narasumber nantinya akan mendapatkan insight mengenai upaya atau kebijakan pemerintah untuk menggeliatkan perekonomian dalam negeri serta bagaimana dampak investasi yang masif bagi masyarakat.

Ada pula pandangan dari para pelaku usaha selaku pihak yang paling dekat dalam menanamkan modal mereka. Pihak ini juga bisa memberikan gambaran mengenai kebijakan kemudahan berusaha dan perizinan realisasi investasi.

Baca juga: 7 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu agar Tak Tertipu Saat Investasi

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com